BERSAMA DENGAN MU

BERSAMA DENGAN MU
4


__ADS_3

sudah hampir satu semester zeno kuliah, sebentar lagi tidak terasa sudah akan memasuki ujian akhir semester, masa-masa kuliah dihabiskan zeno hanya dengan balajar dan mengurus bisnis, sesekali dia nongkrong dengan teman-teman kuliahnya.


beberapa teman wanita mencoba mengajak zeno berkenalan lebih dekat tetapi dengan halus zeno menolak mereka, memang sejak pertama mulai perkuliahan zeno sudah cukup terkenal karna wajahnya yang tampan ditambah tubuhnya yang terbilang cukup tinggi yaitu 172cm dan badan yang terlihat keberotot.


.....


hari ini adalah hari pertama ujian semester dikampus zeno, setelah menyelesaikan ujian zeno segera berjalan keluar kampusnya tetapi dia dipanggil oleh seseorang


"zeno kita ke kantin bareng yuk" ajak salah satu teman wanita zeno


"maaf ya aku pass dulu soalnya udah ada janji" tolak zeno dan berlalu pergi


si wanita yang berniat menghentikan zeno pergi malah ditarik oleh salah satu teman laki-lakinya


"udah nyapain sih kamu ngejar-ngejar cowok sok kegantengan kayak dia kaya ga ada cowok lain aja"


"ya emang dia ganteng kali, udah gitu pinter lagi ga kayak kamu" bela sang wanita


"hah cowok kayak dia apanya yang ganteng wajahnya pas-pasan aja kayak gitu" cela sang pria


"ih kamu buta ya kalau wajah kayak dia pas-pasan trus wajah kamu masuk kategori apa dong" tanya sang wanita tidak terima


"aku..."


"jeni, paul" panggil seseorang pada dua orang yang berdebat itu


"hai sekar, udah kelar ujian kamu" tanya jeni pada wanita yang memotong perdebatan yang tak pentingnya.


"udah yuk jalan, kita kekantin dulu kan" tanya sekar, mereka bertiga pun berlalu pergi menuju kantin kampus.


....


"ma, menurut mama kalau misa resign dari kerjaan misa sekarang gimana ma?" kata misa yang tengah duduk-duduk bersama mamanya didepan tv setelah makan malam mereka sedangkan papa misa tengah berada diruang membaca.


"emang kenapa kamu mau resign sayang?"tanya mama meisya dengan lembut


"setelah misa selesai traning atasan misa disitu selalu kasih kerjaan dia ke misa, misa udah coba buat nolak tapi dia beralasan kalau dia mau ngajarin misa kerjaan bagian dia itu kayak apa, misa merasa ga nyaman karna kalau misa ga kerjain dia malah marah-marah ke misa depan karyawan lain dan bilang kalau misa kerjanya ga becus" curhat misa pada mamanya


"kalau kamu emang ga betah disana ga masalah kamu keluar, mama yakin kalau misa tau apa yang tepat buat misa" nasehat mama meisya


"iya ma, makasih ma" kata misa dan memeluk mamanya sayang


"sama-sama sayang" mama meisya balas memeluk anak gadis ke sayangan nya itu.


....


"mbak amel gimana tugas yang dikasih barusan, mbak amel ngerti ga?" tanya misa pada teman kelasnya setelah perkuliahan selesai


"lumayan ngerti lah misa, kamu gimana?" tanya amel kembali


"aku kurang paham sama yang diterangin dosen tadi, bisa ga mbak amel kalau kita ngerjain tugasnya barengan mbak?" tanya misa lagi


"oke ga masalah, kita kerjain sekarang aja kalau gitu" ajak amel

__ADS_1


"makasih mbak, kalau gitu kita kerjain di cafe depan aja gimana mbak?"


