BERSAMA DENGAN MU

BERSAMA DENGAN MU
8


__ADS_3

"APA!!!" misa yang terkejut akan jawaban mama meisya membuat dia tidak sengaja berteriak


"mama serius? mama lagi ga bercandakan? masa zeno?" misa memberi pertanyaan beruntun pada mama meisya


"iya sayang yang melamar kamu itu zeno, tadi pagi dia datang ke mama dan bilang kalau dia mau melamar kamu weekend ini" kata mama meisya dengan suara yang lembut dan tenang


"weekend ini? dan papa sama mama setuju?" tanya misa lagi dengan tergesa-gesa


"papa udah bicara langsung tadi sama zeno dan papa lihat dia serius dan siap untuk itu, jadi papa rasa tidak ada masalah" kata papa misa yakin


"mama juga, melihat dia yang dengan berani datang kesini dan bilang kalau mau melamar kamu mama rasa tidak ada masalah untuk mempertimbangkannya jadi menantu mama" kata mama meisya juga


setelah pembicaraan yang mendadak tentang lamaran selesai misa pun menuju ke kamar nya.


"hah, apa-apa ini. apa anak itu benar-benar serius? atau dia hanya mempermainkan ku?" batin misa yang dipenuhi tanda tanya di pikirannya. "sepertinya aku harus membicarakan hal ini dengan anak itu secara langsung agar semua menjadi jelas" akhirnya misa menutuskan untuk menanyakan perihal ini kepada zeno langsung setelah dipenuhi dengan kebingunan lalu misa terlelap dalam tidurnya.


....


kamis pagi misa bangun lebih pagi dari biasanya meski ini hari liburnya. dia segera melesat kekamar mandi menggosok gigi dan mencuci muka setelah selesai misa mengganti piyama tidurnya dan segera turun kelantai satu


"tumben bangun pagi?" tanya mama meisya yang melihat misa menuruni tangga


"iya ma, lagi pengen bangun pagi aja" kata misa


"kalau gitu yuk duduk sarapan sama-sama" ajak mama meisya yang tengah menyiapkan sarapan untuk papa arka


"misa nanti aja ma, misa mau pergi olahraga dulu sebentar, mama sama papa sarapan duluan aja" kata misa sambil berlalu pergi


"tumben anak kita mau olahraga ma?" tanya papa arka heran


"hihihi, papa kayak ga tau aja, itu cuman alasan misa aja padahal dia pengen ketemu zeno di depan, kan biasanya nak zeno pagi-pagi udah pergi keluar buat olahraga" kata mama meisya menebak yang tebakannya sangat tepat.


dihalaman depan rumahnya misa tengah berdiri menunggu zeno yang biasanya keluar untuk olahraga pagi.


tidak beberapa lama zeno pun keluar


"zeno" panggil misa saat zeno sedang membuka pagar rumahnya


"buk misa? tumben pagi-pagi udah diluar?" tanya zeno yang tidak biasanya melihat misa keluar dipagi hari


"ada yang mau aku bicarakan sama kamu" kata misa


"aku tau apa yang ingin ibuk bicarakan, tapi kita jangan membicarakannya disini, gimana kalau kita pergi ke taman, aku ambil motor ku sebentar" kata zeno dan masuk ke garasi untuk mengambil motornya


"naik buk" kata zeno setelah mengeluarkan motornya


setelah menempuh perjalanan selama 10 menit meraka sampai ditaman dekat komplek tempat tinggal mereka.


taman yang asri dan hijau membuat paru-paru merasa segara dengan oksigen yang dihasilkannya.

__ADS_1


banyak orang yang juga berada ditaman pagi ini untuk olahraga,pedagang yang berjualan atau orang-orang yang sekedar duduk-duduk santai.


"duduk disini buk" setelah berjalan memasuki taman zeno mengajak misa untuk duduk didekat pedagang yang berjualan bubur ayam.


"ibuk udah sarapan?" tanya zeno setelah mereka duduk


"belum" jawab misa singkat


"mau makan bubur ayam?" tanya zeno lagi


"boleh" misa kembali menjawab singkat


"tunggu sebentar, biar aku pesankan dulu" kata zeno lalu menuju tukang bubur ayam untuk memesan.


"mas, bubur ayamnya dua makan disini" setelah pesanannya jadi zeno segera membawa nya pada misa


"ini buk" kata zeno sambil menyodorkan satu mangkok bubur ayam


"terimakasih"


mereka menyantap bubur ayam tersebut tanpa bersuara


"jadi ibuk mau bilang apa?" tanya zeno setelah mereka selesai makan


"maksud kamu apa tiba-tiba datang kerumah dan melamar aku?" tanya misa to the point


"maksudnya? ya seperti yang ibuk pikirkan tujuan saya melamar ibuk tentu saja agar saya bisa menikah sama ibuk" mendengar kata-kata zeno membuat misa terdiam sesaat


"ya saya amat sangat serius, jadi saya harap ibuk bisa mempertimbangkannya dengan matang, tentu saja ibuk boleh menolak jika tidak mau" kata zeno


