BERSAMA DENGAN MU

BERSAMA DENGAN MU
7


__ADS_3

pagi harinya misa pamit pada mama meisya keluar untuk bertemu dengan amel setelah sebelumnya misa janjian dengannya.


"ma misa pergi dulu" pamit misa


"iya hati-hati dijalan ya" kata mama meisya


"iya ma" jawab misa


misa segera melajukan kendaraannya setelah menutup pagar


zeno yang tengah duduk santai diteras rumahnya melihat kepergian misa, dengan segera zeno masuk kembali kerumahnya. dia buru-buru mandi setelah selesai mandi dia mengenakan pakaian setelan jas yang membuat dia terlihat dewasa dan gagah tidak lupa dia menyempotkan parfum agar tercium wangi lalu keluar kamar dia berdiri sejenak mengirup nafas dalam-dalam beberapa kali untuk menghilangkan rasa cemas dan groginya.


zeno melangkahkan kaki menuju lantai satu dan terus berjalan keluar dari rumahnya kembali dia berdiri diam menghirup nafas dalam kembali dan memantapkan diri.


"iya sebentar" kata mama meisya mendengar bel rumah berbunyi saat dia sedang menyirami bunga di teras rumahnya


"selamat pagi tante" sapa tamu yang datang setelah mama meisya membukakan pagar


"zeno ada apa pagi-pagi datang kesini, pakaian kamu juga rapi banget mau kemana?" tanya mama meisya setelah mendapati zeno yang bertamu pagi-pagi kerumahnya


"ah pakaian saya biasa aja kok tante, saya cuman mau bicara sesuatu sama tante, kalau boleh" kata zeno sungkan


"boleh mau ngomong apa?" tanya mama meisya penasaran dengan maksud kedatangan zeno


"hm, boleh ngomong didalam ga tan, soalnya ga enak kalau disini" kata zeno sambil mengusap tengkuknya grogi


"oh maaf malah biarin kamu berdiri disini ayo masuk dulu" ajak mama meisya mempersilahkan zeno masuk


"makasih tante"


setelah meminta zeno untuk duduk diruang tamu mama meisya pamit ke dapur sebentar untuk membuatkan zeno minum


"ga usah repot-repot tante" kata zeno saat mama meisya menyajikan minuman dan cemilan


"ga repot kok, ayo silahkan diminum dulu" kata mama meisya mempersilahkan zeno untuk minum

__ADS_1


"iya tan" zeno meminum sedikit airnya dan meletakkannya kembali


"jadi ada apa nak zeno pagi-pagi datang kesini?" tanya mama meisya penasaran karna zeno yang tidak juga memulai obrolan


setelah diam sejenak zeno memantapkan diri untuk menyampaikan maksud kedatangannya hari ini


"jadi begini tante maksud kedatangan zeno kesini adalah untuk menyampaikan bahwa zeno ingin melamar anak tante yaitu misa untuk menjadi istri zeno, mohon beri restu tante" kata zeno dengan yakin


meski kaget akan penuturan zeno mama meisya mencoba menyikapinya dengan bijak


"mama cukup kaget karna kamu datang dan tiba-tiba menyampaikan kalau kamu ingin melamar misa, tapi meski begitu mama akan mencoba mempertimbangkan lamaran kamu karna yang akan menerima atau menolak lamaran ini bukan mama tetapi misa sendiri sebagai orang yang dilamar tentu misa harus mengetahui hal ini dan menentukannya sendiri mau atau tidaknya menerima kamu" kata mama meisya yang diangguki zeno


"apa sebelumnya kamu sudah menyampaikannya pada misa?" tanya mama meisya penasaran


"belum tante, karna zeno sama misa tidak menjalin hubungan sebelumnya zeno datang kesini karna zeno menyukai misa dari lama dan merasa sudah siap untuk menikah, sehingga zeno memutuskan untuk segera melamar misa" terang zeno pada mama meisya


"baiklah kalau begitu tante harus mendiskusikannya terlebih dahulu dengan om dan juga memberitaukan hal ini pada misa sendiri" kata mama meisya


Setepah itu zeno dan mama meisya berbincang-bincang sebentar sebelum pulang "ya sudah tan, kalau begitu zeno permisi dulu" pamit zeno kemudian


....


malam hari sebelum makam malam misa sudah berada dirumahnya. misa membersihkan diri setelah keluar rumah hampir seharian dan turun ke lantai bawah untuk bergabung bersama mama dan papanya makan malam. misa membantu mamanya menyajikan hidangan di meja makan


setelah selesai makan malam misa mencuci puring kotor lalu berencana berencana untuk langsung istirahat dikamarnya, sebelum sempat melangkah menaiki tangga dia dipanggil oleh mama meisya untuk mengobrol diruang keluarga


