
"Bangunlah! Jangan menjadi anak yang lemah dan cengeng karena aku tak menyukainya apapun itu permasalahan yang kau hadapi."
Pria yang sedang duduk dengan posisi kaki di tekuk dan kepala ia sandarkan, pun mendongak menatap asal suara itu. Betapa terkejutnya ia saat melihatnya sosok seorang ayah'nya.
"Daddy?"Gumam Zavion yang tak percaya kalau ia melihat seorang daddy nya di hadapannya. Dengan cepat ia berdiri dan berlari ke arahnya namun sosok Daddy nya menghilang dari pandangannya.
"Mungkin kah itu pesan dari Daddy bahwa aku tak boleh lemah?"Ia bertanya-tanya kepada dirinya sendiri. "Jika itu kemauan Daddy aku akan menjadi anak yang kuat dan aku akan berusaha melindungi keluarga ku sampai kebeneran terungkap?!!"Sambungnya. Ia tak ingin jika kebajikan dan kejujuran musnah di jantung zans anderson.
Lalu Zavion pergi dari kamar mommy'nya dan pergi ke kamar dirinya yang sudah lama tak ia tempati.
Namun kemarahannya kembali memuncak tak kala ada seorang yang menempati kamarnya, ia sebenarnya tak mempermasalahkan hal ini karena kamar disini banyak, ia bisa memilih sesuka hatinya, tapi kamar itu adalah kamar kenangan dirinya bersama dengan Daddy'nya.
Dengan suara yang sangat keras dan dingin menggelegar di penjuru istana Zans Anderson. Zavion berteriak memanggil pelayan di kediaman nya.
Pelayan yang mendengar itu pun langsung berlari menunju ke asal suara itu.
Anggota keluarga juga sama pergi ke asal suara itu.
"Ada apa vion?"Oma anindita bertanya kepada cucunya dengan sangat lembut.
"Siapa yang mengijinkan orang asing tidur di tempat ku?!!"
Semua orang terdiam tak bisa berbicara karena merasa takut dengan tatapan intimidasi dari zavion.
"JAWABBB..!!"
"SAYA."Jawab seorang wanita paruh baya.
"Oh ternyata kau Mak lampir?! Apa kau tak mempunyai attitude, seharusnya kau bersikap lah seperti seorang tamu. Dan ya ini bukanlah istana milikmu, tapi istana ini di bangun oleh Daddy dan kakek buyut ku.!!"Ucapan pedes dari zavion membuat wanita itu menggertakan giginya.
"Tapi ini juga rumah ku sayang. nenek juga berhak atas rumah ini."Ucap wanita itu dengan percaya diri.
Zavion tentu saja tertawa yang sangat mengerikan ia merasa lucu dengan apa yang sudah di katakan Mak lampir.
"Apa aku tak salah denger Mak lampir, kau berhak atas istana ini, wow ternyata lu sangat percaya diri."
"Aku tau kau kesini cuma bawa tubuh murahan mu itu dan anak cucu'mu itu!! Apa kau tau keluarga rendahan mu itu cuma bikin beban di sini."Lagi-lagi ia berkata pedes dengan tatapan tajam dan dan datarnya.
Mereka hanya bisa dia saja mendengar kata-kata yang di lontarkan oleh zavion.
Karena zavion sudah sangat jijik dengan kamar yang sudah di pake, ia meminta kepada pelayan untuk membakar kamarnya karena ia tak Sudi lagi harus melihat nya.
__ADS_1
"Jika kalian membakar kamar saya, aku akan memecat kalian semua..!"Ucap seorang yang baru saja datang di sela-sela mereka.
Zavion menatap nya dengan tatapan tajam melihat ke arah pria di depannya. Dengan perlahan ia mendekati sosok pria itu. "Siapa anda berani menghentikan ku?!"
"Aku adalah David Graham Anderson.!"
Setelah mendengar nama itu zavion memukul wajah pria itu dengan sangat keras, bahkan sampai mengeluarkan darah seger di sudut bibirnya.
Zavion tak Sudi jika namanya akan di pake oleh keluarga Mak lampir yang begitu menjijikkan.
