
Aku merapikan penampilanku dikamar mandi kantor tidak mungkin aku keluar dengan penampilan seperti ini bajuku sudah dirobek habis untungnya ada jas panjang milik pak angga yang bisa aku gunakan. hatiku sangat sakit atas apa yang dilakukan oleh pak angga malam ini, setelah melecehkanku dia langsung tak sadarkan diri karena mabuk berat, bagian bawahku rasanya sangat sakit air mataku tidak bisa berhenti mengalir, tapi aku harus segera pulang sebelum pak angga bangun, aku belum siap untuk bertemu dengannya.
Taxi online yang kupesan sudah sampai, dengan tergesa-gesa aku manaiki taxi tersebut. Didalam taxi kusandarkan tubuhku yang kelelahan ditempat duduk, melihat keluar jendela kendaraan berbeda jenis berlalu-lalang lampu yang sangat cantik bersinar disepanjang jalan menghiasi malam yang tenang ini, air mataku kembali mengalir kupukul dadaku rasanya sangat sesak dan sakit bagaimana bisa ini terjadi kepadaku ?
" Apa yang harus aku katakan kepada orang tuaku dan zaki ? Bagaimana jika aku hamil ? Apa bajingan itu akan bertanggung jawab sepertinya tidak mungkin dia sangat mencintai kekasihnya dan dia memiliki kuasa, pak angga bisa melakukan hal buruk kepada aku dan anaknya sendiri karena kami tidak diinginkan, tidak tidak aku tidak boleh berfikir seperti ini semuanya pasti akan baik-baik saja aku tidak mungkin hamil ".
dina berbicara didalam hati.
Setelah membayar taxi aku turun berjalan dengan gontai, saat pintu terbuka kulihat ayah dan ibuku sedang tertawa bersama sambil menonton tv mereka terlihat sangat bahagia, seandainya mereka tau apa yang terjadi padaku mereka pasti sangat kecewa.
" dina kamu sudah pulang nak ".
Ucap ayahku hangat, dia seorang ayah yang sangat sabar bahkan selama aku menjadi anaknya tidak pernah dia memarahiku sekalipun aku melakukan kesalahan.
" iya ayah dina sudah pulang ".
Aku cium tangannya dan tangan ibu.
" dina sekarang makan dulu ibu sudah masak makanan kesukaanmu ".
Ibuku dia membelai kepalaku dengan sangat lembut rasanya sangat menenangkan, aku hanya mengangguk tersenyum kepada mereka dan segera menuju kamar, tubuhku rasanya sangat sakit dan lelah. Kucoba pejamkan mataku dan berfikir positive bahwa hari esok semuanya akan baik-baik saja tidak akan terjadi apa-apa.
akhirnya aku terlelap.
Satu bulan kemudian......
Semua berjalan seperti biasanya, pak angga dia juga bersikap biasa saja seperti tidak ada yang terjadi bahkan kata " maaf " tidak terucap dari mulutnya, satu minggu yang lalu dia juga sudah menikah dengan kekasihnya zafira.
marah dan benci itu yang saat ini aku rasakan kepada pak angga, tetapi aku tidak bisa melakukan apapun bahkan hanya untuk protes aku tidak bisa.
Saat ini aku sedang berdua dengan pak angga diruang meeting sambil menunggu tamu yang akan datang.
" ayo dina kamu harus profesional ".
Ucapku dalam hati menyemangati diri sendiri.
__ADS_1
Tiba-tiba pak angga memberikanku dua pil obat, aku yang bingung hanya diam.
" minum ini dina saya tidak mau kamu hamil, keturunan renandra tidak berhak lahir dari rahim kamu ".
Ucap pak angga tanpa beban, Jantungku berdetak jauh lebih cepat dari barusan, aku yang mencoba mati-matian untuk bersikap biasa saja atas apa yang terjadi diantara kita sedangkan pak angga sepertinya ini sangat mudah baginya, dan hal ini benar-benar menyulut amarahku.
" pak angga, bapak tidak lupa kan jika ini 100% kesalahan bapak ? ".
Tanganku mengepal menahan
amarah
" saya tau kesalahan saya dina maka dari itu saya tidak ingin kamu tertarik dalam masalah lebih jauh, jika kamu hamil maka semuanya akan semakin rumit, saya akan beri kamu uang berapapun yang kamu mau asal turuti perkataan saya dan jangan sampai ada orang lain yang tau akan hal ini ".
Pak angga menatapku sangat dalam.
" saya tidak menyangka seorang angga renandra yang terkenal baik hati dan sempurna ternyata hanya seorang laki-laki berfikir sempit dan suka merendahkan orang, bahkan mengucapkan kata maaf saja anda tidak bisa, jangan hanya karena anda kaya dan berkuasa membuat anda berfikir bahwa semua masalah dapat diselesaikan dengan uang ".
