BERSAMA DENGAN MU

BERSAMA DENGAN MU
9


__ADS_3

"iya, kami akan segera menikah dalam waktu dekat ini" kata misa sambil merangkul lengan zeno


zeno yang kaget dengan jawaban misa menoleh menatap misa, misa pun menatap kearah zeno membuat mereka saling bertatapan untuk beberapa detik


"kamu serius, jadi kamu lebih suka sama anak ini dari pada aku, apa kamu ga salah pilih dia bahkan terlihat sangat muda dari mu dan sepertinya dia juga belum bekerja, apa yang bisa kamu harapkan darinya" kata ferdy merendahkan


"tentu saja karna dia lebih baik dari anda, dia juga lebih muda dari anda dan masalah pekerjaannya anda tidak perlu ikut campur" jawab misa terdengan meyakinkan


zeno yang mendengarnya malah tersenyum kearah ferdy karna merasa menang darinya


ferdy terlihat geram melihat tingkah zeno dan memilih untuk meninggalkan tempat itu


"jangan pernah datang kesini lagi" teriak zeno


"kamu akan menyesal misa karna sudah menolak saya" ferdy menyumpahi misa dan berlalu pergi


setelah hanya tinggal mereka berdua zeno menanyakan perihal kata-kata misa tadi


"kamu serius sama yang kamu katakan tadi kan? kalau gitu aku akan datang besok buat melamar kamu, sekarang masuk dan istirahat lah" kata zeno dia lalu berpamitan pada misa tanpa menunggu jawab misa


dikamarnya misa tidak bisa tidur memikirkan acara lamarannya besok


misa resah dan gelisah dia berguling-guling dikasur menghadap kanan lalu pindah menghadap kiri dan begitu terus setelah 1 jam baru lah misa bisa terlelap


....


pagi ini sesuai dengan janji zeno, dia datang bersama keluarganya ke rumah misa yang berada tepat didepan rumahnya, hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit untuk sampai kesana.


"assalamualaikum" zeno dan keluarganya mengucap salam


"walaikumsalam" sahut keluarga misa yang sudah menanti kedatangan keluarga zeno


"silahkan masuk pak zafran bu nina dan nak zeno" kata mama meisya mempersilahkan tamunya masuk


keluarga misa dan keluarga zeno telah duduk bersama diruang tamu. di ruang tamu telah tersedia minuman dan juga aneka cemilan yang sudah disediakan sebelumnya oleh mama meisya dan juga misa


"baiklah pak arka, kita mulai saja maksud kedatangan kami kesini adalah untuk memenuhi permintaan anak kami ini untuk datang kesini melamarkan anak bapak misa untuk anak kami zeno, apakah bapak berkenan untuk menerima lamaran ini?" kata papa zafran menyampaikan permintaannya


"seperti yang pak zafran sendiri ketahui misa ini adalah anak perempuan kami satu-satunya dan kami ingin dia bisa menikah dengan pria yang baik dan juga bertanggungjawab terhadap keluarganya, apa nak zeno bisa memenuhi harapan kami ini?" tanya papa arka


"insyaallah om saya akan berusaha untuk menjadi suami yang baik dan juga bertanggungjawab untuk misa kelak" jawab zeno mantap


"hm, saya selaku orangtua menilai nak zeno adalah pemuda yang baik tetapi keputusan akhir tentu saja harus saya serahkan kepada misa sendiri, bagaimana misa apa kamu bersedia menerima lamarannya nak zeno?" tanya papa arka pada misa


misa terdiam sejenak dia meyakinkan hatinya sendiri apakah dia akan menerima atau harus menolak lamaran ini


"saya menerima lamaran ini pa" jawab misa dengan suara yang sedikit pelan tetapi masih terdengar jelas oleh semua orang


"alhamdulillah" sahut semua orang yang tegang menunggu jawaban misa


zeno meski terlihat santai sedari tadi nyatanya dia sangat cemas jika lamarannya ditolak

__ADS_1


"yes!!" zeno bersorak dalam hati sambil mengepalkan tangannya


acara dilanjutkan dengan penentuan tanggal pernikahan mereka


pernikahan akan ditetapkan satu bulan dari sekarang


misa cukup kaget pasalnya dia merasa bahwa waktunya terlalu cepat


tetapi mama meisya dan mama nina serempak mengatakan kalau pernikahan dilaksanakan lebih cepat lebih baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan


meski keberatan misa akhirnya menerima saja keputusan tersebut


sedangkan zeno tentu saja dia merasa sangat senang karna dia tidak perlu menunggu terlalu lama untuk bisa menikah dengan pujaan hatinya itu


acarapun selesai setelah mereka makan siang bersama


keluarga zeno pun berpamitan untuk pulang


....


hari ini misa dan zeno pergi bersama-sama untuk melakukan persiapan pernikahan mereka


tadi pagi zeno datang menemui misa untuk mengajaknya melakukan pengukuran baju untuk pernikahan


meski lamaran baru terjadi kemarin, zeno memutuskan untuk melakukan persiapan pernikahan secepatnya karna waktu pernikahan yang hanya satu bulan lagi


misa yang sedang dibonceng oleh zeno dengan motor besarnya dengan canggung memegang pinggang zeno karna paksaan dari zeno sebelum melajukan motornya tadi


tidak hanya itu design pakaian disini juga telah menjadi langganan para artis saat mereka akan menikah yang membuat harga pakaian disini menjadi sangat mahal


