
disisi lain zeno nya masih senang tiasa melihat kearah misa yang tengah bersama ferdy. dia sedikit mendengar saat ferdy meninggikan suaranya yang membuat zeno berpikir bahwa mereka tengah bertengkar sampai mereka berdua keluar dari cafe zeno masih tidak melepas pandangannya pada misa.
"zeno kamu liatin apa sih, kok kayak gitu banget mandangnya" tanya jeni sambil mencari tau kemana arah pandang zeno
"hah, ga gue cuman liatin orang-orang lewat aja" zeno yang kaget dengan panggilan jeni segera mengalihkan perhatiannya dari misa
"ngapain orang lewat lo liatin, kayak ga ada kerjaan lain aja" kata paul menyela
"apaan sih lo paul, suka-suka zeno dong dia mau apa ga ada urusannya sama lo" kata jeni membela zeno
"udah ga usah berdebat lagi udah selesai makan semua kan, yuk kita pergi" kata sekar mencoba melerai perdebatan yang tidak penting itu
"kalau gitu gue duluan ya" setelah meraka selesai membayar dikasir zeno segera berpamitan kepada mereka bertiga.
"yah kenapa buru-buru banget zeno kita bisa duduk-duduk santai dulu ditaman kampus" jeni berusaha mengajak zeno untuk berkumpul dengan mereka lebih lama.
"sorry gue udah ada janji soalnya, udah dulu ya, bye" zeno tidak menghiraukan teriakan jeni yang coba memanggilnya dan terus berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
setelah berpisah dengan teman-temannya zeno yang melihat misa masih di gerbang kampus segera pergi menghampirinya.
"sendirian aja buk?" tanya zeno
"hm, iya" misa kaget akan kedatangan zeno tapi berusaha bersikap cuek
"ibuk udah mau pulang?" tanya zeno kembali
"iya" jawab misa singkat
"ibuk ga bawa motor?" tanya zeno yang penasaran karna misa hanya terus berdiri di tepi jalan gerbang kampus
"ga saya pakai taxi kesininya tadi" jawab misa yang mulai merasa risih karna zeno terus mengajaknya bicara
"kalau gitu mau pulang bareng saya aja, saya juga udah mau pulang, tunggu disini sebentar ya saya ambil motor saya dulu" kata zeno sambil berlari menuju parkiran motornya tanpa menunggu persetujuan misa. misa yang ingin menolak tidak sempat karna zeno sudah menjauh
__ADS_1
"ah sudahlah lagi pula kami juga searah" kata misa pasrah
setelah beberapa saat zeno kembali dengan membawa motornya
"yuk naik buk, ini helmnya" kata zeno sambil memberi helm pada misa.
ya meski zeno hanya bawa motor sendiri dia selalu membawa helm cadangan jika sewaktu-waktu diperlukan dan benar saja dia akhirnya bisa menggunakannya untuk membonceng misa.
setelah misa naik ke motor zeno segera melajukan kendaraannya "peganggan yang kuat buk nanti jatuh" kata zeno mengingatkan misa
"jangan modus ya, kamu pelan-pelan aja bawa motornya" kata misa curiga
"yah, nyapain saya modusin ibuk, saya ngomong gini biar ibuk ga jatuh dari motor, kalau nanti ibuk jatuh saya harus bilang apa saya mama papa ibuk nanti" kata zeno membela diri
"udah kamu fokus aja nyetir motornya jangan banyak ngomong, awas ya jangan ngerem mendadak" misa mengingatkan zeno karna posisi duduk motor yang cukup miring membuat misa terus menerus bergeser merapat kearah zeno. jika zeno ngerem mendadak bisa dipastikan misa bisa memeluk zeno dengan tidak sengaja.
