
Aku pergi ke kantor untuk menemui pak angga, aku curiga dia yang sudah membuat fitnah sekeji ini terhadapku.
Semua mata menatap ke arahku mungkin karena penampilanku yang sangat berantakan, rambut acak-acakan dan mata sembab atau mereka menatapku karena aku adalah topik perbincangan hangat dikantor ini sebagai sekretaris penggoda ?, aku terus berjalan tidak peduli dengan mereka kini yang ada difikiranku hanya satu yaitu pak angga .
Kini aku sudah didepan ruangan pak angga tanpa permisi aku langsung masuk tapi sialnya tidak ada orang, dia tidak ada disini.
baru mau keluar tiba-tiba ada seorang wanita cantik masuk dengan rambut panjang bergelombang berwarna coklat, kami saling tatap beberapa detik, setelah itu aku memalingkan muka dan berjalan lagi tapi wanita ini dia menahan tanganku, ada apa ini siapa dia ? Aku tidak mengenalnya.
" kamu dina " ?
Tanya wanita itu.
Aku hanya mengangguk kecil tidak ada lagi wajah ramah yang biasanya selalu kutunjukkan kepada semua orang.
" saya zafira istri sah angga renandra ".
lanjutnya...
aku hanya tersenyum dan mengucapkan permisi untuk segera pergi dari sini tapi lagi dan lagi dia menahan tanganku, sebenarnya apa maunya sekarang ? keadaanku sedang tidak baik-baik saja emosiku sedang tidak stabil, dan istri sah pak angga ini membuatku marah.
" dimana pak angga ? ".
Kini aku yang bertanya
" kenapa kamu mencari suami saya ? ".
Dia bertanya sambil tersenyum entah kenapa hal itu membuatku muak karena marah dengan suaminya jadi terimbas ke zafira.
" ada hal penting yang harus saya bicarakan dengan dia ".
" bicarakan saja kepada saya biar nanti saya yang sampaikan kepada angga ".
aku tersenyum mendengar perkataannya.
" apa ibu zafira termakan juga dengan gosip murahan yang menyebar dikantor ini bahwa saya menggoda suami anda ".
Dia menghela nafas.
" saya tidak menuduh kamu dina, benar saya memang mendengar desas-desus tentang kamu dan suami saya, jadi mengertilah saya hanya tidak ingin lagi kamu berbicara dengan angga karena jika ada yang melihat maka akan terjadi salah faham yang lebih besar entah itu memang benar atau tidak ".
ucap zafira dengan serius.
" tapi saya sekretaris pak angga bagaimana bisa saya tidak berbicara dengan dia ".
__ADS_1
Kini aku sudah meninggikan suaraku karena kesal, sial emosiku selalu saja tidak bisa dikendalikan dengan baik.
" kamu dipecat dari perusahaan ini ".
Deg aliran darahku rasanya berhenti sejenak mendengar perkataan ibu zafira, aku hanya diam rasanya tidak bisa mengucapkan apa -apa, zafira dia mengambil kertas didalam tasnya dan memberikan kepadaku.
" maafkan kami zafira, tapi ini yang terbaik untuk semuanya, ini surat pemecatan kamu dan gajimu bulan ini ".
karena aku lama mengambil surat dan uang itu, zafira mengambil tanganku dan memaksaku untuk memegangnya lalu dia melangkah keluar tapi sebelum itu aku mengatakan sesuatu.
" mau aku menjelaskan seperti apapun dan bagaimanapun tidak akan ada yang percaya kepadaku, zafira aku dilecehkan secara paksa oleh suamimu dia mengambil kehormatanku bukan hanya itu saja dia telah menyebar fitnah bahwa aku yang paling salah dan menjijikkan disini, dan kini aku hamil anaknya ".
Air mataku turun dadaku sesak rasanya sangat sakit.
" tidak mungkin dina suamiku tidak mungkin melakukan itu semua aku istri sahnya juga sedang hamil, kini aku benar - benar percaya bahwa kamu wanita penggoda dan pengarang cerita yang handal, kamu ingin mendapatkan suamiku karena ingin mencapai tujuanmu sendiri ".
Zafira terlihat sangat marah tangannya mengepal.
aku hanya tersenyum.
" kalau kamu tidak percaya bagaimana setelah anak ini lahir kita melakukan tes DNA jika benar didalam anak yang sedang aku kandung ini mengalir darah renandra, pak toni mengatakan anakku akan menjadi pewaris tunggal diperusahaan ini BUKAN ANAKMU ZAFIRA ".
