
Aku terus memanggil nama ayah berharap dia akan menolongku yang kini ketakutan diseret oleh warga, tetapi tidak mungkin karena ayah sudah dipaksa masuk oleh kak doni dan kak diva, kenapa saudaraku sangat jahat kepadaku ?, akhirnya aku sudah pasrah diam tidak memberontak lagi mengikuti warga kemanapun mereka akan membawaku, menjelaskan juga tidak akan ada yang mendengarkan.
setelah cukup jauh dari komplek tempat aku tinggal mareka mendorongku hingga aku tersungkur ketanah, tanganku mengepal menahan amarah, aku berusaha berdiri dan menatap semua warga dengan tatapan tajam dan mereka mendelik tidak suka.
" pergi kamu dina jangan pernah berani-beraninya menginjakkan kaki dilingkungan kami lagi ".
Kata tante riri sinis.
" benar jala*ng sampah seperti kamu tidak berhak berada diantara kami ".
" pergi kamu dina ".
warga lain terus melontarkan hinaan kepadaku, akhirnya aku mengatakan sesuatu.
" saya akan pergi dari sini, saya juga tidak sudi tinggal dilingkungan yang dipenuhi oleh orang-orang yang hanya bisa menghakimi orang lain tanpa mencari tau kebenarannya lebih dahulu, semoga anak, keluarga kalian tidak mengalami hal seperti saya DILECEHKAN LALU DISUDUTKAN SEAKAN-AKAN SAYA ADALAH ORANG YANG PALING SALAH DISINI ".
Aku menekan kata-kataku di akhir.
setelah mengatakan itu tanpa menunggu balasan mereka, aku mengambil tas besarku yang sudah mereka siapkan dan segera pergi dari sini, mereka masih terus menghinaku dengan kata-kata jahat bahkan melempariku dengan krikil-krikil, aku mempercepat langkahku.
Air mataku terus mengalir, cukup jauh aku berjalan tanpa arah, kakiku sudah sakit kemana aku harus pergi ?.
Tiba-tiba ada mobil yang berhenti disampingku, saat kaca mobil diturunkan disana terlihat Angga renandra dengan mudah menyuruhku untuk segera masuk kedalam mobilnya.
Dadaku bergemuruh sekarang apalagi yang dia inginkan ?, aku tidak menghiraukan dia dan tetap berjalan, pak angga turun dari mobil terus memanggil namaku menyuruhku untuk segera berhenti tapi aku tidak mendengarkan dan terus berlari, hingga akhirnya tanganku ditarik kebelakang pak angga menangkapku kami saling tatap dan nafas pak angga terlihat memburu begitupun dengan aku, sekitar 15 detik kami diam, tiba-tiba pak angga menarikku paksa aku memberontak hebat trauma karena kejadian ini persis seperti waktu dia akan melecehkanku.
Aku berteriak meminta tolong tapi tempat ini sangat sepi.
" pak angga lepaskan saya apa yang anda inginkan ".
Keluhku
" diam dina dan ikuti saya ini semua demi kebaikan kita berdua ".
Jawab pak angga.
Akhirnya dia berhasil memasukkanku ke dalam mobil, tanpa menjelaskan apapun lagi dia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
" pak angga jawab kemana bapak akan membawa saya pergi ".
" saya mau bayi yang ada didalam perut kamu itu segera digugurkan ".
Aku terkejut, digugurkan ? Tidak aku tidak mau, anak ini harus tetap hidup.
" dasar iblis kamu angga renandra, setelah mengambil kehormatan seorang wanita lalu menghancurkan hidupnya, sekarang kamu ingin membunuh darah dagingmu sendiri ? ".
Ucapku penuh amarah.
" saya tidak menginginkan anak itu, anak itu hadir hanya karena sebuah kesalahan ".
__ADS_1
Angga dia memukul setir mobil.
" kenapa ? Apa bapak takut anak ini akan mengancam kedudukan anak bapak dengan zafira ? ".
Aku berbicara mencoba setenang mungkin.
" DIAM KAMU DINA, JIKA BERBICARA LAGI MAKA BUKAN HANYA ANAK ITU YANG AKAN SAYA BUNUH TAPI KAMU JUGA AKAN SAYA SINGKIRKAN ".
pak angga berteriak aku terkejut, aku harus menyelamatkan bayi ini, kupegang setir mobil dan mulai mengganggu konsentrasi pak angga hingga mobil bergerak tidak karuan.
