
Lima belas tahun sudah berlalu, sejak kematian Zayn keadaan menjadi tak terbentuk lagi, banyak yang terpecah belah karena peristiwa itu. Sangat di sayangkan kalau Keluarga mereka akan Runtu seketika.
Azalia Wanita yang tangguh, kuat, bahkan ceria sekarang ia berbeda jauh. Seperti tak ada kehidupan di jiwa'nya, seakan-akan jiwanya ikut mati bersama dengan sosok yang sangat dicintainya.
Saat ini sosok wanita yang tak memiliki kehidupan sedang menikmati desiran ombak, di sebuah pantai. Yang sangat indah, apa lagi pantai ini adalah kenangannya bersama cintanya.
Dia datang tak sendirian melainkan bersama orang yang selalu menemaninya di saat seperti ini.
Seorang yang menemani Azalia sangat sedih karena keadaan Azalia semakin hari semakin tidak baik. Namun ia hanya bisa berdoa agar, tuhan mau memberikan mukjizat kepada keluarga nya.
"Semoga Tuhan selalu memberkahi kamu sayang,"Gumam'nya dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya, tak di pungkiri bahwa rasa kehilangan anak kesayangannya harus pergi dari kehidupannya.
Ya wanita itu adalah anindita, ia masih terpuruk dengan kepergian Zayn, apa lagi saat itu ia baru saja berbaikan dengannya.
Kursi roda yang di tumpaki Azalia. Tiba-tiba saja berjalan, ke arah pantai.
Secara perlahan kursi roda itu mulai mendek ke arah pantai dan
BYUR' Tubuh Azalia terjatuh ke air lain. Namun wanita itu hanya diam saja tanpa ada pergerakan, tapi Manik mata'nya masih membuka.
Anindita yang baru saja sadar Dari lamunannya. Langsung berlari ke arah laut, ia berteriak minta tolong, namun hasilnya nihil tak ada seseorang satu pun yang disitu.
Tubuh Azalia semakin lama semakin menjauh dan secara perlahan tubuh'nya semakin tenggelam.
"YA TUHAN, DIMANA KEADILAN MU BERADA?! KENAPA KAU SELALU SAJA MENGUJI KELUARGA KAMI!!"TERIAK Anindita sambil menatap ke arah langit. "TUHAN! AKU BERJANJI JIKA PUTRIKU TAK TERSELAMATKAN AKU TAK AKAN LAGI MENYEMBAHMU."
Entah dari mana perkataan itu terlontar, dan itu membuat langit yang tadinya cerah, langsung redup seketika,
Seorang pria keluar dari dalam air sambil menggendong tubuh wanita yang baru saja tenggelam.
Lalu sosok pria bertubuh tinggi besar, dengan jakun kokohnya yang membuat pesona pria itu terlihat begitu indah. Ia berjalan ke arah permukaan.
"Nyonya apa anda baik-baik saja?"Pria itu bertanya kepada wanita yang sudah tua. namun kecantikan nya tak pernah pudar dari wajahnya.
DEHG' Jantung anindita bergerak sangat cepat, saat melihat sosok pria yang menyelamatkan putrinya dari kematian.
__ADS_1
"ZAYN?!"Satu nama yang keluar dari mulut anindita, nama yang selalu bikin istana Anderson hidup, namun setelah kepergiannya istana itu juga redup tak ada cahaya yang menerangi istananya.
Pria itu pun meletakan tubuh Azalia di kursi roda. Dan ia pun kembali menatap ke arah wanita itu, "Mohon maaf Tante aku bukan Zayn."Tutur kata yang sangat sopan dan penuh dengan kewibawaan, "Kalau gitu saya permisi tante,"Sambungnya sambil berjalan meninggalkan mereka.
Pria yang sudah cukup matang itu, dengan kewibawaan berjalan ke arah mobilnya,
"Kenapa, mamah merasakan kehadiran kamu di sini Zayn?"Guman'nya, lalu ia membawa Azalia pulang. Karena hari sudah semakin sore
**
Di perusahaan ZANS Group. Ada seorang pria yang sedang duduk di kebesaran'nya sedang termenung, memikirkan tentang apa yang terjadi selama ini.
"Sayang!"Suara lembut mengejutkan pria yang sedang melamun.
