
zeno yang memiliki aktifitas berbeda dari biasanya selain kuliah dan mengawasi usahanya karna mendapat kabar yang membuatnya risau.
misa tetangga depan rumahnya sekaligus guru magang disekolahnya dulu terlihat bersama seorang pria.
hal itu membuat zeno shock beberapa hari dan dia membuat sebuah keputusan untuk melakukan pergerakan yang lebih agresif.
"tante ini ada cookies buat tante, tadi zeno kebetulan beli buat mama dan keingat tante jadi sekalian beli juga buat tante" kata zeno pada mama meisya
"wah ini cookies enak itu kan, makasih ya nak zeno tante suka cookies ini, kamu tau aja selera tante" kata mama meisya sambil menepuk pelan lengan zeno
"oh ya, syukur lah kalau tante suka, ya udah kalau gitu zeno balik ya tante" pamit zeno
"sekali lagi makasih ya nak zeno" kata mama meisya sambil mengatar zeno ke depan
"iya tan" balas zeno
beberapa hari sekali zeno selalu mampir kerumah misa mengantar berbagai macam hal dari makanan, buah, minuman sehat, alat kesehatan dan masih banyak macam ragam lainnya.
sesekali misa yang telah resign dari pekerjaannya dan banyak menghabiskan waktu dirumah berpapasan dengan zeno saat dia datang kerumah misa.
"kamu ngantarin macam-macam barang buat mama itu kenapa? mama aku pesan ke kamu?" tanya misa yang bingung karna melihat zeno yang cukup sering memberi barang pada mamanya.
sebelum zeno sempat menjawab mama meisya yang datang langsung mengajak zeno untuk duduk bersamanya
"ini tan ada bingkisan buat tante" kata zeno sambil menyerahkan bingkisan yang dipegangnya
"makasih banyak ya zeno" kata mama meisya dan menerima bingkisan yang diberikan zeno.
"iya tan, sama-sama" balas zeno
"ya udah zeno permisi dulu ya tan" lanjut zeno pamit
"iya, sekali lagi makasih bingkisannya" kata mama meisya
setelah kepergian zeno misa yang penasaran menghampiri mamanya
"ma, zeno ngatar bingkisan ini mama pesan sama dia?" tanya misa penasaran
"ngak, dia bilang beli karna mamanya pesan trus sekalian dia kasih buat mama gitu, emang kenapa?" tanya mama meisya balik
"kok sering banget misa liat dia ngatar kesini, lain kali kalau dia kasih lagi mama bilang sama dia jangan keseringan" kata misa
"mama juga udah bilang gitu tapi dia bilang ga apa-apa karna emang mau beli juga buat mamanya" kata mama meisya menegaskan
__ADS_1
misa pun hanya bisa menerima perkataan mamanya dan pamit kembali kekamarnya untuk istirahat
....
minggu pagi zeno memutuskan untuk berolahraga sebentar dengan lari-lari sekitar komplek perumahannya, saat keluar pagar dia perpapasan dengan misa yang juga bersiap-siap berangkat ke kampus untuk kuliah
"pagi buk misa, mau berangkat kuliah buk?" sapa zeno
"pagi, iya" jawab singkat misa
"hati-hati dijalan buk" kata zeno dan bersiap untuk lari santai, sebelum dia sempat memulai larinya misa memanggil zeno
"zeno saya mau ngomong sesuatu sama kamu sebentar bisa?" kata misa
zeno menghampiri misa yang berdiri dekat motornya
"ada apa buk?" tanya zeno
"saya cuman mau tanya kamu kenapa sering banget antar bingkisan kerumah?" kata misa
"oh, saya sengaja beliin buat ibuk, ibuk kan suka makanan manis" kata zeno dengan percaya diri
misa mengerutkan dahinya yang merasa bingung akan jawaban zeno
"hm, sekarang sih ga ada, tapi siapa tau nanti" kata zeno lagi yang membuat misa semakin bingung akan maksud zeno
"maksud kamu?"
"buk ga berangkat ke kampus nanti telat buk" kata zeno mengalihkan pembicaraan "kalau ga ada yang mau dibicarain lagi saya lanjut olahraga dulu buk" zeno pun berlalu dari hadapan misa
"hai..." panggil misa yang dihiraukan zeno
"apa maksud dia bilang kayak gitu? dia benar-benar aneh" gumam misa
dia pun segera melajukan kendaraannya menuju kampus.