"misa kesini dulu nak mama sama papa mau ngomong sesuatu sama kamu" misa yang mendengar panggilan mamanya pun segera menyahut. "mau bicara apa ma?" tanya misa setelah mereka duduk bersama disofa


"kok mama sama papa kelihatannya mau membicarakan hal yang serius banget?" kata misa yang bertanya-tanya dalam hati saat melihat raut wajah kedua orang tuanya


"begini sayang sebelumnya mama mau tanya dulu sama kamu, misa sekarang ada pacar atau ada pria yang lagi dekat dengan misa?" tanya mama meisya memulai pembicaraan


"hm, sekarang lagi ga ada sih ma, tapi kenapa mama tiba-tiba tanya masalah itu sama misa?" misa dibuat bingung oleh mamanya


"baguslah kalau begitu, mama sama papa mau menyampaikan sama kamu kalau tadi pagi ada yang datang kesini buat lamar kamu jadi istrinya, mama sama papa sudah membicarakannya tadi sebelum kamu pulang dan papa kamu suka dengannya, sekarang tinggal kamu yang harus menentukan apa kamu mau terima atau tidak lamaran itu" kata mama meisya dengan hati-hati agar misa tidak terlalu kaget dengan informasi yang diterimanya.

__ADS_1


"apa ma?!" tanya misa lagi yang berpikir mungkin dia salah dengar


mama misa kembali mengulang perkataannya


"ada yang datang buat lamar kamu jadi istrinya, dia lebih muda dari kamu tapi mama sama papa merasa ga keberatan karna kita udah cukup kenal siapa dia dan juga orang tuanya, jadi sekarang tinggal misa mau atau tidak sama dia, kalau kamu setuju dia akan datang weekend ini buat lamaran resminya" kata mama meisya lagi menjelaskan


"mama kenal sama pria yang lamar misa?" tanya misa lagi


"kenal, kamu juga kenal sama dia kok" jelas mama meisya


"aku kenal? siapa ma?" tanya misa lagi penasaran


"dia anak teman mama" kata mama meisya sambil sedikit mengulas senyum melihat kebingunan anak gadisnya itu


"yang mana? teman mamakan banyak" kata misa yang semakin tidak sabar


"sebelum mama kasih tau siapa orangnya, pertama mama mau tanya dulu sama misa, kamu udah siap buat nikah?" tanya mama meisya kembali serius


misa terlihat berpikir sejenak. meski usia nya sudah termasuk usia siap menikah tetapi misa belum yakin kalau dirinya sudah siap untuk itu. terlebih kesibukannya saat ini yang tengah menyelesaikan kuliah S2nya membuat misa semakin tidak kepikiran untuk menikah.


selain itu misa yang juga selama ini tidak pernah pacaran atau pun dekat dengan teman laki-laki baru satu kali dikenalkan itupun hanya sebentar karna dirinya merasa tidak srek untuk melanjutkan perkenalan dengan orang itu. meski sampai saat ini pria itu masih terus terusan mencoba menghubungi misa ataupun mendatanginya secara langsung.


"misa ga tau ma apa misa udah siap buat nikah atau belum tapi misa mencoba memperbaiki diri misa terus agar jika saatnya datang nanti buat misa menikah, misa bisa jadi istri yang baik buat suami misa kelak" jawab misa bijak


"amin, mama juga mendoakan misa agar jika misa kelak mendapat pendamping yang baik dan bisa membimbing misa dengan baik pula" doa mama meisya untuk anak gadis kesayangannya itu


"kalau gitu sebelum misa menjawab apakah mau menerima lamaran ini atau tidak gimana kalau misa membicarakan hal ini dengan pria itu dulu supaya misa juga bisa lebih mengenal dia lagi sebagai calon suami" kata mama meisya menyarankan pada misa


"papa pikir itu juga ide yang bagus, meski kamu sudah kenal dengan dia tapi kamu mungkin belum mengenalnya dengan baik" kata papa arka menyetujui saran istrinya setelah sebelumnya hanya menjadi pendengar


"hm, baiklah kalau begitu apa mama atau papa bisa kasih tau misa siapa orangnya?" tanya misa yang dari tadi sudah penasaran siapa orang yang datang melamarnya


"oh, itu nak zeno tetangga depan rumah kita" jawab mama meisya


"apa!!!" misa kaget tidak percaya akan jawaban mamanya.

__ADS_1


__ADS_2