
misa menjalani masa-masa magangnya selama tiga bulan hari ini adalah hari terakhir misa magang para guru dan juga siswa menyiapkan acara perpisahan kecil-kecilan untuk misa.
misa yang terharu tidak bisa menahan air matanya dan menangis sesegukan
"baik sebelum penutupan bari kita dengarkan sepatah kata dari ibuk misa kepada ibuk misa disilahkan"
misa melangkah kepodium dengan air mata yang masih berurai
"pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru-guru saya ucapkan terimakasih telah memberi kesempatan kepada saya untuk membagi sedikit ilmu yang saya miliki kepada murid-murid disekolah ini dan kepada para siswa saya harap kalian bisa menjadi anak-anak yang membanggakan untuk sekolah dan juga orang tua kalian nantinya, juga saya ingin meminta maaf jika ada kesalah-kesalah saya selama mengajar disini yang disengaja ataupun tidak baik kepada ibuk/bapak guru juga kepada murid-murid semuanya, terakhir terimakasih untuk acara perpisahan yang mengharukan ini, terimakasih banyak" kata-kata yang disampaikan misa membuat para siswi juga ikut menangis sedih karna harus berpisah dengan salah satu guru yang diidolakan disekolah mereka.
....
"sekarang anak gadis mama bangun siang lagi ya setelah selesai magangnya" ledek mama meisya melihat misa yang turun dari lantai dua
"udah jam berapa ini kok baru bangun sih" lanjut mama
"capek ma, hari ini aja kok bangun siang besok-besok misa usahain bangun pagi lagi hehehe" kata misa cengengesan
"wah misa mata kamu bengkak banget nak sana di kompres dulu biar mendingan" mama kaget melihat mata misa yang sudah kayak digigit tawon
"iya mama sayang, ya udah misa ke dapur dulu ma". misa mengambil beberapa batu es dan mengompreskannya pada mata sambil menonton tv diruang keluarga.
"mama kok dirumah, ga berangkat kerja ma" misa baru tersadar akan keberadaan mamanya dirumah di jam 10 pagi ini, biasanya mamanya sudah berangkat ke kampus. ya mama dan papa misa adalah seorang dosen dikampus berbeda orang tuanya bertemu satu sama lain saat menempuh pendidikan S1 dikampus yang sama, meski sempat berpisah saat lulus kuliah mereka kembali dipetemukan diseminar para dosen dan berlanjut hingga menikah sampai sekarang.
"mama masuk siang nanti pagi ini mama mau pergi kerumah sakit jenguk teman lama mama yang lagi sakit, nih mama udah mau berangkat" jawab mama meisya sambil sibuk mengemas makanan untuk dibawa "kamu hati-hati dirumah ya" mama mencium pipi misa
"iya mama, misa bukan anak kecil lagi" jawab misa sambil memanyunkan bibirnya
misa mengantar mamanya sampai pagar rumah setelah mamanya berlalu pergi misa pun masuk kembali kedalam.
__ADS_1
"hah enaknya ngapain ya, setelah ga ada kerjaan gini jadi bosen pengen gerak aja bawaannya" lamun misa
dering hp membuyarkan lamunan misa yang tengah menonton tv dengan bossn dia segera mengambil hpnya disofa dilihat siapa yang menelponnya
"halo" sapa misa setelah mengangkatnya
"misa kamu udah selesai magangkan, kita pergi jalan-jalan yuk"
"oke deh, aku juga lagi malas dirumah sendirian, mau ketemu dimana"
"aku tunggu di mall xx aja aku udah siap-siap kamu buruan nyusul ya, aku tunggu, dah"
"iya aku siap-siap dulu bentar, oke dah"
didalam mall misa dan tina memutuskan untuk pergi menonton film dibioskop. mereka segera menuju lantai 4 mall.
"aku juga pengen punya ayank" keluh tina yang melihat banyak pasangan kekasih menonton bersama sambil bergandengan dan berpelukan
"kamu mah ga asik sa pacar itu perlu untuk penyemangat kita misa" kata tina menekankan
"semangat apa yang ada malah bikin makan hati, buktinya tiap kali pacaran kamu kalau berantem nyeluh mulu ke aku capek tau" keluh misa karna bukan sekali dua kali tina mengeluh soal pacar yang sudah berkali- kali berganti, sekarang pun baru terhitung satu bulan tina menjomblo.
"hehehe tapi ga enak sendiri sa kamu juga coba gih punya pacar pasti nanti ketagihan juga pengennya ada ayank terus" saran tina sambil menaik turun kan alisnya centil
"ga mau ah, aku maunya nanti kalau udah dirasa siap pengennya langsung diajak ta'arufan aja lalu abis itu nikah ga mau buang-buang waktu buat pacaran" kata misa
"tapi kalau kamu nya nyaman punya pacar aku sih dukung-dukung aja yang penting kamu jangan sampe lewatin batas tin" lanjut misa menasihati temannya
....
__ADS_1
tidak terasa waktu berjalan dengan cepat zeno baru saja menyelesaikan ujian semester satunya
"zeno libur ini mau kemana, kita mau pergi liburan lo ikut ga" tanya leo setelah menyelesaikan ujian mereka zeno, leo dan riki memutuskan untuk nongkrong di warung dekat sekolah mereka
"kalian mau pergi liburan kemana" tanya zeno balik
"rencana sih mau ke yogyakarta nih anak pengen jalan-jalan kesana katanya pengen refresin otak" kata leo sambil menunjuk riki yang sibuk makan gorengan
"kamu ikut ga zen" tanya riki disela makannya
"aku pas dulu bro lain kali deh aku usahain" jawab zeno
"yah, oke deh tapi lain kali lo ikut ya kalau kita ajak" leo
"sip" jawab zeno sambil menganjungkan jempolnya
setelah berpisah dari teman-temannya zeno segera melajukan motornya menuju daerah tepi kota, ya zeno hari ini berencana untuk melakukan pembukaan bengkel keduanya, selama hampir 2 bulan ini zeno di sibuk tidak hanya dengan sekolahnya tetapi juga mencari tempat yang strategis untuk pengembangan usahanya.
"selamat siap bang amar gimana persiapannya lancar bang" tanya zeno kepada kepala di bengkel barunya ini
"aman mas zeno, mari mas kita langsung keatas aja" ajak bang amar
bengkel baru zeno terdiri dari dua lantai dimana lantai pertama tempat service kendaraan dan lantai kedua terdiri dari kantor, tempat istirahat karyawan dan gudang barang.
setelah pembukaan dari kepala bengkel zeno pun memberi sepatah kata sebelum peresmian bengkelnya
"assalamualaikum, pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada bang amar yang membantu dalam persiapan pembukaan bengkel, saya berharap kita semua dapat bekerja sama untuk memajukan bengkel ini nantinya dan bisa menjalin hubungan yang erat tidak hanya sebatas karyawan dan atasan tapi lebih kepada keluarga, jika ada dari abang-abang semua yang mengalami kesusahan atau perlu bantuan apapun tolong sampaikan bisa ke bang amar ataupun kepada saya langsung saya rasa cukup sekian kata-kata dari saya, saya berharap kita bisa menjaga kepercayaan satu sama lain terimakasih" tepuk tangan bergema diruangan yang tidak terlalu besar itu.
setelah acara pembukaan bengkel selesai zeno berpamitan untuk pulang kepada seluruh karyawan yang ada disana
__ADS_1
"bang saya percayakan bengkel ini ke abang" zeno menjabat tangan bang amar
"iya, isyaallah mas zeno" balas bang amar menjabat tangan zeno.