
Sudah 1 bulan putra kuliah dikampus Brawaijaya begitupun dengan rio kevin dan angga mereka kuliah ditempat yang sama dan jurusan yang sama dengan putra seperti disekolahnya dulu putra dan gengnya menjadi idola kampus karena ketampanan dan kekayaan mereka.
Tak sedikit mahasiswa yang mengidolakan mereka terutama putra yang semakin hari semakin keren penampilannya. Hingga suatu hari ada kakak tingkat mereka yang juga mengidolakan putra dia adalah melisa bisa dibilang dia terkenal karena body nya yang seperti gitar spanyol.
Tak hanya itu dia juga sering gonta ganti cowok dan tak kalah menarik semua cowok yang pernah deket sama dia rata-rata tajir. Bisa dibilang melisa cewek yang hanya cinta uang bukan orangnya.
"Haii.. putra apa aku boleh gabung sama kalian disini" tanyanya dengan gaya sok centil yang membuat putra ilfil dengannya berbeda dengan ke3 temannya mereka malah bersyukur bisa deket cewek seperti dia.
"Boleh-boleh ayo duduklah bersama kami, kami gak keberatan kok iy kan put" tanya kevin ke putra yang tak dijawabnya sama sekali.
Melisa duduk dengan terus memandangi putra yang membuat putra makin risih berada didekatnya. "Put malam ini ada acara gak" tanya melisa.
"Gak ada kenapa" ketus putra.
"Jalan yuk sekaligus gue mau kenalin loe sama temen nongkrong gue"
"Gue gak bisa" jawabnya singkat dan beranjak pergi tanpa pamit ketemen-temennya.
"Put loe mau kemana kenapa pergi" tanya angga sedikit berteriak karena putra sudah mulai jauh dari tempat mereka sekarang.
Melisa yang diperlakukan seperti itu oleh putra semakin ingin memilikinya baginya putra berbeda dengan yang lain tak gampang tuk dia miliki dan itu harus melisa dapatkan.
"Mel kenapa loe ngajak putra sih kenapa gak diantara kita bertiga iy gk gaes" tanya kevin.
"Kalian bertiga bukan cowok tioe gue jadi sorry gue harus pergi" ucapnya dan pergi meninggalkan mereka bertiga.
Dirumah ifa sibuk belajar masak sama mama mertuanya. Dirinya ingin masak buat suaminya karena kata mamanya suami akan lebih mencintai kalau istrinya bisa membuat perut suaminya senang tanpa harus mencari makan diluar.
"Ma nanti habis mas putra pulang aku mau sajikan masakan ini buat dia"
"Mama setuju siapa tahu putra suka masakan mu"
"Tapi ma ifa takut masakan ifa gak sesuai sama lidahnya, mama ciba cicipi dulu iy masakan ifa kalau gak enak ifa gak jadi sajikan masakan ini"
"Sayang biarkan suami mu yang mencicipinya terlebih dahulu baru setelah itu mama sama papa"
__ADS_1
"Tapi kalau gak enak gimana ma" ifa hawatir kalau masakannya gak enak dan dirinya tak berani mencicipinyakarena hari ini dia puasa karena pas bulan ramadhan kemarin dia gak puasa 5 hari.
Pas bangett saat jam makan siang putra datang dan langsung menuju meja makan. "Kamu udah datang mas ayo duduk aku ambilin makan buat kamu"
"Gimana kuliah kamu put lancar" tanya papanya.
"lancar kok pa"
Saat putra makan dia langsung memuntahkan makanannya, "Mba imas" teriaknya ifa yang mendengar itu langsung keluar dari dapur dan menghampiri putra.
"iya den"
"Mba imas hari ini masak gak dicicipi dulu iya asin bangett jadi gak srlera makan aku jadinya" marahnya ke mba imas. "Lain kali kalau masak tuh dicicipi dulu makanan gak enak kayak gini disajikan apa lagi sayurnya asin bangett" imbunya mba imas hanya diam tak berani menjawab.
Ifa yang mendengarnya tiba-tiba hatinya sakit dan air matanya mengalir membasahi pilinya dia berlari keatas menuju kamarnya. Putra yang melihatnya bingung dengan istrinya.
"Putra kamu ini apa-apaan sih makanan ini istri kamu yang masak kamu bukannya menghargai kerja kerasnya malah menghina makanan yang dibuatnya untuk kamu"
"Apa" putra kaget dengan perkataan mamanya " jadi makanan ini dia yang buat"
"Iya ifa pulang sekolah langsung kedapur masak buat kamu , dan sekarang kamu udah bikin hatinya hancur karena perkataan kamu tadi"
Benar saja apa kata papanya istrinya menangis dekat jendala kamarnya. "Sayang aku minta maaf aku beneran gak tau kalau itu masakanmu" ucap putra sambil memeluk istrinya dari belakang.
"Kamu gak salah kok mas akunya aja yang gak bisa masak"
"Sayang jika aku tau itu masakanmu aku gak akan berkata kasar seperti itu yang membuatmu menangis seperti ini"
"Aku gpp kok mas aku yang salah seharusnya aku cicipi dulu baru menghidangkannya untuk mu"
Putra memutar badan ifa untuk menghadapnya "Hmmm tatap mata aku" ucap putra yang membuat ifa menatap matanya.
"Jangan menangis lagi aku gak suka melihat mu menangis apa lagi itu karena aku, aku gak akan bisa maafin diriku kalau kamu menagis begini" perkataannya membuat ifa luluh dan berhenti menangis lalu dia memeluk putra dan menenggelamkan wajah didada bidangnya.
"Mas mintalah mba imas untuk bikin makanan buat kamu, kamu pasti lapar kan"
__ADS_1
"Tidak perlu ayo kedapur bikinin aku mie instan aku akan masak mie buatan istriku cantikku ini" ucap putra sambil mencubit hidung istrinya.
"Tapi mas kalau kamu makan mie instan perutmu gak akan kenyang"
"Hei .. putra mengelus pipi istrinya , sayang hari ini aku akan makan mie buatan mu aku akan kenyang jika makan mie disuapi oleh mu, ayo kedapur suamimu ini udah lapar" manjanya.
Saat ifa masak mie putra tidak diam begitu saja dia malah meluk istrinya dari belakang yang membuat ifa kesulitan buat masak mie nya.
"Mas kalu kamu begini terus aku gak bisa masakin mie buat kamu" putra langsung melepas pelukannya dan menunggu dimeja makan.
"Mas ayo makan" ifa menyodorkan mie ke putra dengan menyuapinya.
"kamu kok gak ikut makan"
"Aku puasa mas"
"Puasa apa kan bukan waktunya puasa sayang"
"Aku punya hutang pas ramadhan aku gak puasa selama t hari"
"Ooh.. Gimana kalu nanti kita keluar kamu buka puasa diluar aja"
"Gak usah mas"
"Sayang ayolah anggap ini sebagai permintaan maaf aku karena tadi udah bikin kamu nangis" mohon putra namun ifa tetap menolak karena hari ini dia tak ingin pergi kemana-mana.
..
..
..
BERSAMBUNG.....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian gaess
__ADS_1
#*LIKE_COMEN_RATE_VOTE 😉
NEXT..... Episode selanjutnya*...