BELENGGU CINTA ( Balas Dendam ) 2

BELENGGU CINTA ( Balas Dendam ) 2
Gadis Cerewet


__ADS_3

Zavior, yang mendapatkan kabar sang mommy pergi dari langsung bergegas pergi meninggalkan area kantor. Dengan terburu-buru ia berjalan, sampai ia menabrak seseorang yang tidak ia kenali. Namun karena ia menghawatirkan keadaan sang mommy ia mengabaikan orang yang ia tabrak.


Rasa khawatir kepada sang mommy sampai ia hampir menabrak seorang gadis, jika saja ia tidak langsung mengerem dengan cepat.


Dengan malas ia keluar dari mobil, lalu menghampiri seorang gadis yang hampir ia tabrak.


"Apa kau punya mata?!"Zavior berkata dengan suara dingin, dan datar. Ia sangat tidak suka jika ada seorang yang mengganggu perkerjaan' nya apa lagi seorang gadis yang masih labil..


"Om, harus'nya om bantu aku berdiri bukan tau'nya ngomel saja. Dan ya aku ini punya mata, mata om aja kali yang lagi sliwer gak liat jalan."Oceh gadis itu kepada pria yang tak lain adalah zavior.


"Kau?!!"Zavion sambil menunjuk ke arah gadis itu, ia sangat geram dengan tingkah laku Gadi di depannya.


"APA!! Memang bener kan? Om tidak liat tuh lampu udah berganti buat perjalan kaki."Sontak perkataan gadis itu membuat zavior bungkam, tapi ego yang sangat besar membuat ia tidak bisa memaafkan gadis di depannya.


"Cepat om bantuin aku berdiri."Gadis itu sambil merentangkan kedua tangannya ia ingin sekali mengerjai pria yang sudah membuat dirinya jatuh. "Oh, iya om. Om itu jangan marah-marah gak baik, apa om gak liat ada kerutan di wajah om"Sambungnya.


Zavior yang mendengar ocehan gadis itu merasa frustasi, karena kupingnya sangat panas. Karena tak ingin, membuang waktu lagi ia langsung menggendong gadis itu ke mobilnya. Setelah memasukkan gadis itu ke kursi penumpang ia lalu berjalan ke arah kursi pengemudi.


"Om kita mau kemana?"Tanya gadis itu kepada zavior setelah melihat mobilnya berjalan.


Zavior yang sudah merasa pusing pun mengabaikan ocehan gadis itu yang terkesan seperti burung kakak tua.


"Om aku ingi.."Ia menghentikan kata-kata karena ada sebuah benda kenyal menempel di bibirnya.


Sepersekian detik gadis itu membulat kan mata'nya karena tanpa izin om-om Kutub mencium bibirnya.


Setelah cukup tenang, zavior melepaskan ciumannya dari bibir gadis itu. Tanpa di ketahui gadis itu zavior tersenyum tipis karena sangat tipis sampai tidak ada orang yang mengetahui' nya.


Tersadar dari lamunannya gadis itu mencaci maki zavior. "Dasar om kutub Utara, om pedo, om mesum, om sangean. bibir perawan aku di lecehkan oleh bibir buaya buntung."


"Itu akibatnya karena gak bisa diam."Setelah zavior mengatakan itu gadis itu pun membungkam mulutnya dengan tangan kanannya.


Zavior, lalu menjalankan mobilnya kembali guna menemukan mommy'nya. Ia melirik sekilas ke arah gadis di sebelahnya, namun ekspresi yang di tunjukkan oleh seorang gadis itu membuat zavior gemas.

__ADS_1


Setelan berapa jam mencari namun hasilnya nihil ia tak menemukan keberadaan sang mommy, saat ia sedang mengingat-ingat kemana lagi ia harus mencari keberadaan sang mommy.


Zavior pun berfikir tempat, yang belum ia datangi adalah. "MAKAM" Dengan kecepatan tinggi ia melesat ke tempat dimana Daddyny di makamkan. Namun ia melupakan seorang gadis yang sedang berkomat kamit karena ia membawa mobil terlalu cepat.


"Astaghfirullah, Bismillahirrahmanirrahim Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar."Gadis itu pun melafalkan doa makan agar terhindar dari kecelakaan maut.


"Dasar bocah gendeng."gumam zavior yang mendengar doa gadis yang tidak jelas asal usulnya.


