BERSAMA DENGAN MU

BERSAMA DENGAN MU
11


__ADS_3

selama perjalanan pulang misa dan zeno bercerita banyak hal tentang mereka masing-masing


Lalu berpamitan setelah mereka sampai dirumah dan segera beristirahat karna kelelahan setelah beraktifitas seharian


....


hari-hari penuh kesibukan mereka jalani bersama mulai dari mengukur gaun, pesan gedung, catering, make up artis, undangan dan segala pernak pernik pernikahan harus mereka rampungkan hanya dalam waktu kurang dari satu bulan belum lagi dengan aktifitas kuliah mereka berdua


zeno baru menyelesaikan ujian akhir semester 3 nya. dia mulai libur semester satu minggu sebelum pernikahannya.


"kamu ga ngundang teman kuliah kamu?" tanya misa saat mereka sedang menyusun undangan untuk dibagikan


"ga usah, ga ada yang terlalu dekat juga, paling aku ngundang karyawan aku aja, kalau kamu gimana?" tanya zeno kembali


"aku, aku cuman ngundang satu orang aja cuman mbak amel aja sama teman SMA yang dekat sama aku" jawab misa


"jadi kebanyakan udangannya buat teman mama sama papa ya" kata zeno


"iya"


mereka berdua menatap undangan yang jumlahnya 400 buah dan menghela nafas bersama


ya sejujurnya mereka sama-sama menginginkan pesta pernikahan yang sederhana saja meski ini adalah pernikahan pertama mereka tapi kedua orang tua mereka tidak setuju.


orang tua zeno yang hanya memiliki anak tunggal tentu ingin merayakan pesta yang mewah dan meriah


sedangkan orang tua misa karna misa satu-satunya anak perempuan mereka tentu ingin melepas anak mereka dengan pesta yang meriah dan mengundang banyak orang agar memberi do'a yang baik pada pasangan pengantin


setelah selesai menyusun undangan mereka memutuskan untuk istirahat sejenak di ruang tamu rumah misa


"mungkin terkesan terlambat jika aku menanyakan ini sekarang, tapi aku rasa harus menanyakannya sebelum kini menikah, apa kamu benar-benar udah siap buat menikah? meski kita menikah terkesan mendadak tapi aku ingin pernikahan kita nanti menjadi yang pertama dan terakhir bagiku!" tanya misa setelah mereka duduk disofa


zeno yang mendengar pertanyaan misa menoleh menatap kearah misa


"meski usiaku masih terlalu muda tapi lamaran ini aku sudah memikirkannya dengan matang bukan semata-mata perasaan cemburu yang datang sesaat" kata zeno sambil menatap misa. misa melihat tatapan mata zeno yang dalam padanya, hal itu membuat misa merasa lebih yakin untuk menikah dengan zeno


"aku mengerti, kalau kita sudah menikah nanti apa kamu keberatan jika aku ikut bekerja?" tanya misa lagi


"setelah kita menikah aku tidak akan mengekang kamu untuk melakukan apapun selama itu hal yang baik dan kamu senangi pastinya kamu harus mengutamakan keluarga terlebih dahulu"


"terima kasih, aku harap aku bisa jadi istri yang baik buat kamu dan semoga kamu juga bisa jadi suami dan imam yang baik untuk ku, aamin" kata misa yang juga di aamini oleh zeno


jam sudah menunjukan jam 5 sore, zeno berencana mengajak misa untuk makan diluar karna misa sendirian dirumah karna orang tua misa yang belum pulang, papa misa masih dikantor sedangkan mama misa sedang arisan bersama teman-temannya sekalian menyebar sebagian undangan mereka.


"udah sore, kamu ga lapar?" tanya zeno basa basi

__ADS_1


"lapar tapi dirumah ga ada makanan aku belum masak tunggu bentar ya aku masak dulu" kata misa


"ga usah masak kita makan diluar aja kamu pasti capekkan seharian ini kita mutar-mutar ngurus persiapan pesta" kata zeno dan mengajak misa untuk pergi keluar


"kita mau makan dimana?" tanya zeno sambil mengendarai mobilnya


"terserah kamu aja" jawab misa sambil melihat-lihat stan makanan yang berjejer disepanjang jalan


"kamu mau makan apa?" tanya zeno lagi


"belum tau mau apa" jawab misa lagi


akhirnya zeno memutuskan untuk memarkirkan mobilnya terlebih dahulu diparkiran dekat stan makanan


"kalau gitu kita jalan sambil lihat-lihat dulu makanannya" kata zeno setelah mobilnya terparkir


"ya udah, yuk" jawab misa yang segera keluar dari mobil


ada beragam macam makanan yang berjejer mulai dari sate, bakso, mie ayam, siomay, nasi goreng, bubur ayam, seafood, beranekaragam macam gorengan dll.


"jadi mau makan apa?" tanya zeno lagi saat mereka berjalan mengitari stan makanan


"kita makan di situ aja" kata misa sambil menunjuk warung pecel ayam


mereka memesan 2 porsi pecel ayam. setelah selesai makan mereka kembali ke mobil. mereka memutuskan untuk berkeliling sejenak sebelum pulang


....


tidak dipungkiri terkadang terlintas dipikiran misa untuk membatalkan pernikahannya karna merasa belum siap dan tidak yakin dengan dirinya yang akan menikah.


tapi perasaan itu langsung ditepis oleh misa, dia perbanyak do'a malam agar terhindar dari pikiran buruk akan pernikahannya dan berharap jika zeno jodohnya maka mudahkan segala urusan mereka untuk menuju pernikahan.


