
"Mulai sekarang.. aku..."Semua orang merasa tegang Mereke sedang menunggu apa yang akan di katakan oleh azalia, apa lagi saat ini posisi Azalia lebih tinggi dari pada mereka. Jadi mereka takut akan apa yang akan dia ucapkan akan membuat mereka jadi gembel mungkin Tapi tidak dengan keempat orang baru itu ada di mansion Anderson.
"Mulai saat ini aku Azalia Clara Nathania Anderson istri dari almarhum Zayn Erlangga Alexander Anderson. "
Degh. bener saja apa yang mereka takutkan akhirnya terjadi juga, Azalia akan mengambil alih kekayaan Anderson. Bahkan Azalia tidak akan segan-segan buat menghukum orang yang sudah menyakiti keluarga.
"Za. Apa maksud kamu berkata seperti itu? Harusnya seorang pria yang menjadi pemimpin bukan seorang wanita.. Dan ya kekayaan kakak saya Zayn harus menjadi milik saya, bukan menjadi milik wanita yang tidak tau diri."Ini lah sifat asil dari zeyyen keluar.
Degh, Anindita merasa terkejut dengan perkataan anaknya, ia tak menyangka sifat anak'nya sangat mirip dengan sifat neneknya yang gila dengan kekayaan. Ia pun tidak akan membiarkan ini terjadi, jika ini terjadi maka keluarganya akan hancur berantakan.
"Zeyyen. Jaga bicaramu dia itu kakak ipar mu, istri dari kakakmu sendiri."
Zeyyen tak menggubris perkataan ibunya. Bagi dirinya Perkataan ibunya hanyalah Angin lewat, yang tidak perlu di denger.
Seorang wanita, pun mendekati mereka. Ikut menimpali percakapan antara keluarga Anderson.
"Saya setuju. Dengan apa yang kak zeyyen bilang. Aza tidak pantas untuk mengambil alih Anderson."
Azalia. Pun tertawa mengerikan, ia sudah membiarkan para ralat pengganggu berkeliaran di dalam mansion yang di bangun oleh suaminya. Maka karena sudah ada dirinya ia pun akan turun tangan membasmi bakteri yang ada di dalam mansion.
"Denger keputusan aku sudah final. Jika ada yang membantah maka orang itu berhak pergi meninggalkan mansion."
Mereka pun kembali diam. Mereka tidak ada yang ingin meninggalkan mansion Anderson karena sumber kehidupannya ada di dalam mansion, dengan perasaan kesel mereka pun pergi ke kamar mereka masing-masing.
Tinggal tersisa. Anindita, zahair, zavior dan Azalia. Azalia pun langsung terduduk lemas tak berdaya ia sudah gagal menjaga keutuhan Keluarga'nya, ia tidak bisa menepati janji kepada suaminya untuk menjaga Keluarga'nya.
"Mom."Zavior. Menguatkan mommynya agar tidak boleh lemah.
Anindita juga ikut menguatkan mantu'nya, agar dia bisa menjalankan tugasnya. Ia sangat percaya kalau mantu'nya bisa kembali menyatukan keluarga.
__ADS_1
Zavior pun berpamitan kepada mommynya untuk pulang ke apartemennya, karena ia tidak bisa tinggal di sini.
Azalia yang mengerti pun menganggukkan kepalanya. Ia tak melarang anak'nya pergi, karena pasti anaknya merasa tidak nyaman akan situasi seperti ini.
***
Malam hari pun tiba saat ini Azalia sedang makan bersama dengan Keluarga'nya, namun meja makan saat ini berbeda dengan yang dulu. Jika meja makan yang dulu di penuhi dengan keluarga yang sangat bahagia. Namun sekarang berbeda auranya sangat menegangkan.
"Saat ini kau bukanlah keluarga kami nyonya Azalia." Zeyyen berkata dengan dingin dan menekan setiap perkataan yang keluar.
Azalia yang mendengar itu pun menghela napasnya, sangat lelah jika harus berdebat dengan adik iparnya.