Setelah sampai ia keluar dari mobil, ia pun berlari memasuki area pemakaman elit. betapa terkejutnya ia setelah sampai di depan makam sang Daddy, ia melihat seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik dan anggun. namun tatapan wanita itu sangat kosong, mengisyaratkan tidak ada kehidupan di dalam tubuhnya. Ia berjalan perlahan mendekati sang mommy, lalu ia berjongkok di sampingnya.


"Assalamualaikum Daddy. Apa kabar dad,? Pasti Daddy di sana bahagia ya?"Ia menjeda ucapannya sebelum mengucapkan kali. "Dad kau sudah melihat semuanya kan? Apa Daddy tidak ingin membantu sang mommy kembali seperti dulu. Sekarang keadaan mansion Anderson sangat kacau setelah kepergian daddy."Setelah mengatakan itu zavior mengajak mommy kembali ke mansion'nya.


"Dad, kami pamit pulang dulu ya. Zavior janji akan mengajak seluruh anggota keluarga berkunjung ke sini."gumamnya.


Saat sampai di depan mobil ia memasukkan mommy nya ke dalam mobil.


Lantas zavior masuk ke dalam mobil, lalu ia pun menjalankan mobilnya, saat ia melirik seorang gadis di sampingnya, entah kenapa gadis itu banyak diam, tidak ada lagi burung beo mengoceh.


***


Seorang wanita tengah gelisah karena pasalnya ia belum mendapatkan kabar dari cucunya tentang hilangnya sang mantu. bahkan ia sampai mengabaikan orang-arang yang ada di dalam mansion nya.


Namun kekhawatirannya sirna sayang melihat mobil sang cucu ada di depan mansion nya. Dengan langkah cepat ia keluar, dan betapa bahagianya ia melihat mantu tersayangnya ada di depannya.


"Sayang kamu dari mana saja? Kenapa pergi gak bilang-bilang mama?"Walaupun perkataan ia tak di jawab oleh sang mantu tapi ia sangat bahagia karena mantunya sudah kembali.


"Zavi, dimana kamu menemukan mommy kamu?"


Saat zavior akan menjawab pertanyaan oma'nya ada seorang datang menghampiri mereka.


"Emang ya wanita yang kena gangguan mental cuma bisa menyusahkan."Cibir wanita yang tak lain ada anak dari opa nya.


"Oma, sebaiknya Oma bawa mommy masuk karena gak baik mommy di luar, nanti terkena lidah iblis."Ucap zavior sambil melirik ke arah wanita yang baru saja keluar.

__ADS_1


Oma bertanya apakah zavior mau masuk kedalam mansion'nya, karena ia sangat merindukan cucunya ada di samping'nya.


Zavior hanya menggeleng kan kepalanya tanda tidak bisa, karena mansion milik daddy'nya belum di yasinin, makanya banyak makhluk halus atau iblis yang berkeliaran di dalamnya.


Oma Anin, membawa mantunya kedalam kamar untuk mantunya istirahat.


"ANINDITA!"Teriak seorang dari bawah. Anindita lantas keluar dari kamar sang mantu, laku turun ke lantai satu.


"Ada apa?"


"Aku ingin kau buatkan aku makan malam."


"Memangnya siapa diri kamu yang menyuruh-nyuruh saya? kau tau ini adalah mansion saya. Jadi anda tidak berhak atas mansion såya, anda paham."Anindita pun pergi dari hadapan seorang ****** karena ia sudah bertekad untuk melawan, wanita-wanita ular yang ada di rumahnya.


Wanita yang bernama Lidya Pratiwi itu pun. merasa marah bercampur malu, "Awas aja kamu Anindita. gimanapun caranya aku harus mengambil alih kekayaan Anderson."


"Bermimpi lah setinggi yang kau bisa, tapi ingat kalau jatuh jangan nangis. Hahaha"Tawa seorang wanita.


Sebelum wanita rendahan itu berbicara sudah lebih dulu dengan suara wanita dari ujung tangga.


"Gracia? Kamu disini?"Ujar Anindita kepada mantunya.


"Iya mah. cia datang ingin menemui azalia. Dan katanya Azalia habis pergi lagi?"


Anindita pun mengajak mantunya gracia masuk untuk menemui Azalia, Gracia sangat prihatin dengan kondisi sahabatnya itu, "Aza, cepatlah sembuh apa kamu tidak ingin mencari anak-anak kamu yang hilang, sudah 15 tahun kami mencari tapi belum juga ketemu."Bisik Gracia kepada sang sahabat.


"Oh teryata kamu di sini juga.."Tanya seorang wanita yang di ambang pintu.


"Masalah buat kamu.."


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2