
Ifa terbangun karena dirinya merasa ada yang memeluknya dan benar saja ketika dia membuka mata tangan putra melingkari perutnya.
Dirinya mencoba melepaskan pelukan dan mengangkat tangan putra dari tubuhnya. "Biarkan seperti ini dan tidurlah jangan memulainya lagi" ucap putra yang matanya masih terpejam namun masih belum tidur.
Ifa membiarkannya dan tidur dengan dekapan putra. Keesokannya putra bangun dan mendapati istrinya masih tidur dengan nyenyak dalam dekapannya. Dia tersenyum dan kemudian beranjak kekamar mandi.
Habis mandi putra masih mendapati istrinya yang masih tertidur pulas. Tak sedikitpun ada niat untuk membangunkannya karena putra yakin istrinya masih lelah apa lagi kemarin dia menangis ntah berapa lama.
"Putra ifa kok gk ikut turun" tanya mamanya dimeja makan.
"Ifa masih tidur ma putra gak tega buat bangunin dia" balasnya.
Mama papanya senyum-senyum sendiri mendengarnya. putra yang melihatnya bingung. "Mama sama papa kenapa senyum senyum gitu"
"Hehe.. mama cuma gak nyangka kamu bisa perhatian juga sama istri kamu" papanya hanya diam dan melanjutkan makannya.
Dikamar ifa mulai mengerjapkan matanya dan melihat putra sudah tak ada disampingnya. Dia kekamar mandi dan melihat dirinya dicermin. Dia berdecak kesal karena ke dua matanya bengkak dan sembab.
Selesai makan Putra menyuruh mba imas asisten rumahnya untuk nganter makanan buat ifa.
"Mba ifa saya boleh masuk" tanya mba imas.
"Masuk aja mba pintunya gak dikunci kok"
"Ini mba saya disuruh den putra bawain makan buat mba ifa" menhodorkan makan ke ifa.
"Taruh meja aja mba nanti saya makan" ucapnya.
"Tumben dia baik sama gue ada apa dengan dia" gerutu ifa yang bingung.
__ADS_1
"Kenapa gak dimakan makanannya" tanya putra yang membuat ifa menoleh.
"Gue belum laper" dan berpaling dari suaminya.
"Ayo makan aku suapi" putra mengambil makanan itu dan menyodorkannya ke ifa.
"Gue gak salah denger kan barisan .. putra panggil gue dengan kamu ?? .." lamunnya.
"Buka mulut gak usah mikir yang aneh-aneh" ucap putra membuyarkan lamunan istrinya.
Satu suapan sudah ifa memakannya namun ia tidak mau merepotkan putra dengan menyuapinya seperti ini dirinya merasa canggung.
"Gue bisa makan sendiri" hendak ngambil makanannya dotangan putra namun putra tak mengizinkannya.
"Ayo habiskan setelah itu siap-siap"
"Aku mau ngajak kamu kesuatu tempat agar pikiranmu fress aku gak mau besok saat ujian kamu stress dan gak bisa konsentrasi"
Ifa yang semakin bingung dengan sikap putra hari ini dia hanya diam tak bisa berkata satu katapun.
Sesudah ifa siap siap putra langsung menghampirinya dan memegang tangannya dan membawanya pergi.
"Sayang kalian mau kemana" ucao mamanya yang melihat itu.
"Putra mau bawa ifa keluar bentar ma" lalu pergi dengan mobilnya tapi sebelumnya putra membukakan pintu untuk ifa dan itu malah bikin ifa semakin bingung dan tak percaya dengan apa yang matanya liahat sekarang.
Putra yang sedari tadi meperhatikan istrinya yang bengong dan hanya diam saja dalam perjalan dia memutuskan untuk mengajaknya bicara.
"Kamu kenapa diem aja" tanya putra yang memecahkan keheningan diantara mereka.
__ADS_1
"Gue gpp kok"
"Lalu kenapa bengong ? lagi mikiri apa emang ?"
"Gak ada dengan menyunggingkan senyumnya" ifa menjawab dengan sangat singkat dan bergumam "kenapa putra berubah seketika ... ada apa dengan dirinya..." iy itulah yang ada dipikirannya sejak tadi pagi.
..
..
..
..
BERSAMBUNG.......
Yuuuuhhhuuuu.......
Semakin menarik dan seru gak ceritanya gaess !!
jangan lupa dukung author iy biar semangat ngelanjutin cerita ini buat kalian... 🤗
Yuk tinggalkan jejak kalian dibawah...
#like_comen_rate_vote
**HAPPY READING
Nex episode selanjutnya**......
__ADS_1