
Paginya ifa terbangun dan melirik kesampingnya"Ternyata dia pulang"lirihnya lalu bersiap siap untuk kesekolah dia sengaja langsung bersiap siap dan berniat berangkat lebih awal karena dirinya masih kesal dengan putra yang bergelut dengan kesibukannya hingga tak memperdulikan panggilan ataupun chatt darinya.
Ketika dia hendak pergi langkahnya terhenti putra yang nteh kapan terbangun dari tidurnya menghentikan ifa dengan tangannya. "Kenapa kamu pergi tanpa menunggu ku sayang" putra yang tak mendapatkan jawaban dari istrinya sadar kalau sekarang istrinya sedang kesal dan marah sama dia gara-gara kemarin.
"Maaf kemarin aku gk bisa jemput kamu gak bisa pulang tepat waktu hingga membuatmu menunggu ku, maaf juga karena tadi malam panggilan mubaku rijek dan chatt mu gk aku baca" putra mengatakannya dengan tulus namun ifa masih saja enggan untuk berbicara.
"Sayang kenapa kau diam saja apa kamu tidak mau memaafkan suamimu ini" ucapnya lagi namun ifa malah menepis tangan putra dari pergelangan tangannya dan buru buru melangkah pergi tanpa memperdulikannya.
Putra benar benar mengutuk dirinya sekarang ia tak menyangka kalu istrinya akan semarah dan sekesal itu sampai sampai dia tak mau memaafkan dirinya.
"Ifa kamu gak sarapan dulu nak" ucap papanya yang melihat ifa berlari menuruni anak tangga dan langsung keluar tanpa sarapan terlebih dahulu.
"Ifa sarapan dikantin aja ntar pa, ifa pergi dulu".
"Kenapa dia apa mereka beramtem lagi" papa mertuanya bertanya tanya sekarang.
Skip..
Pulang sekolah putra menjemput istrinya tapi dia malah pulang berjalan kaki dan menunggu angkutan umum. Langsung saja putra turun dari dalam mobil dan memaksa ifa untuk menaiki mobilnya.
Dalam perjalanan ifa tak mengatakan apapun mata indahnya malah melihat kesamping kaca menyembunyikan wajah kekesalannya ke putra. "Sayang mau sampai kapan kau mendiamiku seperti ini ?? bicaralah aku tak sanggup didiemin terus sama kamu"
"Sayang aku minta maaf soal yang kemarin , udah iy marahnya"
"Fokus aja nyetir nanti nabrak gak usah banyak bicara" ucapannya membuat putra kehilangan kesabaran selaran dia mulai mempercepat mobilnya diatas rata-rata kecepatan pada umumnya.
"Mas kamu udah gila iy turunin kecepatannya sekarang aku takut" namun putra malah menambah kecepatannya lagi.
"Apa kamu ingin kita celaka ha ??" teriak ifa dalam mobil yang tak dihiraukan sama sekali oleh putra.
Sampai rumah putra menyeret ifa masuk kedalam rumah secafa paksa hingga pergelangan tangannya sakit karena cekraman suaminya, Papa dan maamanya kaget melihat putra menyeret ifa secara kasar.
__ADS_1
Sampai kamar putra mengunci pintu dan menghempaskan tubuh mungil istrinya secara kasar ketempat tidur dan itu membuat ifa meringis kesakitan.
"Ksmu bener bener udah gila mas aku takut melihat mu yang seperti ini" perkataan ifa lirih dengan isak tangisnya sekarang.
"Iy aku gila dan aku kayak gini karena kamu, aku udah minta maaf berulang kali sama kamu tapi apa ha?? kamu tak merespon ataupun memaafkan aku kamu malam diemin aku sampai saat ini sekarang aku tanya apa mau mau mu sekarang ??? apa ?? kenapa gak jawab aku ?? ayo bicara ??. marahnya ke ifa hingga dia terus menerus mengguncang bahu ifa dengan kasar.
Emosi putra sekarang benar benar memuncak dan perkataanya semakin menyakiti hati istrinya sehingga tangisan ifa semakin pecah dan putra yang melihat itu merasa bersalah.
"Maafin aku sayang aku tak bermaksud untuk marah dan membentakmu" mohon putra dan mendekap tubuh istrinya kini dirinya berusaha menenangkan ifa yang masih terus menangis dalam dekapannya.
"Sayang pliss jangan seperti ini aku sayang sama kamu aku gk bisa lihat kamu seperti ini. putra mencium rambut istrinya dan mengelus punggungnya dengan sangat lembut.
"A...ak..aku.. hiks.. hiks... aku takut melihat mu yang sekarang aku benar benar takut kenapa kamu harus semarah ini sama aku dan membuat aku semakin takut melihatmu. ucapnya dengan isak tangis yang masih belum hilang.
"Aku gak bermaksud membuat mu takut sayang, maaf..maafin aku jangan buat aku semarah ini lagi jangan duemin aku seperti tadi aku gak sanggup" jelasnya
"Hapus air matamu ini tataplah aku pliss" tangan putra mulai menangkup wajah istrinya untuk menatap dirinya sehingga pandangan mereka saling bertemu putra mulai mendekatkan wajahnya menyatukan kening mereka dan matanya mulai turun menatap bibir istrinya.
Cup.. Cup..Cup berulang ulang putra mengecup bibir mungil istrinya itu dengan diamnya ifa seperti ini membuat putra berfikir ifa setuju. Yang awalnya kecupan sekarang menjadi sebuah ******* yang membuat mata keduanya terpejam menikmati c*uman panas mereka.
"Mas jangan aku belum siap" lirihnya yang membuat putra kecewa namun masih tersenyum pada istrinya itu.
"Bukankah kemarin kamu bilang ke mamah akan berusaha memberikan cucu untuk mereka??"
Gleeebbb... seperti tersambar petir ifa mendengar perkataan suaminya "Dari mana mas tau itu" tanya ifa dengan polosnya dwngan sikapnya yang sekarang membuat putra menahan senyumnya.
"Aku tau itu dari mama tadi pagi, dan iy sebenarnya aku juga menginginkannya aku gk bisa menahannya lagi sekarang tpi karena kamu menolak iy udah lah gpp munkin takdir lebih berpihak padamu ketimbang aku"
"Ee..ee mmmas bukan gitu hanya saja aku gk siap melakukannya sekarang"
"Apa aku harus menunggu kesiapan mu ?? sampai kapan ?? aku menginginkannya sayang tapi kamu malah membuatku kecewa dengan penolakanmu"
__ADS_1
"Mas aku akan melakukannya tpi..." ucap ifa menggantung.
"Sayang kita nikah udah hampir satu tahun tpi aku belum mendapatkan hak ku sampai saat ini apa kamu tega sama aku" Ifa tak menjawab satu katapun
"Biarkan aku mendapatkannya sekarang" Mohin putra tanpa mendengar jawaban istrinya terlebih dahulu dirinya mulai menautkan bibir mereka lagi semaksimal mungkin putra membuat ifa menikmatinya.
Sekarang dirinya sudah tak bisa menolak lagi karena suaminya sudah mulai menjelajahi setiap inci tubuhnya yang ntah kapan pakaiannya tak lagi menutupi tubuhnya.
Skip...
Akhirnya mereka berdua melakukannya iy meskipin terlambat tapi itu gak masalah...
..
..
..
..
BERSAMBUNG
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dibawah gaess...😄
.
.
.
.
__ADS_1
.
HAPPY READING .........