BELENGGU CINTA ( Balas Dendam ) 2

BELENGGU CINTA ( Balas Dendam ) 2
Perselisihan Antara Mantu Dan Mertua


__ADS_3

Setelah kepergian preman yang mencegah wanita, sosok pria yang menolong nya mendekati wanita yang sudah terlihat tua. dan ia berpamitan kepada seorang wanita itu.


Namun sosok wanita yang tak adalah anindita mencegah kepergian pria itu.


"Terima kasih nak, karena sudah mau menyelamatkan kami."


Sosok pria itu pun mengangguk, dan berkata. "Tante tak perlu berterima kasih, karena ini sudah menjadi kewajiban sesama manusia untuk saling tolong menolong."Jawab sosok pria itu.


Anindita merasa terharu dengan perkataan sosok pria yang sangat mirip dengan anaknya.


Karena saking fokusnya ia tak menyadari kalau sosok pria itu terlah pergi dari hadapannya.


Saat ia tersadar dari lamunannya, ia merasa kecewa karena pria itu terlah pergi dari hadapannya, karena merasa kecewa ia masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya.


Setelah berapa waktu ia terlah sampai di halaman istana Anderson. Yang sudah lama mati, ia lalu turun dari mobilnya, dan ia meminta bantuan kepada maid'nya, untuk menurunkan putrinya.


Setelah turun ia membawa putrinya masuk kedalam rumahnya, namun baru saja ia masuk sudah mendengar teriakkan dari seseorang.


"Dari mana saja kau?!!"


Bentakan itu sangat menyayat hati dan jiwanya. Ia tak percaya yang dulunya sayang lembut, sekarang berubah seratus delapan puluh derajat.


"Itu bukan urusan mu? Bukannya kita sudah tak memiliki hubungan lagi setelah sepuluh tahun terakhir?"Ucap sinis anindita membuat kemarahan sang pria meningkat.


Dengan kemarahan pria itu menyeret dan mendorong tubuh anindita sampai terbentur lantai.


Entah apa yang membuat pria itu berubah sampai menjadi sangat kejam. Bahkan dia tak tanggung-tanggung buat menyakiti seorang perempuan.


Lalu pria itu mengambil mas bunga, dan melemparkannya tepat di samping tubuh anindita,


Anindita yang terkena pecahan itu hanya bisa diam saja, tak berani bersuara. Karena ia tau kemarahan sang suami akan pudar jika ia tak bersuara.


Ya Klarenzo berubah menjadi sangat kejam bengis bahkan ia selalu menyakiti hati dan fokus istrinya.


"Apa kau mau minta maaf karena sudah pergi terlalu lama karena perempuan itu?"


"Saya ga akan pernah mau meminta maaf kepada orang seperti dirimu,"Anindita berkata dengan dingin. ia pun berludah ke arah samping. Ia sudah tak kuat jika terus saja diam,


"ANINDITA..!!"Klarenzo pengangkat tangannya yang sudah gatal ingin memukul istri pembangkang seperti anindita,

__ADS_1


Tapi sebelum ia melayangkan tamparannya ada seseorang yang menahan tangannya.


"Begini caramu memperlakukan wanita.?"Suara dingin, tegas dan penuh penekan.


"Kau tak perlu ikut campur urusan rumah tangga ku?!"Bentaknya.


Pria itu merasa geram dengan kelakuan yang dilakukan oleh papanya. Karena perubahan drastis membuat ia membenci akan sesosok papanya.


"CK' Saya tidak menyangka kalau kelembutan kau hanyalah topeng belaka, yang membuat semua orang terkesima."Lagi-lagi ia berkata dingin. "Kau itu tak jauh berbeda dengan seorang sampah!! Dan aku yakin jika sesuatu saat nanti kau bakalan menyesal karena terlah membela jaleng itu."Sambungnya, lalu ia menolong ibunya.


"Kau tidak papa?"Tanya'nya dengan dingin.


Anindita hanya menggelengkan kepalanya, namun dalam hatinya ia merasakan sakit akibat terkena pecahan vas bunga. Karena ia tak ingin merepotkan putranya.


"Sebaiknya kau pergi dari sini tuan Klarenzo.!!:


Karena marah klarenzo meninggalkan mereka semua. Karena tak ingin melanjutkan pertengkaran ini.


