Berawal Dari Paksaan

Berawal Dari Paksaan
Sekamar


__ADS_3

Sampai dikamar Ifa langsung merebahkan dirinya diatas ranjang tanpa melepas gaun yg sedari tadi pagi dipakai.


"Loe gk mau mandi" tanya putra yg berhasil membuat Ifa membuka matanya.


"Gue capek mau tidur kalau loe mau mandi sana mandi sendiri gak usah ngurus gue"


"Loe gk gerah apa dari tadi pagi gak mandi" celetuknya.


"Gue mandi ntar aja" Putra seketika ikut merebahkan dirinya di samping Ifa yg membuat ifa langsung bangun.


"Loe ngapain tidur disini"


"Kenapa gue juga capek mau istirahat"


"Gak bisa gue gak mau loe tidur diranjang gue" sambil menarik putra untuk bangun dari kasurnya.


"Loe apa-apaan sih" bentak putra dan menghempaskan tangan Ifa.


"Kalu gue gak tidur disini lalu dimana ? dikamar tamu ? denger iy kita udah nikah jadi sekarang gue ini suami loe jadi gue berhak atas kamar ini" cetusnya


Ifa lupa kalau sekarang putra adalah suaminya. Tanpa menjawab putra dia langsung pergi kekamar mandi.

__ADS_1


"Aneh bangett tuh cewek" ucap putra yg melihat tingkah ifa yg sudah jadi istrinya itu.


Dalam kamar mandi Ifa lupa tak membawa baju ganti. alhasil dirinya keluar dengan hanya berbalut handuk yg tak sampai lutut. dirinya berharap kalau putra sudah tidur.


"Sgukur dia udah tidur" ucapnya lalu dirinya mengendap-ngendap seperti maling agar putra tk mendengar langkah kakinya.


Putra yg pura-pura tidur sesekali melihat istrinya dan tertawa cekikikan dalam hati. dia juga tertegun karena batu kali ini dia melihat Ifa hanya memakai handuk yg menurut putra bisa dibilang sexi.


"apaan sih gue kok malah mikir yg aneh-aneh" membuang jauh-jauh pemikirannya itu. Namun ide jail muncul dalam otaknya.


"Eeehhhheemmm... yg berhasil membuat ifa menoleh dan menggigit bibir bawahnya sambil menutupi dada dengan kedua tangannya.


"Loe ngapain mengendap-ngendap gitu" yang berhasil membuat Ifa panik seketika.


Putra semakin ingin menjailinya. "Loe sengaja mau goda gue iy" berdiri dan melangkah mendekati Ifa.


"Loe mau apa ? jangan deket-deket sana menjauh" namun putra malah tambah mendekati ifa yg sudah terpojok ketembok. putra semakin puas karena ifa merasa panik dan ketakutan.


"Berhenti gak ; gue bilang berhenti loe gak denger iy" putra tersenyum licik dan jarak mereka sudah dekat semakin dekat dan hanya menyisakan jarak 3 senti dari ifa.


Ifa memejamkan matanya dan putra tersenyum puas melihat itu. "wkwkwkwkwk loe ngarep gue cium iy" menjauh dari dirinya.

__ADS_1


"Dirinya yang merasa malu karena dia berfikir yang enggak-enggak semakin merah deh pipinya. "Duh **** bangett sih gue mikir kayak gitu" gerutunya dalam hati.


"Ss....siiapa juga yg berharap dicium Cowok Gila kayak loe" terbata-bata ifa mengatakannya.


"Iy elah bilang aja loe mau gk usah ngeles gitu" putra yg semakin puas melihat pipi ifa semakin merah merona dibuatnya.


Ifa langsung ngambil pakaiannya dan berlalu ke kamar mandi dengan terburu-buru. sedangkan putra yang melihat itu merasa menang dan twrtawa sangat keras sampai membuat ifa jadi kesal dibuatnya.


Setelah ganti pakaian ifa ngambil bantal yg ada diranjang dan membawanya ke sofa namun putra masih belum puas jailin dirinya.


"Mau kemana sayang , sini tidur disamping aku" godanya dengan senyum mematikan.


"Gue gak sudi tidur seranjang sama Cowok Gila dan Mesum kayak loe" langsung merebahkan diri disofa yg sebenarnya tk cukup untuknya.


Putra yang melihat itu sangat puas . "Tadi dia bilang apa ? Mesum ? " dia seperti itu kan hanya ingin menjailinya kenapa dia bilang gue mesum" batinnya.


BERSAMBUNG


Gimana kelanjutannya iy ??...


penasaran kan pasti 😄

__ADS_1


**NEXT.... GAESSS...


HAPPY READING**


__ADS_2