" dina lepaskan, apa kamu gila kita bisa celaka " .
pak angga menatapku tajam dan berusaha nenepis tanganku
" kalau pak angga akan membunuh saya dan bayi ini, maka pak angga juga harus mati bersama kami ".
Jawabku penuh penekanan.
" dasar wanita gila ".
Kata pak angga.
aku tidak menjawab dan terus berusaha agar pak angga menghentikan mobilnya.
Mobil terus bergerak tidak karuan hingga akhirnya mobil nenabrak tiang lampu yang ada didepan, lalu mobil terbalik pak angga terpental jauh kejalan sedangkan aku tetap didalam mobil yang kini sudah mengeluarkan asap.
" ayah ".
~ ~ ~ ~
Aku mencoba membuka mata yang rasanya berat, pudar yang kulihat hanya atap putih.
" apa aku sudah mati ? ".
" dina kamu sudah bangun nak ".
Aku terkejut mendengar suara seseorang, apa dia malaikat ?
" cepat panggil dokter ".
Pak toni ? Benar dia pak toni yang menatapku dengan tatapan sendu, air mataku mengalir ternyata aku masih hidup.
dokter perempuan dan tiga perawat masuk keruanganku memeriksaku dengan teliti.
" keadaannya sudah membaik pak ".
pak toni menghela nafas panjang.
" syukurlah dokter akhirnya setelah dina saya koma selama dua minggu dia sudah sadar, terima kasih dok ".
__ADS_1
Kata pak toni.
Dokter itu keluar meninggalkanku berdua dengan pak toni, barusan juga ada supir pak toni tapi dia sudah keluar.
" dina ".
Pak toni memanggilku sangat lembut sambil mengelus rambutku.
" pak toni, apa bapak yang menyelamatkan saya ".
Tanyaku pelan.
" benar dina, setelah dari rumah sakit menemui almarhum ibumu saya menyuruh pak zen supir saya agar mengawasi kamu, pak zen bilang kalau kamu diusir oleh warga jadi saya ingin mengajak kamu agar tinggal dirumah yang sudah saya siapkan, tapi anak saya yang bodoh itu dia ingin menyelakaimu dan cucu saya, untung saya masih memiliki kesempatan menyelematkan dina sebelum mobil itu meledak ".
Aku menangis mendengar perkataan pak toni.
" terima kasih pak sudah menyelamatkan saya ".
Aku berbicara sangat lemah, aku menyentuh perut rataku dan wajahku panik.
" tenang dina bayi kamu tidak papa dia anak kuat ".
Aku tersenyum lebar, bayiku selamat.
" dina boleh pak toni bertanya sesuatu ? ".
Aku menatap pak toni dan mengangguk kecil.
" kenapa kamu sangat menyayangi anak ini dina padahal karena kehadiran anak ini hidupmu menjadi rumit ".
tanya pak toni serius
" saya hanya orang lemah yang tidak memiliki kekuasaan, tetapi saya memiliki dendam yang besar terhadap orang yang sudah menghancurkan hidup saya dan anak ini adalah satu-satunya yang bisa membantu saya untuk balas dendam pak toni ".
kudengar pak toni menghela nafas lalu tersenyum.
" dina saya bersumpah anak ini akan menjadi pewaris tunggal kekayaan keluarga renandra dan kamu akan mendampinginya nanti".
" bagaimana caranya pak ?, angga tidak akan pernah membiarkan ini terjadi ".
Tunggu angga, bukankah dia kecelakaan denganku bagaimana nasibnya sekarang ? Apa dia selamat.
" bagaimana dengan angga apa dia selamat ".
Tanyaku pada pak toni
" angga selamat dina lukanya memang cukup parah tapi dia sudah membaik bahkan dia sudah pulang kerumah, dan kamu tidak usah khawatir tentang bagaimana caranya anak kamu bisa menjadi pewaris tunggal karena saya sudah memiliki rencana ".
" bagaimana caranya pak ".
__ADS_1
" saat menyelamatkanmu kemarin saya membawa mayat seorang wanita yang saya letakkan tepat diposisimu didalam mobil, barang-barang kamu sudah saya pindahkan ke mayat itu dan tidak lama mobil meledak menghanguskan mayat itu sampai tidak dikenali identitasnya tapi saya sudah memanipulatif mayat itu agar dikira kamu, jadi angga, keluargamu dan semua orang mengira bahwa kamu sudah tiada ".
Aku menganga mendengar perkataan pak toni, keluarga renandra memang sangat mengerikan, pak toni menyelamatkanku pasti hanya karena menginginkan anak yang ada didalam perutku.