"sudah gapapa kita cuman menikah sekali seumur hidup jadi harus disiapkan dengan sempurna" kata zeno dan menggenggam tangan misa lalu membawanya masuk


"selamat pagi, selamat datang di butik oxy" sapa karyawan butik saat misa dan zeno memasuki butik


"selama pagi, saya sudah buat janji temu dengan designer karin apa beliau ada?" tanya zeno saat salah satu karyawan menghampirinya


"oh, atas nama siapa?" tanya karyawan itu kembali


"zeno prakarsa" jawab zeno


"baik tunggu sebentar saya panggilkan dulu ya mas" karyawan itu pun berlalu pergi


"selamat datang pak zeno" sapa seseorang yang terlihat turun dari tangga dan menghampiri zeno


"buk karin" sapa zeno


"mari ikut saya" ajak wanita yang sudah terlihat tidak muda lagi tetapi masih sangat cantik dan bersemangat yang dipanggil karin tersebut


"terimakasih" zeno kembali menggandeng tangan misa, sedangkan misa hanya menurut


misa melakukan pengukuran badan setelah masuk keruangan private bersama designer karin

__ADS_1


"badan kamu bagus banget cantik" puji karin


"makasih" misa dibuat tersipu malu akan pujian karin


"oke, mengukur badan sudah selesai sekarang kamu tinggal tentukan model pakaiannya mau yang kayak apa" kata karin setelah menyelesaikan pengukurannya


"aku belum ada gambaran pastinya mau baju kayak apa, boleh liat-liat katalog designnya dulu nanti baru aku tentuin" karna pernikahan yang terkesan mendadak ini yang tidak terbayangkan oleh misa kalau dia akan secepat ini menikah membuat misa belum ada gambaran tentang bagaimana pesta pernikahan yang diinginkannya


"oke ga masalah santai aja kamu juga bisa minta pendapat calon suami kamu juga" kata buk karin lalu mengajak misa keluar untuk menemui zeno yang sudah menunggu mereka diluar sambil duduk sendirian dari tadi


"gimana udah selesai?" tanya zeno menghampiri misa


"baru ukurannya aja yang selesai sekarang kalian silahkan pilih model yang mau dibuat" kata buk karin memberitahu zeno


"oh, ya udah kita lihat-lihat dulu aja nanti kamu bisa pilih yang kamu suka" kata zeno pada misa


"kalau begitu karyawan saya akan menemani kalian keliling nanti kita bertemu lagi" kata buk karin sambil memanggil salah satu karyawannya lalu pamit pergi


mereka pun mengitari butik tersebut bersama-sama


"apa ada yang kamu suka?" tanya zeno yang melihat misa hanya memandang gaun-gaun yang berjejer tanpa berniat untuk menyentuhnya


"bisa kita bicara sebentar diluar? berdua aja?!" yang dijawab misa dengan pertanyaan kembali


"baiklah" kata zeno


mereka memutuskan untuk duduk dicafe yang ada dekat butik. setelah memesan minuman zeno mulai bertanya


"kamu mau bicara apa?" tanya zeno


misa menatap zeno sejenak "apa kamu ga terlalu berlebihan buat acara pernikahan kita, aku tau kalau gaun dibutik itu tu ga murah, aku ga maksa kamu buat adain pesta yang mewah yang sederhana aja aku juga ga masalah apalagi kamu masih belum kerja, aku bisa ngertiin kok, jadi jangan maksain apalagi kamu pakai duit orang tua kamu buat bikin pesta ini aku jadi ga enak sama mereka nanti" kata misa panjang lebar melepas uneng-unengnya dari sejak mereka dibutik tadi


melihat misa yang mengomel membuat zeno malah senyum-senyum sendiri zeno merasa misa sangat menggemaskan saat mengomel


"kok kamu malah senyum-senyum sih saat aku bicara serius,kamu anggap masalah ini tuh sepele ya!" misa yang mencoba menyampaikan keberatannya pada zeno jadi tersulut emosi karna menganggap zeno sama sekali tidak bisa diajak bicara serius


"maaf bukan nya aku ga anggap serius perkataan kamu tapi tadi itu kamu lucu banget jadi pengen cium" ucapan gombal yang keluar begitu saja dari mulut zeno membuat misa melototkan matanya pada zeno


"ah maaf aku salah bicara" kembali zeno meminta maaf melihat misa yang bisa menerkannya hanya dengan tatapan matanya saja


"masalah biaya pernikahan kita kamu ga usah khawatir dan juga ini tu bukan pakai uang orang tua aku tapi uang dari hasil kerja keras aku dan aku ingin membuat pesta yang terbaik buat kita karna pernikahan cuman sekali seumur hidup" lanjut zeno meyakinkan misa


Misa mengernyitkan wajah terhadap pernyataan zeno "emangnya kamu kerja apa?" tanya misa penasaran, karna dia berfikir jika zeno masih kuliah dan belum bekerja


"aku ada buka usaha kecil-kecilan, jadi ga usah khawatir" terang zeno


misa masih menatap ragu pada zeno "kamu ga pakai uang tabungan kamu dari kecilkan buat nikahan kita?"


"ya, itu juga termasuk" jawab zeno dengan senyum tipisnya


setelah perdebatan mereka, akhirnya misa mengalah dan menerima keputusan zeno untuk memesan gaun di butik oxy yang terkenal mewah dan mahal itu.

__ADS_1


__ADS_2