BELENGGU CINTA ( Balas Dendam ) 2

BELENGGU CINTA ( Balas Dendam ) 2
Sosok Bayangan Yang Menjaga Azalia


__ADS_3

"ANINDITA VALENCIA ADHITAMA ANDERSON!!"Suara bariton yang keluar dari mulut seorang pria.


Pria itu sangat marah karena karena istrinya sangat tidak sopan dengan apa yang sudah dia lakukan kepada sosok wanita yang sudah memberikan segalanya.


Lantas anindita berbalik menatap sinis kearah suaminya yang sudah berubah. "ADA APA MAS KLARENZO ALEXANDER GRAHAM?!"Kata Anindita sambil menekan kata-kata yang keluar dari mulutnya.


"APA YANG KAU LAKUKAN PADA ISTRI SAYA?"


Sejujurnya anindita merasa sakit karena perkataan suami'nya yang sudah tak menganggap dirinya sebagai istri. Karena kedatangan wanita itu membuat rumah tangganya harus terpecah belah, andaikan Zayn masih ada mungkin kejadian seperti ini tak akan ada.


Ia juga menyesali perbuatannya yang sudah marah kepada putranya, karena putranya dengan terang-terangan menceraikan Azalia tanpa ia tau permasalahan nya.


Dengan sejuta Akting nya wanita itu menceritakan kejadian yang barusan terjadi. Pastinya dengan kebohongan yang di buat-buat oleh anak dajjal.


Klarenzo yang memiliki otak bodoh tentu saja percaya akan perkataan anak dajjal itu katakan. "Anin harusnya kamu berterima kasih karena istri saya sudah berbaik hati peduli pada mantu cacatmu itu."


DEGH' Perkataan Klarenzo yang sangat menyakitkan membuat hati seorang wanita merasa sedih, apa lagi ia sudah menganggap Azalia sebagai putrinya sendiri, Ia tak ingin menyakiti Azalia lantaran Azalia adalah istri tercinta Zayn, jadi ia akan berusaha menjaga'nya.


"Mas apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan itu menyakiti hatinya?"


"Yang di katakan oleh suami ku bener loh? Azalia itu wanita cacat atau bisa di bilang mayat hidup, jadi dengan kebaikan aku aku ingin menolongnya."Wanita itu berbicara dengan nada di buat-buat.


Saat anindita akan bersuara lagi ada teriakan seorang pria yang memanggil nama Azalia, bahkan teriakan itu sangat menggema di penjuru istana Zans Anderson.


"AZALIAAAAAA!!"


"AZALIAAAAAA!!"


Anindita langsung menghampiri sosok pria itu.


"Ada apa kau teriak-teriak?"


"Dimana azalia?!"Dingin datar dan tegas suara yang membuat hati anindita lagi-lagi sakit.


"Dia ada di kamarnya,"


"Tidak ada."


Terkejut dengan ucapan pria itu, lantas anindita langsung berjalan ke arah kamar yang di tempati olehnya. Saat sudah sampai di kamar ia tak menemukan keberadaan Azalia. lalu ia mencari di kamar mandi, namun hasilnya nihil ia lagi-lagi tak menemukannya.

__ADS_1


Ia pun kembali ke arah sosok pria itu. "Dimana Azalia zey?"


"Kalau aku tau, aku tak mungkin berteriak-teriak begini?"Pria yang adalah zeyyen merasa kesal karena ia tak menemukan dimana Azalia berada.


Lalu ia mengabari anak buahnya untuk mencari Azalia. Karena sangat penting baginya untuk bisa mendapatkan tanda tangan dari Azalia.


Setelah sambungan terputus ia langsung berlalu pergi meninggalkan mereka.


**


Sementara itu seorang pria sedang makan dengan lahap namun sedikit kemudian ia langsung terbatuk-batuk lantaran ada seseorang yang memanggil dirinya.


Sang mamah dengan sigap memberikan air minum kepada anaknya.


Setelah tak batuk-batuk pria itu menatapnya sambil berdecak sebel. Karena mengganggu sarapannya.


"Apa kau tak bisa menjaga sopan santun kamu? Ini bukan hutan untuk berteriak-teriak? Dan karena kamu anak saya jadi tersedak.!"Bentak Camellia kepada sosok anak kecil kisaran umur sepuluh taun.


