BELENGGU CINTA ( Balas Dendam ) 2

BELENGGU CINTA ( Balas Dendam ) 2
Titik Rapuh Zavion


__ADS_3

Keadaan sudah lebih membaik setelah salah satu bodyguard nya menemukan sang nyonya yang sedang berdiri di depan jalan sambil tersenyum ke arah jalanan, mereka tak tau kenapa Azalia bisa tersenyum tanpa ada seseorang yang ada di sampingnya.


Anindita merasa bahagia karena putrinya sudah kembali ke mansion'nya tanpa ada yang luka sedikitpun.


Lalu seorang pria bertubuh tinggi mendekati Azalia sambil membawa sebuah dokumen penting. Mereka tidak tau apa yang ada di dalam dokumen itu.


"Kakak sebaiknya kau tanda tangani ini..!"


"Apa maksud kamu zey? kenapa Azalia harus tanda tangan?"Anindita berkata pada zeyyen. Ada rasa kecewa yang sangat mendalam di hatinya karena perubahan sikap nya yang sangat kejam.


"Ada tak perlu ikut campur dalam urusan ku? Karena bagiku anda bukan siapa-siapa di istana ini."Ucap datar zeyyen membuat hatinya anindita terluka.


Karena tak punya banyak waktu lagi ia langsung memaksa kakak iparnya untuk tanda tangan. Tapi karena kondisi Azalia seperti itu, zeyyen memiliki cara dengan menggunakan sidik jari Azalia.


Namun sebelum itu terwujud sudah lebih dulu di hentikan oleh seseorang yang mengambil berkas itu.


Dengan cermat pria itu membaca isi dokumen yang tertera, dengan marah ia menyobek kertas itu sampai kecil-kecil, dan


Wush' Pria itu menyebarkan potongan kertas itu, ke atas langit-langit ruangan.


"Teryata paman ku ini sangat licik juga? Saya tak menyangka kalau paman yang dulu baik suka bercanda, sekarang berubah menjadi sangat kejam, licik bahkan sangat gila..!"


PLAK' Satu tamparan mendarat di pipi seorang anak yang berusia 25 tahun. Namun pria itu hanya mengusap sudut bibirnya dengan ibu jari nya. "Jaga bicara kamu Zavion Nathaniel Bastian!! Apa kau tak mendapatkan didikan dari sekolah sampai harus mengatakan itu sama paman."Bentak zeyyen kepada keponakannya yang sangat arogan.


Ya dia adalah Zavion anak dari Azalia dan Zayn. Sekarang dia sudah berubah menjadi seorang pria yang begitu dingin kejam, tak tersentuh. Dengan tatapan tajamnya ia bisa membunuh musuhnya.


Zavion sudah berubah menjadi sosok pria yang tampan di kagumi kaum hawa. tak lupa dengan jangkung kokohnya badan berotot menambah kesan ketampanan Zavion.


"HOHOHO! Teryata pamanku ini sangat lucu."Ucap Zavion sambil terkekeh geli mendengar kata-kata pamannya itu.


Ia berkata tak kalah dingin seakan ada jiwa Zayn berada di dalam tubuhnya, karena setiap ia katakan sangat mirip sekali dengan Zayn. "Tuan zeyyen yang terhormat, saya cuma ingin mengatakan kalau anda tidak berhak atas apa yang sudah Daddy berikan kepada mommy.! Dan satu lagi aku ini sudah di ajari tata krama, tapi tata krama itu akan sirna jika orang itu tak menghormati keluarga ku.?!!"kata Zavion kepada pamannya ia berkata dengan dingin dan kejam.


Setelah mengatakan itu ia berjalan ke arah neneknya yang sudang berdiri tak kala kau dengan mommy nya. Dengan sopan ia menyalami neneknya. "Oma gimana kabar oma? Apa mereka menyakiti oma?"

__ADS_1


Anindita hanya berkata dengan lembut kalau dirinya baik-baik saja, dan mereka tak menyakiti oma karena mereka takut.


Tapi Zavion tak mempercayai perkataan Oma'nya karena ia sangat tau betul jika oma'nya selalu menyembunyikan rasa sakitnya.