Aku menekan kata diakhir kalimatku fikiranku sudah kalang kabut bahkan aku tidak sadar apa yang sudah aku katakan.
Zafira terlihat marah dan gelisah dengan perkataanku aku bisa melihatnya dengan jelas.
" kamu hanya menantu yang tidak diinginkan oleh pak toni renandra begitupun dengan anakmu bahkan dia mengatakan tidak sudi pewaris renandra lahir dari rahimmu, jika kamu menganggapku wanita lemah kamu salah besar zafira, suamimu telah menghancurkan hidupku dan esok atau nanti bukan tidak mungkin aku yang akan menghancurkan hidup kalian ".
Plakkk
pipi kananku rasanya panas zafira menamparku, dadanya naik turun tapi dia tidak mengatakan apapun entah karena tertampar fakta atau kehabisan kata-kata aku tidak peduli, aku hanya tersenyum dan mendekat kepadanya.
" kita tunggu saja zafira ".
zafira diam menatapku dengan tajam.
Aku mau keluar tetapi amarahku semakin membuncah melihat angga berdiri diambang pintu menatapku sambil mengepalkan tangan, aku mendekat kearahnya dan menamparnya dengan keras sampai dia menoleh melampiaskan semua rasa marah, benci dan dendamku tanpa kata-kata.
Angga mengangkat tangannya hendak menamparku juga tapi tidak jadi dia menahan tangannya.
zafira tetap diam hanya menatap kita.
" kenapa berhenti pak ? ayo tampar saya brengsek, dasar laki-laki sampah tidak punya hati, kamu salah telah mempermainkan wanita seperti saya pak ".
__ADS_1
aku berbicara sambil menunjuk jari telunjukku tepat didepan wajahnya.
" cukup zafira sekarang kamu pergi dari kantor saya dan jangan pernah kembali lagi kesini ".
" saya juga tidak sudi kembali lagi kesini ".
aku segera pergi dari ruangan ini sangat muak lama-lama berada disini.
namun sebelum keluar dari kantor aku ingin menemui zaki, aku keruangannya tapi zaki tidak ada disana, kakiku melangkah ke dapur karena memang ini tempat favorit zaki saat merasa jenuh dengan pekerjaannya.
Dan benar zaki berada disana aku tersenyum walau dia telah menyakitiku, tapi entah kenapa hatiku masih merindukannya.
Kakiku melangkah menuju zaki tapi langkahku berhenti ketika melihat dia sedang berbicara dengan siapa, benar dia berbicara dengan clara.
Aku mendengar mereka menyebut namaku, aku bersembunyi dibalik tembok dan menguping pembicaraan mereka.
" hari ini dina dipecat, dengar-dengar katanya bu zafira langsung yang mecat dia ".
Kata clara
" iya aku juga dengar biarkan saja dia pantas mendapatkan itu ".
deg mataku memanas bagaimana bisa zaki mengatakan itu.
clara menggenggam tangan zaki mereka saling tatap dan tersenyum hangat.
" sayang aku senang akhirnya tidak ada lagi yang menghalangi hubungan kita dan setelah ini aku bisa menjadi sekretaris menggantikan dina ".
zaki tertawa mendengar perkataan clara.
" benar clara, tidak sia-sia kamu menyebar rumor itu, pak angga pasti sangat berterima kasih atas yang kamu lakukan, dan juga aku sudah merekam perkataan pak angga dan dina hari itu diruangan meeting rahasia besar seorang angga renandra ada ditangan kita jadi jangan sungkan untuk meminta sesuatu kepadanya ".
" kamu benar zaki sekarang kita bisa mengandalikan pak angga ".
Mereka tertawa bersama, tanganku mengepal ternyata fitnah itu semua perbuatan clara, sedangkan zaki bagaimana bisa dia setega ini terhadapku pasti dia sudah memiliki hubungan dengan clara sejak lama.
Aku ingin menghampiri mereka tapi tiba-tiba telfonku berdering membuat mereka menatapku, zaki dan clara terkejut mereka menatapku dengan wajah panik.
Aku juga menatap mereka dengan tatapan tajam, tapi melihat nama kak doni yang tertera dilayar aku harus mengangkatnya.
" halo kak doni ada apa ? ".
" ibu meninggal din ".
__ADS_1
hanya tiga kata dan itu mampu membuat duniaku rasanya runtuh lebih sakit dari apapun yang pernah aku alami, aku kehilangan seorang ibu.