Aku keluar dari ruangan tanpa mengucap sepatah kata pun dan pak angga juga diam.
Baru satu langkah keluar dari pintu aku terkejut melihat zaki yang berdiri disini, dia menatapku dengan wajah yang terlihat kecewa tanpa mengatakan apapun tiba-tiba dia pergi, aku diam mematung apa zaki kekasihku mendengar perkataanku dengan pak angga.
setelah jam kantor selesai aku bergegas pulang dengan memesan taxi online, tetapi aku merasa heran teman-teman kantorku menatapku sinis dan berbisik-bisik satu sama lain seperti sedang membicarakanku bahkan saat aku mencoba ramah dengan tersenyum mereka memalingkan muka dengan masam, apa salahku ?
" kasian banget ya pantes aja dapat jabatan sekretaris tenyata hasil dari goda bos ".
Aku menghentikan langkahku mendengerkan perkataan itu jelas-jelas ditujukan kepadaku.
Kuhampiri mereka yang sedang membicarakanku.
" apa maksut kalian ? ".
Clara teman kantorku maju semakin mendekat sambil tersenyum sinis
" eh dina satu kantor juga sudah tau kalau kamu itu suka menggoda pak angga demi naik jabatan, dan juga katanya kamu hamil sama laki-laki lain tapi menuduh pak angga yang menghamili ".
__ADS_1
" plakk ".
Aku menampar clara sampai dia menoleh dan menyentuh pipinya yang kini sudah memerah, semua orang memperhatikan kami.
" siapa yang sudah menyebar rumor seperti itu, saya tidak hamil dan saya tidak pernah menggoda siapapun termasuk pak angga, jadi jangan pernah ada lagi yang berbicara sembarangan tentang saya atau saya laporkan kepolisi atas pencemaran nama baik ".
Semua orang diam termasuk clara aku segera pergi dari tempat ini, bagaimana bisa nasibku seperti ini aku sudah dilecehkan dan kini masih difitnah atas hal yang tidak aku lakukan.
Semenjak kejadian itu hidupku semakin berantakan kekasihku zaki selalu menghindar dan mengabaikanku, rumor tidak benar itu juga semakin meluas dan menjadi perbincangan hangat dikantor.
tapi aku harus tetap bekerja profesional karena mendapat pekerjaan ini sangat sulit, ada yang mengetok pintu ruanganku, aku menyuruhnya masuk ternyata dia zaki.
Zaki duduk didepanku, aku tersenyum cerah melihatnya ada didepanku karena jujur aku sangat merindukannya.
" zaki tolong jelaskan kepadaku kenapa akhir-akhir ini kamu selalu menghindar ".
Tanyaku padanya yang kini tengah menatapku sangat dalam.
" dina aku mau kita mengakhiri hubungan ini ".
Aku terkejut dengan ucapan zaki yang secara tiba-tiba, aku bangun dari tempat duduk dan menatapnya dengan tajam
" kenapa zaki ? Apa kamu malu punya pacar seperti aku karena termakan oleh gosip murahan itu ".
Mataku sudah memanas rasanya ingin menangis.
" aku mendengar semua yang kamu bicarakan dengan pak angga ".
Deg jantungku rasanya seperti berhenti ternyata dugaanku selama ini benar.
" aku tau rahasia besar kamu dengan pak angga dina, hari itu aku ingin memberikan siplah keuangan kepada pak angga tapi tanpa sengaja aku mendengar bahwa kekasihku telah berhubungan badan dengan laki-laki lain ".
Zaki juga berdiri, nafasnya terlihat memburu.
" zaki kamu tau kalau aku dilecehkan ? Kamu pasti dengar juga hal itu, seharusnya kamu sebagai kekasihku membela dan menemaniku disaat aku dalam keadaan terpuruk seperti ini, tapi apa ? Kamu tidak ada disaat aku butuh kamu, tanpa meminta penjelasan apapun kamu hanya menghindar dan sekarang meminta mengakhiri hubungan ini, aku kira kamu berbeda zaki tapi ternyata kamu sama aja dengan mereka yang selalu menyudutkanku atas kesalahan yang tidak aku perbuat.
__ADS_1
Zaki hanya diam mendengar perkataanku, aku menggelengkan kepala mengungkapkan bahwa aku sangat kecewa kepadanya.
aku segera meninggalkan ruangan dan pergi keluar, kepalaku sangat sakit bahkan untuk sekedar berbicara lebih lama dengan zaki, aku butuh sedikit ketenangan.