"Mah, aku tau anak saya salah namun bukan seharusnya kau membentaknya?"


"Jika tak ingin anak kamu di bentak atau kena marah seharusnya kamu didik dia dengan benar.?!"Camellia berkata kasar kepada ibu dari anak yang ia bentak.


"Bener mah, mamah ga perlu marah-marah? Anak mamah yang tampan ini melebihi ketampanan ayah atau kakak yang jelek itu, masih baik-baik saja kok."


Perkataan anaknya membuat camellia tersenyum dan tak jadi marah. Bahkan sebaliknya Andrean yang cemberut lantaran di katain dirinya jelek oleh sang anak.


Setelah keadaan kembali tenang Andrean menyuruh anaknya gabung bersama untuk sarapan. "Tumben banget kamu kesini? Jangan bilang kau ingin meminta sesuatu dari kami?"Camelia berkata dengan ketus kepada anak tirinya.


"KAU!!"Sambil wanita itu menunjuk ke arah mamah tirinya.


"Kenapa? Benerkan apa aku aku bilang?"


Karena perdebatan semakin panas, Andrean pun angkat bicara, karena saat ini mereka sedang duduk di meja makan.


Males mendengar mereka perdebatan mereka lantas Rian langsung berpamitan kepada mereka untuk berangkat ke sekolah.


Melihat anaknya pergi tanpa makan camellia langsung memarahi anak tirinya gara-gara dia anaknya tak jadi maka apa-apa, ia juga pergi ke kamarnya. Karena ia sangat muak jika harus melihat anaknya yang tak tau diri itu.


"Ada apa sayang?"

__ADS_1


Ragu untuk mengatakannya kepada papahnya karena tak punya keberanian, akhirnya wanita itu pun berusaha untuk menceritakan bahwa dirinya sudah resmi berpisah lantaran suaminya menikah lagi, dia menikahi dirinya karena ibu ingin membalas dendam kepada dirinya.


Andrean pun sangat marah karena anak perempuannya di sia-siakan oleh mantu'nya.


"Kita akan pergi kesana? Papa ingin menghajar suami kamu karena dia terlah membuat putri ayah begini."


"KAU TIDAK BOLEH PERGI DARI SINI!!"


"APA MAKSUD KAMU CAMELL?"


"BUAT APA KAU KESANA JIKA TUJUAN KAMU DI SANA AKAN SIA-SIA BELAKA!"


Entah kenapa Naila menjadi sangat gugup dengan apa yang ibu tirinya katakan, tak ingin berpikiran lebih dalam lagi ia pun membeberkan perkataan ibunya.


"Bener ayah apa yang di katakan oleh mama? Kita tak perlu kesana karena percuma kita kesana palah ujung-ujungnya ribut. Dan aku tak ingin itu terjadi dan lagian aku sudah berjanji akan melepaskan dia asalkan dia tak membawa putriku."


Andrean hanya bisa menghela nafasnya ia bingung kenapa hubungan anaknya bisa kandas seperti ini.


Camellia hanya mendengus sebel. 'Aku akui teryata akting kamu bagus juga? Tapi akan aku patahkan akting kamu sesuatu saat nanti' Pikir camellia.


***


Di sebuah bangunan yang terlihat sangat kuno terdapat seorang wanita dan sosok bayangan sedang menikmati desiran angin yang sangat sejuk tak lupa juga dengan air yang mengalir dari pegunungan membuat tempat itu menjadi sangat indah.


"Kau sangat cantik zaza? Namun sayang kita sudah tak bisa bersama lagi."


Perkataan sosok bayangan itu membuat wanita itu meneteskan air matanya, ada guratan kesedihan terpancar dari muka wanita itu.


"Azalia berapa hari lagi aku akan membebaskan kamu dari janji-janji yang kita buat. Dan batas waktu untuk melindungi mu sampai di bulan purnama tiba karena itu sudah menjadi hukum alam yang sudah di tentukan. Ingatlah aku akan selalu ada di dekat kamu sampai kamu bahagia Azalia karena hati aku akan selalu buat kamu seorang,"


Setelah mengatakan itu ia mengantarkan Azalia pergi dari tempat itu. sampai di depan istana Zans Anderson. Secara perlahan bayangan itu menghilang.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM2.

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK LIKE KOMEN END VOTE YGY.


__ADS_2