Zavion yang memiliki kesamaan seperti Zayn, tentu saja tidak suka jika orang tersayang nya terluka.


Dengan perlahan ia mengambil benda tajam, ia lalu mendekati sang nyonya besar baru dengan memainkan benda tajam itu.


Tentu saja melihat itu para wanita meneguk ludah nya sendiri, mereka merasa takut dengan apa yang akan di lakukan oleh si rubah kejam itu lakukan.


Wust' pisau itu di lemparkan kedepan, namun pisau itu tak mengenai sang nyonya besar baru, cuma ngelewatin nya saja. "Hai mak lampir gimana perkenalan ku padamu? Apa ada yang kurang?"Suara dingin dan datar keluar dari mulut Zavion tak bisa memberikan ketenangan di rumahnya.


Klarenzo yang melihat itu merasa sangat marah dengan itu ia memarahi cucu'nya yang terlalu lancang berbuat seperti itu apa lagi kepada orang yang lebih tua.


"Maaf opa! tadi tangan Zavion tergelecir jadi pisau itu terlepas."


Mereka yang mendengar suara Zavion merasa merinding, karena suara Zavion kali ini sangat menakutkan. Mereka pun dengan terpaksa memaafkan Zavion.


"Ahh Mak lampir kamu bener maafkan aku? Aku ini sebagai cucu yang baik akan menghormati kamu Mak lampir mulai sekarang."Ucapnya dengan dingin, namun terbesit senyum misterius nya.


Saat tangan mereka bersentuhan tanpa di ketahui Mak lampir Zavion memasang alat kejut listrik yang akan membuat si bak lampir tepar.


Dan benar saja si mak lampir merasakan kejutan itu dan tangannya merasa kram sampai tak sadarkan diri.


"Oh astaga Mak lampir."Ucap Zavion pura-pura terkejut dengan tak sadarnya mak lampir. Dengan tak punya perasaan ia mendorong Mak lampir sampai jatuh ke lantai.


"Oh Tuhan maafkan lah atas kesucian tubuhku ini karena sentuhan dari Mak lampir?"Ia berdoa sampai membuat anggota menatapnya. Namun ia langsung merubah menjadi pria dingin.


Klarenzo langsung mengangkat tubuh istrinya ke sofa panjang dan ia membaringkan tubuhnya.


Lalu ia menatap layang ke arah sang cucu, dengan tatapan tajam.


"Apa Opa menuduh ku kalau aku yang berbuat? come on aku tak melakukannya, mungkin Mak lampir mempunyai peryakit serangan jantung yang memegang tangan pria akan langsung pingsan."

__ADS_1


Jawaban'nya Zavion membuat mereka menyipitkan matanya, tak maksud dengan apa yang di katakan oleh zavion.


Karena tak ingin mengurusi hal itu ia mengajak mommy'nya ke kamar untuk istirahat.


***


CEKLEK' Pintu kamar Terbuka ia berjalan mendekati kasur dan membaringkan tubuh mommy nya di king size.


Ia melihat sekeliling kamar mommy tak ada yang berubah, masih sama seperti Tujuh belas tahun yang lalu.


Zavion melihat bingkai foto yang Keluarga, hanya ada Daddy mommy kakak, dirinya dan adek. Melihat kenangan itu air matamu menetes membasahi pipinya.


Tak ia pungkiri kalau daddy'nya harus pergi secepat ini meninggalkan kenangan pahit yang ia lalui.


"Jadi ini maksud perkataan Daddy belasan silam?"


Pikiran pun kembali memutar seperti sebuah kaset yang di putar kembali.


Dia pun terduduk sedih dengan kepala di taruh di atas tangan dengan kaki di tekuk.


HIKS HIKS HIKS HIKS. "Kenapa Daddy pergi meninggalkan kita, apa Daddy tak sayang lagi sama kita? KENAPA DADDY KENAPAAAAA!"Teriak Zavion yang tak sanggup menghadapi kenyataan pahit yang membawa dirinya ke titik terlemah.


"Bangunlah! Jangan menjadi anak yang lemah dan cengeng karena aku tak menyukainya apapun itu permasalahan yang kau hadapi."


"......"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM2.

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK LIKE KOMEN END VOTE YGY.


__ADS_2