Pria itu menyuruh ibunya duduk di sofa, agar ia mudah di obati. setelah ibunya duduk ia menyuruh istrinya untuk segera mengambil kan kota p3k.


Setelah itu istrinya kembali dengan membawa kotak p3k dan air hangat.


Dengan telaten Zahair mengobati luka-luka yang di alami oleh ibunya. Walaupun ia merasa marah, namun ia tak bisa mengabaikan Perhatian nya kepada ibunya.


"Gimana kondisi kaka?"Tanya Zahair.


Anindita tak berani berkata ia hanya bisa menggelengkan kepala. Ia sudah putus asa karena mantu'nya yang sudah ia anggap sebagai putri, belum juga sembuh dari rasa depresinya. Walau ia sudah membawa ke tempat-tempat yang pernah di kunjungi oleh mereka.


"Kau tak perlu khawatir karena aku akan mengirimkan perawat yang akan membantu menyembuhkan kakak."Setelah mengatakan itu. ia berlalu pergi meninggalkan kediaman Anderson. Gracia hanya bisa mengikuti nya saja, dari belakang.


"Zahair mama kangen dengan kemanjaan kamu, dengan keceriaan kamu, dan mama juga merindukan kamu menyayangi mama,"Batin anindita saat mengingat kenangan bersama dengan anak-anak nya.


Karena tak ingin bersedih lagi ia membawa putrinya ke kamarnya untuk istirahat, "Nah, sekarang lia istirahat dulu ya? Nanti mama akan menyiapkan makan malam untuk Lia."


Anin turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam buat Azalia.


Setelah berapa saat masakan terlah siap, lalu anindita menyajikan hidangan itu di piring, dan mangkuk. Anindita pun langsung mengantarkan makanan yang ia buat ke kamar putrinya.


cklek' suara pintu di buka. dan memperlihatkan seorang wanita yang sedang tersenyum.

__ADS_1


"Lia?"Panggil anindita. Tapi yang di panggil nak merespon panggilan itu.


Anin pun dengan lembut menyuapi Azalia. Baginya, Azalia sangat berharga dalam hidupnya. Bahkan ia tak segan-segan menyakiti orang yang sudah membuat Azalia menderita.


Setelah makanan yang ada di piring habis, anindita menidurkan Azalia untuk beristirahat.


Melihat Azalia tertidur. Anin keluar dari kamarnya, namun ia berpapasan dengan mantu'nya.


"HO, HO, HO, Ibu mertua sangat di sayangkan kalau hidup akan seperti ini?"


"Walaupun hidup ku seperti ini, aku tak pernah berbuat jahat?"sindirnya.


"KAU!!"Bianca berbicara dengan sinis. Karena ia sangat geram dengan perkataan ibu mertuanya. Dengan tak sopan ia menunjuk ibu mertuanya.


"GARA-GARA KAU AKU HARUS...?"Ucapnya terhenti saat mendengar suara dari suaminya. Dan ia langsung pergi meninggalkan ibu mertuanya.


**


Pagi pun tiba, saat ini di sebuah rumah dengan nuansa putih, sedang mempersiapkan pesta untuk tuan muda mereka. Yang sudah bergenap usia lima belas tahun. Dan mereka tak ingin membuat-buat waktu karena pesta ini akan di gelar dengan sangat meriah dan mewah. Mereka tak ingin menggelar acara kecil-kecilan untuk sang pewaris dari keluarga besar dan disegani.


"SAYANGGGG!!"Teriak seorang wanita cantik dan seksi. Banyak pria yang menunggu jandanya. Namun wanita itu tak menanggapi perkataan para pria, baginya suaminya dan anaknya yang lebih penting.


"Ada apa sih ma? pagi-pagi gini sudah teriak-teriak?"Seorang pria yang sudah tua tapi masih sangat gagah. dan berwibawa.


"Liat anak kamu itu?"


"Anak kamu juga sayang?"


"Iya-iya anak kita."Ia sudah males berdebat karena ia sedang kesel karena anaknya paling susah di bangunin.


"SAYANG JIKA KAU TAK BANGUN DALAM TIGA DETIK MAMA AKAN...."Ucapannya terputus saat pintu sudah terbuka dan tampaklah seorang remaja yang tumbuh menjadi pria yang sangat tampan.


"Aku sudah siap mah."


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM2.


JANGAN LUPA UNTUK LIKE KOMEN END VOTE YGY.


__ADS_2