Misa hanya terdiam mendengar penuturan zeno, karna tidak ada tanggapan akhirnya zeno mengajak misa untuk kembali


"kalau gitu gimana kalau kita pulang sekarang" zeno berdiri dari duduknya dan mengajak misa untuk pulang menuju rumah mereka masing-masing


selama perjalanan pulang misa terus-menerus menatap punggung zeno dia menyadari kalau punggung pemuda didepannya itu sangat lebar karna zeno tengah memakai pakaian olahraga yang sedikit ketat membuat otot lengan dan otot punggungnya terlihat


"*aku baru sadar kalau dia ternyata sudah jadi pria dewasa dia terlihat sangat berotot dan punggungnya pun terlihat sangat gagah" batin misa


"hah, apa yang kamu pikirkan misa, kamu seperti wanita mesum*" misa mencoba menghapus pikiran tentang zeno yang sedikit mesum itu.


"buk, kita udah sampai, ibuk ga mau turun" kata zeno membuyarkan lamunan misa


"ah, iya ini saya mau turun kok" jawab misa mencoba bersikap biasa


"kalau gitu sampai jumpa sabtu pagi buk" kata zeno sambil melambaikan tangan kearah misa


"ya? sabtu pagi?" tanya misa bingung akan pernyataan zeno


"iya, saya kan tadi bilang sama ibuk saat diatas motor kalau saya bakal datang buat lamaran resmi sama orangtua saya" kata zeno mengingatkan

__ADS_1


ya saat perjalanan pulang tadi zeno berbicara pada misa kalau dia ingin datang kerumah misa untuk lamaran resmi dan misa yang sedang melamun tanpa sadar menjawab "iya" pada zeno.


"sampai ketemu ya buk" kata zeno lagi lalu membuka pagar rumahnya dan masuk kedalam


sedangkan misa masih terdiam didepan pagar rumahnya.


setelah misa merebahkan diri dikamarnya dia dipusingkan oleh zeno yang membuat dia kesulitan memejamkan mata untuk tidur


"hah, yang benar saja apa dia benar-benar serius?! sepertinya aku harus memikirkannya dengan matang sebelum memberi jawaban sabtu besok" pikir misa


lama misa merenung malam itu baru jam 2 malam misa bisa tertidur


....


jum'at ini misa berencana untuk membicarakan perihal lamaran lagi dengan zeno sebelum zeno datang dengan lamaran resminya tetapi saat bersiap-siap misa mendapat telpon dari nomor tak dikenal


"halo" jawab misa setelah mengangkat telponnya


"halo, aku ada di depan rumah kamu, bisa kita bicara sebentar" kata sipenelpon


"ah, baiklah" jawab misa singkat dan langsung memutus telponnya


"misa mari kita bicara sekali lagi"


"mas, apa mas ga capek kayak gini terus, kalau mas terus datang kesini aku bakal laporin mas ke polisi" kata misa yang sudah mulai kesal pada orang yang diajaknya bicara yang tidak lain adalah ferdy


"aku kan udah bilang kalau ada dari sikap aku yang kamu ga suka kamu bisa bilang, memangnya apa yang kurang dari aku ah" ferdy yang marah berteriak pada misa. dia menarik tangan misa dan mengajak misa untuk masuk ke mobilnya


"mas lepasin tangan aku" misa mencoba melawan tapi tenaga ferdy lebih kuat darinya


"ayo ikut aku sebentar mari kita bicara ditempat yang lebih tenang" kata ferdy sambil terus menyeret misa ke mobil


saat ferdy membuka pintu mobilnya sebuah pukulan mendarat dirahang ferdy membuat genggamannya terlepas dan dia tersungkur di samping mobil


"apa yang lo lakuin?" tanya ferdy dengan marah menatap orang yang tiba-tiba memukulnya


"lo yang apa-apaan, berani-beraninya lo narik calon istri gue" kata zeno orang yang melayangkan tinjunya yang tidak sengaja melihat misa yang ditarik oleh ferdy saat dia pulang untuk menjemput barang yang ketinggalan dirumah


ferdy berdiri dan menatap menantang kearah zeno


"calon istri?, anak baru kemarin sore aja udah belagu, jangan ikut campur urusan orang dewasa deh lo" kata ferdy sambil menunjuk-nunjuk zeno


"ah,baik pak tua yang merasa sok dewasa, saya ga peduli sama urusan anda tapi saya cuman peduli sama wanita ini yang berusaha anda bawa" kata zeno sambil menarik pelan misa kearah punggungnya


"lo emang siapanya" ferdy berusaha untuk meraih misa kembali tetapi gagal karna dihalangi zeno


"wah udah tua budek lagi, kan udah saya bilang tadi kalau wanita ini tu calon istri saya" tegas zeno


ferdy menatap kearah misa mencoba untuk meminta misa memberi jawabannya

__ADS_1


"iya, kami akan segera menikah" kata misa sambil merangkul lengan zeno


__ADS_2