"anak gadis mama cantik sekali" kata mama meisya yang datang keruang make up untuk melihat misa. mama meisya menghampiri misa


"mama ga sangka anak mama udah sebesar ini sekarang bahkan akan menikah sebentar lagi" mama meisya menatap misa haru dia meneteskan sedikit air matanya namun segera dihapus


"mama" misa yang melihat itu segera menggenggam tangan mamanya


"mama bahagia sayang zeno laki-laki yang baik mama yakin dia akan jadi suami yang baik dan bertanggungjawab buat kamu" kata mama meisya pada misa yang sebenarnya kata-kata itu dia tujukan untuk dirinya sendiri.


ya meski mama meisya sudah mengenal zeno sejak kecil bahkan sejak dia masih bayi yang selama ini dikenal sebagai anak yang baik juga keluarga zeno terutama mama nina yang satu kelompok arisan dengan mama meisya tapi bagaimanapun kekhawatiran masih tetap ada.


mama meisya hanya bisa berharap dan berdo'a semoga penilaiannya terhadap zeno benar adanya.


"aamin, misa juga berharap demikian" jawab misa

__ADS_1


"make up nya udah siap mbak" kata make up artisnya membuat misa dan mama meisya yang larut dalam perasaan mereka masing-masing tersadar.


"makasih mbak" kata misa sambil menatap pantulannya dalam cermin


sedangkan disisi lain keluarga zeno dan juga zeno sudah siap. zeno duduk dikursi depan penghulu yang akan mendampingi ijab qobul dan juga papa arka yang akan menjadi wali nikahnya.


zeno yang sudah menghafalkan kata-kata ijab qobul sejak semalam dan merasa yakin sampai subuh tadi tetap merasa gugup dan takut kalau-kalau ucapannya salah. dia menarik nafas dalam-dalam beberapa kali untuk menenangkan debaran jantungnya.


tepat pukul 9 pagi setelah mama meisya datang menyampaikan kalau pengantin wanitanya sudah siap ijab qobul pun dimulai.


papa arka menjabat tangan zeno dan memulai ijab qobulnya


"saya nikahkan engkau dengan anak perempuan saya misa putri arka dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan emas 24 karat dibayar tunai" ucap papa arka


"saya terima nikah dan kawinnya misa putri arka dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap zeno


"SAH" jawab saksi nikah dan semua orang yang hadir menyaksikan pernikahan zeno dan misa.


"alhamdulillah" zeno berucap dengan perasaan lega karna bisa mengucapkan ijab qobulnya dengan benar dalam satu tarikan nafas, begitupun misa yang juga merasa lega.


"baiklah pengantin pria silahkan pasangkan cincin nikahnya dan cium kening mempelai wanitanya dan panjadkan do'a" kata bapak penghulu pada zeni


"selanjutnya pengantin wanita silahkan pasang cincin suaminya dan cium tangan suaminya"lanjut penghulunya


"silahkan tanda tangani buku nikahnya ya" setelah proses ijab qobul dan tanda tangan surat nikah, acara dilanjutkan dengan sesi foto pengantin


misa dan zeno tidak berhenti tersenyum kepada para tamu yang datang silih berganti untuk menyalami mereka dan memberi ucapan selamat pada mereka.


acara pasta selesai setalah menjelang sore hari, "bawa misa istirahat ke kamar zeno, kalian pasti udah kelelahan menyalami tamu dari tadi" kata mama nina pada anaknya yang sudah resmi menikah itu


"iya ma" jawab zeno dan segera membawa misa ke kamar hotel mereka yang sudah di pesan oleh orangtua zeno


"ma, pa kami permisi duluan ya" kata zeno pada kedua orang tuanya dan juga mertuanya sambil menggandeng tangan misa


Setelah sampai dikamar hotel mereka " kamu mau mandi duluan atau aku aja yang duluan mandi?" tanya zeno pada misa


"kamu aja yang duluan aku mau bersih-bersih make up dulu" kata misa sambil berlalu pergi menuju meja rias


"ya udah, tas kamu aku taruh disini ya" kata zeno sampil meletakkan tas jinjing milik misa di atas ranjang yang dia bawa dari gedung pernikahan mereka


"iya, makasih ya" kata misa sambil melihat zeno sekilas


Setelah itu zeno pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya yang memang sudah gerah karna keringat


Sedangkan misa duduk di depan cermin membersihkan riasannya, meski terlihat tenang nyatanya hati misa saat ini sedang dag dig dug memikirkan kenyataan bahwa dia sudah sah menjadi istri dari zeno prakarsa tetangga depan rumahnya, pria yang lebih muda darinya 4 tahun itu sekarang adalah suaminya.

__ADS_1


dia terbayang apakah dia dan zeno akan benar-benar melakukan malam pertama mereka hari ini, misa dipenuhi dengan pikiran-pikiran yang tidak senonoh tetapi halal bagi mereka yang sudah menjadi pasangan suami istri itu.


__ADS_2