Setelah memukul wajah pria itu bertubi-tubi, ia melihat ke arah pelayan yang tak ada pergerakan, karena merasa kesal ia mengambil bensin dan korek api. Namun hati kecilnya merasa sakit jika kenangannya harus di bakar, namun ia tak memperdulikannya.
Dengan kemarahan ia menyiram kamar itu dengan bensin, lalu menyalakan korek. dan
BUSH' Kobaran api sangat cepat melahap kamar itu. Bahkan barang-barang yang ada di dalam ikut kebakaran.
Lalu ia menatap seluruh maid'nya yang berjumlah hampir lima ratus orang. Dengan tatapan dingin ia memecat semuanya.
Tentu saya semua maid merasa terkejut bahkan ada yang bersimpuh di kaki zavion, namun tak di hiraukan olehnya. Dia masih dalam pendirian nya.
"Vion apa-apa ini kenapa kamu memecat semua pelayan?"Mak lampir berkata dengan suara di buat-buat.
***
Seorang wanita sedang melampiaskan kemarahannya kepada dirinya sendiri ia tak tau harus gimana lagi caranya untuk mendapatkan hati suaminya yang terus saja bersikap kejam dan dingin kepada dirinya. "Mas kenapa kamu selalu saja berlaku kasar padaku, apa salahku sampai kau tega seperti itu."Dia menangis dalam diam selama ini ia selalu diam, karena ia ingin menembus kebaikannya seseorang sampai ia mau menikah dengannya.
Panggilan telepon mengejutkan dirinya yang sedang menangis, lalu ia pun mengangkat panggilan telepon.
"Hallo"Gracia
"Tante, kau dimana sekarang?"Ucap zavion.
"Vion?"
"Iya tante ini vion, vion baru saja kembali dari amrik."
"Gimana kabar kamu vion?"
"Kabar vion baik-baik saja Tante. Lalu sekarang Tante dimana?"
"Saat ini tante berada di apartemen bersama Zahair."
__ADS_1
"Tante bolehkan kita bertemu ada sesuatu yang harus aku tanyakan?"
"Baiklah Tante akan atur tempat dan waktunya."
Setelah berkata seperti itu zavion mengakhiri panggilannya,
Gracia merasa bahagia karena, zavion terlah kembali setelah sekian lama, karena ia merasa kasian jika sahabat terus-menerus seperti itu. Ia berharap setelah kedatangan zavion keadaan akan lebih membaik.
Setelah itu ia bersiap-siap untuk ketemu dengan keponakan'nya itu.
***
BRAK' Seorang pria membuka pintu dengan sangat kasar, ia merasa marah dengan apa yang sudah di lakukan kakak'nya itu membuat ia tak bisa menahan emosinya.
"Zaha! Apa-apaan kau ini kenapa kau masuk keruangan ku tak ketuk pintu dulu."Marah zeyyen kepada zahair.
"Kenapa kau lakukan ini zey?"
"Apa maksud kamu?"
"KENAPA KAMU INGIN MENGAMBIL ASET DARI KAK ZAYN YANG SUDAH DI BERIKAN KEPADA KAK AZALIA!!"
"Jawabannya mudah, karena kita butuh seseorang presiden di perusahaan ZANS Group.!! Kau Taukan kursi presiden sudah kosong semenjak kakak meninggalkan kita."
Zahair juga tau kalau kursi presiden zans group itu kosong, tapi ia tak ingin mengambil hak-hak yang sudah menjadi ketentuan, ia yakin suatu saat kursi itu bakalan terisi dengan sendirinya tanpa melakukan dengan cara lain.
Dan ia sangat yakin bahwa salah satu keturunan Zayn atau istrinya Zayn bakalan menduduki kursi singgasana itu,
Tak ingin berdebat lagi ia berlalu pergi dari ruangan kakak'nya. saat di ia akan menunju ke arah ruangannya ia bertabrakan dengan seseorang.
"Kauu!"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM2.
JANGAN LUPA UNTUK LIKE KOMEN END VOTE YGY.
__ADS_1