Berawal Dari Paksaan

Berawal Dari Paksaan
Ngidam


__ADS_3

Hari demi hari putra dan ifa semakin mesra apa lagi sekarang ifa sedang mengandung anaknya sekarang usia kandungan ifa sudah 2 bln sejak hari itu tingkahnya yang kekanak kanakan membuat putra semakin gemes saja.


"Mas aku pingin martabak telor, mas ..." ifa mengguncang guncang tubuh suaminya yang masih tidur "ada apa hmm" ucap putra tapi matanya masih terpejam.


"Mas aku pingin martabak telor ayo bangun beliin aku martabak telor mas" putra mengucek-ngucek matanya baru ia bangun dan melihat jam di dinding kamar mereka.


"Sayang ini udah jam 11 malam mana aja yang jual kalau jam segini udah iy besok aja aku beliin sekarang yuk tidur aku masih ngantuk sayang besok harus kerja"


"Aku maunya sekarang mas bukan besok ayo beliin buat aku mas" rengeknya.


"Sayang kamu liat tuh jarum jam udah menunjukkan pukul 11 gak akan ada yang jual sayang"


"Tau aaah kamu gak peduli dan gak sama aku dan calon anak kita" ngambek ifa dengan kedua tangan melipat dilerutnya.


"hmmmm dengus putra... iy udah aku cariin sekarang gak usah ngambek lagi ok" ifa tersengum mendengarnya.


"Tapi kalau gk ada jangan marah" iy nanti" celetuk putra.


"Pokoknya harus ada mas aku mau makan itu sekarang" permintaannya bener bener membuat putra kesal tapi apa dayanya dia harus menuruti kemauannya apa lagi itu demi anak dikandungannya.


"Iy udah aku jalan sekarang"


Putra terus melajukan mobilnya mencari orang yang jual martabak telor tali sampai sekarang belum menemukannya.

__ADS_1


"Aku harus cari kemana lagi mana ada jam segitu orang jual ifa bener bener membuatku sengsara" gerutunya. Sampai dipersimpangan jalan putra menemukan orang yang jual martabak telor dia langsung menghampiri penjual itu dan memesan 1 porsi setelah dapat dia melajukan mobilnya menuju rumah.


"Sayang nih martabaknya buruan dimakan mumpung masih hangat" putra menyodorkannya ke ifa.


"Hmmmm makasih mas kamu memang yang terbaik" pujinya tapi putra tak menghiraukannya.


"Mas aku udah kenyang kamu habisi iy sisanya" mata putra langsung melotot dengan perkataan istrinya itu.


"Aku gak mau sayang mending kamu habisin sekarang aku gak mau makan malam ntar aku gendutan lagi"


"Kamu takut gendut takut gk tampan lagi atau jangan jangan kamu takut kalau gak akan ada lagi cewek diluar sana yang mengagumimu" putra mendenguskan nafasnya bagaimana bisa istrinya berfikiran aneh seperti itu karena tak mau memperpanjang masalah putra langsung memakannya dan menghabiskan semua sisa martabak itu.


"Sudah ayo tidurlah gak usah marah marah lagi gak baik buat anak kita nanti" ajak putra ke istrinya yang langsung menututi perkataannya.


"Putra kamu kenapa kok seperti orang lagi gak enak badan gitu" tanya papanya.


"Tadi malam ifa nyuruh aku makan martabak tolor pa dan itupun dijam 11 malam" papa sama mamanya malah tertawa dengan ucapan putra sedangkan dirinya bingung dengan mereka.


"Itu wajar put dulu papa juga sering digituin sama mama kamu pas mengandung kamu bahkan kalau kemauannya gak dituruti mama mu malah marah marah dan memukul papa" curhatnya ke putra.


"Ternyata kalau istri hamil itu gak enak iy pa bawaannya emosi terus sampek putra gk kuat diomeli terus sama ifa apa lagi kalau aku gak nuruti apa maunya be...eeehhh malah mikir yang macem macem tentang putra" ifa yang mendengar itu langsung menjitak kepala suaminya.


"Kamu gak ikhlas nuruti kemauan aku mas jahat banget kamu pakek acara curhat ke papa mama segala lagi bikin aku malu aja" pekiknya.

__ADS_1


"Bukan gitu sayang aku gak bermaksud gitu kok" papa dan mamanya hanya senyum senyum melihat pertengkaran mereka.


"Sudah sudah ayo sarapan gak usah berantem lagi kalian udah nikah selama 1 th dan bentar lagi punya anak masih saja kayak anak kecil gak ada yang mau ngalah" tutur mamanya dan itu membuat mereka diam seketika.


..


..


.


Bersambung.....


.


.


.


.


Tinggalkan jejak kalian gaess....


Happy Reading... 😄

__ADS_1


__ADS_2