
setelah memasangkan cincin satu sama lain pak penghulu memimpin do'a untuk pengantin juga memberi wejangan-wejangan pada kedua pengantin lalu terakhir mereka menanda tangani beberapa dokumen pernikahan.
acara pun dilanjutkan dengan resepsi yang berlangsung sampai sore hari.
"kalian menginap dihotel ini aja kami udah siapin kamar buat kalian" kata mama meisya sambil menyerahkan kunci kamar hotel pada mereka
"besok siang kalian baru boleh pulang" lanjut mama meisya
setelah acara pesta selesai kedua pasang orang tua itu pun mulai bersiap-siap untuk pulang kerumah mereka masing-masing untuk beristirahat karna seharian ini mereka sangat sibuk dan kelelahan.
....
di kamar hotel
meski bukan kamar suit room tapi karna ini hotel bintang lima kamar yang mereka tempati tergolong mewah dengan nuansa simpel dan elegan, kasur dengan ukuran king size dengan taburan bunga mawar diatasnya serta dua angsa yang terbuat dari handuk lalu pemandangan dari balkon kamar hotel yang juga sangat indah saat malam hari.
misa yang sudah selesai membersihkan riasannya menoleh kearah kamar mandi yang terbuka.
misa tercekat saat melihat zeno yang keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang menutupi dari pinggang hingga lututnya
Meski merasa malu melihat laki-laki yang sudah jadi suaminya ini yang bertelanjang dada misa curi-curi pandang kearah zeno yang akan memakai baju
__ADS_1
Badan zeno yang terpampang sempurna dengan otot lengan dan juga otot perutnya yang membentuk roti sobek itu membuat misa terpana
"aku udah selesai" kata zeno sambil berjalan ke arah ranjang untuk mengambil bajunya
Misa yang masih terdiam dimeja riasnya kembali di tanya oleh zeno "misa, aku udah selesai mandinya kamu ga mau mandi?" misa segera tersadar dan segera berdiri untuk menuju kamar mandi "oh, iya aku mandi dulu ya" jawab misa sambil terburu-buru menuju kamar mandi
Zeno yang melihat tingkah misa hanya tersenyum sambil memakai bajunya yang ada di ranjang
Didalam kamar mandi misa terus terbayang akan badan telanjang zeno yang dia lihat untuk pertama kalinya itu
Ya meski misa sudah menerka jika badan zeno bagus karna sering berolahraga setiap pagi dan juga kadang-kadang misa memperhatikan zeno yang memang menggunakan baju olahraga yang ketat saat berolahtaga tetapi ini pertama kalinya dia melihat zeno yang tidak menggunakan apa-apa diatasnya
dia tidak menyangka jika badan zeno sangat berotot dengan dada bidang dan bahunya yang lebar serta perut yang sixpack.
Misa yang baru selesai mandi tersadar bahwa dia tidak membawa pakaian gantinya karna terpana pada zeno
setelah ragu-ragu sejenak akhirnya dia memberanikan diri untuk keluar hanya dengan handuk yang melilit tubuhnya
"tidak apa-apa lagi pula kami kan sudah jadi suami istri, jadi tidak masalah kalau dia melihatku seperti ini" batin misa berusaha meyakinkan diri
Misa membuka pintu kamar mandinya dengan pelan, selah melihat kanan kiri dia tidak mendapati zeno ada di kamarnya, meski bertanya-tanya kemana zeno pergi, perasaan leganya lebih mendominasi, lalu dia segera mengambil bajunya dan masuk ke kamar mandi kembali
__ADS_1
Setelah berpakaian misa yang keluar kamar mandi tetap tidak mendapati zeno disana dan segera mencari keberadaan suaminya itu
Dia mengedarkan pandangan dan mendapati pintu balkon yang terbuka karna tiupan angin yang datang menerpa wajahnya, misa menuju balkon yang disana zeno tengah berdiri di tepi balkon sambil melihat kearah gedung-gedung yang mengitari hotel
"sedang apa?" tanya misa yang sudah berdiri dibelakangnya
Zeno menoleh "hanya sedang memandangi kota dan langit malam" jawab zeno sambil merangkul pinggang misa untuk mendekat padanya
Misa yang tiba-tiba mendapat perlakuan mesra dari zeno menjadi salah tingkah tetapi tidak menolaknya
mereka memandangi langit malam dengan hening "aku sangat bersyukur dan bahagia sekali karna bisa menikahimu" kata zeno tiba-tiba
misa memandang zeno dengan lekat "meski aku tidak tau bagaimana pernikahan kita kedepannya tapi aku berharap ini menjadi pernikahan pertama dan terakhir untukku" jawab misa kemudian
"ya, aku pun berharap demikian, aku sudah bersumpah pada diriku sendiri bahwa aku akan membahagiakan kamu sepanjang hidupku, menjadi suami dan juga ayah yang baik untuk anak-anak kita kelak" zeno memandang misa sejenak dan kembali menatap langit malam
meski tidak menanggapi kata-kata zeno secara langsung tetapi misa mengamininya dalam hati
zeno yang tengah berdiri memeluk misa dari belakang menurunkan kepalanya dibahu misa dan memberikan ciuman ringan dilehernya membuat misa terperanjak dan menoleh kearahnya kemudian mendapat ciuman singkat di bibirnya yang terjadi sangat cepat
"tidak apa-apakan, kitakan sudah menikah, aku bolehkan minta hakku sekarang?" tanya zeno sambil menatap misa dengan memohon
__ADS_1
Misa yang sebelumnya mulai merasa rilek kembali tegak dibuatnya karna pertanyaan zeno