"misa nanti malam kamu jadi pergi jalan sama ferdy" tanya amel saat mereka berjalan menuju parkiran setelah selesai kuliah
"ga mbak kata mas ferdy dia ada urusan jadi hari ini kita ga pergi jalan" kata misa yang berjalan disebelah amel
"oh, gimana dia menurut kamu? dia baikkan?" tanya amel
"hm, aku baru jalan sekali sama dia tapi kita sering chatting sih dan pas jalan minggu lalu mas ferdy perhatian tapi aku belum terlalu yakin sama dia, maaf mbak" kata misa sedikit tak enak pada mbak amel yang mengenalkannya
__ADS_1
"kenapa kamu minta maaf, biasa lagi misa kalau emang ga cocok ga usah dipaksain mbak juga ngenalin dia bukan berarti kamu harus jadian sama dia misa, jadi kalau kamu emang ga suka bilang aja sama dia, oke" kata amel menenangkan misa
"iya mbak maaf ya mbak" kata misa lagi
"udah ga apa-apa, sekarang kamu mau langsung pulang?" tanya amel
"iya langsung pulang aja mbak capek seharian kuliah, tugas juga banyak" keluh misa
"oke, kalau gitu mbak duluan ya" mereka berhenti di depan mobil amel dan berpisah
"hati-hati mbak" misa pun juga segera menuju parkiran motornya
....
misa pun memutuskan untuk bertemu sekali lagi dengan ferdy untuk menyampaikan secara langsung bahwa dia tidak ingin melanjutkan pdkt mereka, misa membuat janji temu dengan ferdy di hari kerja ferdy yang berprofesi sebagai dosen di kampus tempat misa menempuh S2 tersebut. mereka setuju untuk bertemu saat jam istirahat ferdy. misa menunggu di cafe dekat kampus setelah menghubungi ferdy sebelumnya. selama menunggu tidak sengaja misa bertemu dengan zeno yang juga datang ke cafe itu bersama dengan jeni, sekar dan paul, jeni yang terus-terusan mengajak zeno setiap saat akhirnya menyetujui untuk ikut hari ini untuk makan bersama.
"buk misa? tumben kekampus hari ini buk?" sapa zeno penasaran
"oh, zeno iya saya ada janji sebentar disini" kata misa
tidak lama kemudian ferdy datang dan langsung menghampiri misa yang tengah fokus berbicara dengan zeno
"udah lama mis" tanya ferdy sambil duduk di kursi depan misa
"udah datang, belum lama misa juga baru sampai" jawab misa. zeno yang melihat kedatangan ferdy pun pamit pada misa untuk bergabung dengan temannya.
zeno terus menatap kearah tempat misa dan ferdy duduk, dia penasaran tentang apa yang mereka bicarakan tetapi karna jaraknya yang cukup jauh dan suasana cafe yang ramai membuat dia tidak dapat mendengarnya.
"jadi kamu mau membicarakan apa misa?" tanya ferdy memulai pembicaraan setelah sebelumnya mereka memesan makanan dan minuman.
"kita makan dulu aja gimana mas, nanti baru bicara" saran misa karna merasa ga enak jika harus membicarakannya langsung sekarang
"hm, ya udah kalau kamu maunya gitu" kata ferdy
tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang. setelah mereka menyelesaikan makan misa pun memulai pembicaraan
"gini mas ferdy, maksud misa minta ketemu sama mas sekarang karna misa mau kasih tau kalau misa ga ingin melanjutkan hubungan kita lebih jauh lagi..." kata misa. sebelum dia bisa melanjutkan ucapannya ferdy segera menyela misa
"apa maksud kamu misa, kalau ada dari sikap saya yang ga kamu suka kamu bisa kasih tau langsung sama saya, saya akan usahakan buat memperbaiki diri" kata ferdy dengan nada yang sedikit meninggi
"ga, ini bukan karna mas ada salah atau apa tapi misa hanya merasa kalau kita ga cocok aja dan misa pun merasa tidak yakin untuk melanjutkan hubungan ini kejenjang yang lebih serius lagi sama mas, maaf" kata misa yang merasa tidak enak untuk menyampaikannya secara langsung pada mas ferdy.
"misa saya harap kamu dapat memikirkannya sekali lagi, saya akan tunggu jawaban kamu, sekarang mari kita akhiri saja pembicaraan ini" ferdy segera berdiri dan menuju kasir untuk membayar tagihan mereka
__ADS_1
misa yang melihat ferdy yang pergi setelah mengatakan hal itu segera mengikuti ferdy, setelah keluar dari cafe misa kembali mencoba berbicara pada ferdy tetapi ferdy selalu mencoba mengelak "saya harus segera kembali karna sekarang sudah lewat waktu makan siang, mari kita bertemu lain kali misa, kamu hati-hati dijalan" setelah mengatakan itu ferdy bergegas kembali ke kampus meninggalkan misa sendirian disana.