"Ya.. Kau bener tuan zeyyen, aku bukan siapa-siapa di keluarga ini, tapi asalkan anda tau kalåu aku adalah orang yang memegang seluruh kekayaan Anderson."
Perkataan Azalia membuat zeyyen tersurut emosi, bahkan ia sampai menggebrak meja karena ia sangat marah kepada Azalia. Dan pergi begitu saja.
Bianca pun berdiri dari tempat duduknya untuk menyusul suaminya, dengan tatapan tajam pengarah ke Azalia.
Klarenzo mengajak istrinya untuk pergi dari meja makan.
Saat ini Azalia sedang berada di kamarnya, ia sedang mempelajari tentang bisnis. Sebelum itu ia mengabari seluruh mantan asisten pribadi suami'nya, karena asisten pribadi suami'nya mungkin bisa membantu dirinya.
Saat ia menelepon asisten pribadi suami'nya, mereka semua terkejut, kalau nyonya'nya sudah sembuh dan bisa memimpin perusahaan yang tuannya kelola selama ini.
Azalia pun meminta pada mereka untuk bertemu di restoran yang dulu sering di kunjungi oleh Zayn.
***
Pagi pun tiba.
__ADS_1
Azalia yang sudah siap untuk bertemu dengan mantan asisten pribadi suami'nya, pun berangkat dengan menggunakan mobil yang ada di parkiran mansion'nya, Mobil yang di Kendari oleh Azalia pun melesat membelah jalan ibu kota.
Berapa saat Azalia terlah sampai di restoran yang mereka janjian. Dan dengan langkah cepat Azalia memasuki ruang VVIP, yang terdapat lima orang pria, salah satunya adalah kakak'nya.
Devano Gumilang, Panji pamungkas, Gevrial Kendra Bagaskara. Ferry dan devino..
Semua asisten pribadi Zayn sudah berkumpul di depan mata Azalia, lalu Azalia pun langsung mengatakan Mas'ud dan pertemuan nya kali ini adalah, ingin meminta bantuan kepada mereka.
Mereka terdiam sebelu mereka mengatakan kalau mereka siap. Untuk kembali' ke dunia bisnis Anderson. Walaupun ada konsekuensinya, adalah mempertaruhkan nyawanya agar perusahaan Anderson yang sudah berdiri berapa tahun yang lalu, tidak runtuh begitu saja.
Setelah mendengar perkataan mereka. Yang ingin membantu dirinya untuk mempertahankan posisinya agar tidak jatuh ke tangan orang yang salah, Azalia pun memberikan rencana kalau kalau mereka akan berkerja di balik layar. Agar tidak ada yang tau, siapa yang membantu dirinya
Namun rencana Azalia di tolak oleh mantan asisten, mareka itu tidak akan pernah terjadi berkerja di balik layar.
Tapi Azalia, menyakinkan mereka agar mau kerja di balik layar, biar mantan asisten Zayn tidak mengalami dampak akan kekejaman bisnis ini.
Lalu. Azalia menatap feri dengan datar, ia tau dia adalah asisten suaminya di dunia bawah. Karena itu ia meminta kepada Ferry untuk berjaga-jaga.
Apa lagi mafia yang di pimpin Zayn sudah di geser menjadi urutan yang ke dua. Bukan apa-apa si, tapi jika ada yang berhasil menggeser posisi mafia di dunia bawa itu berarti akan ada kemungkinan mafia mereka bakalan menyerang mereka.
"Ferry. Aku ingin kau tingkat kan lagi dunia bawah, agar posisi Phoenix black menjadi urutan pertama."Ucapnya.
Kendra. Merasa khawatir dan takut akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, apa lagi dunia bisnis sama dina bawah sangat mengerikan, tapi ini juga demi ke perusahaan yang tuannya rintis sejak masih kecil.
Mereka lalu pergi dari restoran tempat mereka berkumpul.
"Za. Gimana kondisi kediaman Anderson?"
"Sangat kacau kak. Bahkan aku tidak tahu akau di mana saat ini."
__ADS_1
"Za.. Ibu.."