"Hm,"
Gracia hanya menggelengkan kepalanya saja, ia masih bingung dengan sifat dingin, kejam Dan cuek. Yang tak pernah hilang,
"Zahair, come on kau harus melupakan apa yang sudah terjadi. Yang lalu biarlah berlalu jangan kau terus pikirkan, fokus lah ke depan!!"
BRAK' Suara meja yang di gebrak oleh Zahair, membuat Gracia terkejut. Dengan apa yang sudah di lontarkan olehnya.
Yang karena di selimuti kemarahan atas meninggalnya kakak'nya Zahair menikah Gracia hanya untuk memberikan pelajaran karena apa yang terlah dia lakukan membuat'nya harus kehilangan.
"Andai kalian mempercayai perkataan Kakak mungkin kejadian seperti ini tak pernah ada..!!"Lagi dan lagi ia melontarkan kata-kata kasar dan menyalahkan gracia karena terlah mempercayai si bedebah itu.
Bibir gracia bergetar hebat, menahan tangisnya, karena perkataan suaminya.
Zahair yang merasa marah berlalu pergi meninggalkan istrinya seorang diri. Tujuannya ia ingin menenangkan dirinya karena sudah berkata kasar kepada istrinya.
*Ruang presiden*
Zahair masuk ke ruangan presiden yang saat ini ruang itu kosong, karena dirinya tak mengizinkan siapapun menggantikan posisi sang kakak. Baginya kursi presiden akan lebih cocok di duduki oleh orang yang pantas seperti kakak'nya.
Zahair mengunci pintu ruangan presiden lalu berjalan ke arah rak yang berisi foto-foto tentang kehidupan nya.
__ADS_1
"Kakak? Kenapa kau harus pergi secepat ini? Apa kau tak kasian sama adek mu ini?"Berapa pertanyaan di lontarkan oleh Zahair, saat melihat foto dirinya bersama dengan kakak'nya. Itu adalah foto saat dirinya bertemu dengan kakak'nya di sebuah pulau terpencil
Lalu ia beralih menatap bingkai yang berisi tiga, Z. foto disitu ada Zayn Zeyyen dan Zahair. Tiga sodara yang saling melengkapi menyayangi,. dan melindungi satu sama lain. seakan-akan hilang di telen oleh waktu.
Dan ia kembali menatap bingkai berisi dengan anggota keluarga nya, namun kemarahan nya semakin meningkat saat melihat wajah penghianatan yang di lakukan oleh orang tersayang Zayn.
PYAR' Suara bantingan bingkai membuat luka di hati Zahair semakin sakit.
"Kakak, pasti Kaka liat kan apa yang terjadi pada keluarga kita, setelah kakak pergi meninggalkan dunia ini?"Gumam'nya sambil memegang foto keluarga nya. "Semua sudah tak seperti dulu lagi kak?"
Setelah beberapa saat ia keluar dari ruangan kakak'nya. Ia sudah berjanji akan terus menjaga amanah dari kakak'nya.
**
Di tengah perjalanan seorang wanita berbeda generasi, di cegah oleh berapa preman yang menghadang jalannya. Wanita itupun Keluar dari mobilnya untuk menanyakan, "Ada apa kalian mencegah kami?!"
Preman itu tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata wanita itu. "Ya tentu saja kami ingin nyawa kalian? Karena bos kami ingin kalian tiada?!"
"Siapa bos kalian?"
"Banyak omong kau wanita tua?"Saat pria itu akan menusukkan belatinya ke tubuh wanita tua itu, sudah ada tangan yang menahan tangan pria itu,
"HOHO! Ada pahlawan kesiangan rupanya?"Ucap preman itu dengan sinis. Menatap tajam pria itu.
Namun yang di tatap hanya menunjukkan ekspresi datarnya. dan ia langsung memutar tangan Premana itu, dan
BUGH' Ia mendorong keras spreman itu sampai tersungkur ke jalanan.
Ia mengeluarkan keris yang selalu ia bawa, karena tak suka basa-basi ia melemparkan keris itu tepat di jantung preman itu. "Jika kalian ingin selamat pergi dari sini atau..."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
SAKSIKAN KEMBALI CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM2
JANGAN LUPA UNTUK LIKE KOMEN END VOTE YGY