"apa buk saya ga dengar" tanya zeno karna tidak mendengar dengan jelas kata-kata misa karna suasana jalan yang hiruk pikuk zeno berkata sambil melihat kebelakang sebentar saat zeno berbalik ke depan ada motor yang menyalip membuat dia mengerem mendadak.
misa yang kaget terdorong kedepan dan pelukan yang tidak disengaja itu pun terjadi
"maaf tadi ada motor yang ngalip, saya bukannya sengaja buk" kata zeno mengabaikan misa yang masih mengomel.
setelah mereka sampai dirumah misa segera turun dari motor dan buru-buru ingin masuk kerumah
"buk helm nya lepas dulu" panggil zeno yang melihat misa terburu-buru pergi
misa melepas helm dan memberikannya pada zeno saat dia berbalik untuk pergi zeno kembali memanggilnya " buk"
"apalagi" tanya misa kesal
"makasih nya mana" kata zeno yang terlihat menahan tawa karna tingkah misa yang dinilainya menggemaskan
"hmm, makasih buat tumpangannya, udah" misa menahan emosi untuk tidak marah pada zeno yang terus menggodanya
__ADS_1
"sama-sama" kata zeno. lalu misa pun berlalu pergi meninggalkan zeno yang akhirnya tertawa akan sikap misa.
setelah misa masuk kerumah dan menuju kamarnya dia terus-terusan mengomel pelan
mama meisya yang saat itu ada di ruang tamu heran karna melihat anaknya yang terlihat kesal setelah pulang dari luar
"kenapa itu anak" tanya mama meisya pada dirinya sendiri
saat dikamar misa segera merebahkan badannya dikasur
"hah dasar anak itu bikin kesal aja, dia pasti sengaja melakukan itu tadi" kata misa yang masih kesal pada zeno
misa kesal bukan tanpa alasan kembali pada saat misa dibonceng zeno. setelah kejadian rem mendadak tadi selama perjalanan pulang zeno kembali dengan sengaja mengerem beberapa kali yg membuat misa juga berkali-kali memeluk zeno, yang membuat misa tambah kesal karna zeno mengabaikan kata-katanya untuk tidak melakukannya lagi.
dilain sisi zeno yang juga sudah dikarmarnya senyum-senyum sendiri mengingat kejadian dimotor tadi
"hahaha...dia lucu sekali" tawa zeno
....
setelah peristiwa boncengan itu beberapa kali mereka perpapasan didepan rumah. zeno mencoba menyapa misa sedangkan misa hanya bersikap cuek pada zeno.
waktu berlalu tidak terasa sekarang misa disibukkan dengan membuat tesisnya untuk menyelesaikan kuliah S2nya. zeno pun tengah bersiap untuk ujian semester 3 nya.
beberapa kali ferdy masih mencoba menghubungi misa untuk mengajak misa untuk menjalin hubungan kembali, awalnya misa mencoba menolak dengan halus tetapi lama kelamaan sikap ferdy yang memaksa dan bahkan medatangi misa kerumahnya membuat misa jengah.
"mas saya mohon tolong jangan bersikap seperti ini, aku yakin pasti masih ada perempuan lain yang mau menjalin hubungan dengan mas, jangan mendatangi saya seperti ini saya tidak suka" kata misa yang kembali didatangi oleh ferdy di depan rumahnya
"tapi misa aku suka sama kamu, tolong beri aku satu kesempatan lagi" ferdy memohon pada misa
"mas dengan sikap mas seperti ini malah bikin aku ga nyaman" misa mencoba untuk meninggalkan ferdy tetapi ferdy menahan tangan misa
"lepasin tangan saya mas ferdy, saya udah mencoba untuk bersikap baik karna saya masih menghargai mas tapi kalau kayak gini sikap mas saya tidak bisa menoleransinya lagi, saya mohon mas pergi dari sini" sambil menarik tangannya dari genggaman ferdy. misa segara masuk kerumah dan mengunci pagar tanpa mendengarkan ferdy lagi.
__ADS_1
ferdy masih berdiam diri menatap kepergian misa cukup lama dia disana sebelum akhirnya pergi.
zeno yang tidak sengaja melihat pertengkaran misa sempat berniat menghampiri misa saat ferdy memegang tangan misa tapi karna terlihat misa bisa mengatasinya sendiri zeno pun mengurungkan niatnya dan masuk kerumahnya.