"boleh"


mereka pun berjalan menuju cafe terdekat dari kampus. saat sudah sampai di cafe dan mengambil tempat duduk yang nyaman mereka segera memesan minuman dan makanan pendamping.


saat mereka sibuk membuat tugas sambil sesekali mereka makan cemilan tiba-tiba saja amel menginterupsi misa


"misa kamu udah punya pacar belum?" pertanyaan tiba-tiba itu membuat misa tersedak


"aduh hati-hati makannya mis jangan buru-buru" amel segera memberi air putih untuk misa minum


setelah misa menenangkan dirinya dia meminta amel untuk mengulang pertanyannya


"apa kata mbak tadi, pacar?" tanya misa


"iya kamu udah punya pacar belum" kata amel mengulang pertanyaannya


"emang kenapa mbak kok tiba-tiba nanya itu?" tanya misa kembali alih-alih langsung menjawab


"enggak, kalau kamu belum ada pacar teman mbak ada yang minta dikenalin sama kamu" kata amel lagi


"egh emang teman mbak kenal sama aku?" tanya misa bingun


"iya, ada teman mbak bilang kalau dia tertarik sama kamu, kamu mau ga mbak kenalin sama dia?"


"dia tau aku dari mana?" misa


"hm ada deh, kamu juga tau kok orangnya, mau ya? dia udah desak mbak terus buat kenalin kamu ke dia" kata amel


"iya coba kamu pikir-pikir dulu siapa tau kalau nanti udah kenal kalian cocok" kata amel yang tidak ingin memaksa misa


"tapi jangan lama-lama mikirnya ya nanti keburu dianya diambil yang lain" lanjut amel sedikit memanasi misa


"ih mbak kayak dia barang aja"


"hahaha...bercanda" tawa amel membuat misa cemberut.


selama kurang lebih 2 jam waktu yang mereka habiskan di cafe


"ha akhir nya kelar juga" misa perentangkan tangannya yang kelelahan mengetik dari tadi


"makasih ya mbak udah mau bantuin tugas aku" kata misa pada amel sambil membereskan laptop dan kertas-kertas yang berserakan di meja


"iya sama-sama misa, makasih juga buat traktirannya ya" kata amel yang juga berkemas-kemas


"mbak pulang nya naik apa?" tanya misa


"aku udah minta suamiku buat jemput, dia udah didepan sekarang" kata amel


"oh, ya udah mbak, sampai jumpa besok mbak amel" kata misa saat mereka sudah sampai diluar dan bertemu dengan suami amel


"iya mis, hati-hati dijalan" kata amel melambaikan tangan

__ADS_1


"iya mbak, mbak juga hati-hati" misa pun membalas lambaian tangan amel


....


"ah akhirnya bebas" teriak paul


"ga usah lebay" jeni sedikit mendorong paul saat lewat


"gimana ujian kamu tadi jen, ada diisi semua ga?" tanya sekar saat mereka berjalan beriringan


"jelas dong, meski gue ga yakin kalau jawabannya benar hahaha" tawa jeni tanpa beban


"aku juga, meski semua keisi tapi tadi kayaknya aku ada yang salah jawab deh" kata sekar sedikit risau


"tenang sekar, aku yang ngisi cuman setengah selow aja tuh" kata paul percaya diri


"kalau kamu aku ga usah nanya juga udah tau jawaban kamu apa" kata sekar tidak perduli


"ya udah, ujian yang udah lewat ga usah dipikirin lagi, sekarang kita isi perut aja gue udah lapar nih kebanyakkan mikir" ajak paul cuek


jeni dan sekar hanya bisa menganga mendengar penuturan paul. saat mereka berjalan menuju kantin mereka berpapasan dengan zeno yang tengah menuju parkiran motor.


"zeno" sapa jeni


zeno menoleh mencari sumber suara


"ikut kita ke kantin yuk" ajak jeni setelah zeno melihatnya


"ga sorry ya aku lagi buru-buru, duluan" tolak zeno dan berlalu pergi


"lo tuh ga kapok apa udah dicuekin kayak gitu masih aja ga nyerah, gue ga paham sama lo" kata paul sedikit kesal


"biarin, siapa tau kalau terus-terusan gue deketin dianya jadi mau sama gue" kata jeni percaya diri


sekar yang melihat hanya bisa tersenyum karna meski sudah berkali-kali di nasehati jeni masih saja belum menyerah buat jadiin zeno pacarnya.


....


zeno baru-baru ini memiliki aktifitas berbeda selain dari kuliah dan mengawasi usahanya. hal ini terjadi karna dia mendapat kabar yang cukup membuatnya merasa terganggu.


ya beberapa hari lalu zeno yang pulang seperti biasanya dijam 9 malam tidak sengaja melihat misa tetangga depan rumahnya sekaligus guru sementara disekolahnya dulu pulang diantar seorang pria dengan mobil.


saat mobil yang mengantar misa sudah pergi zeno memberanikan diri untuk bertanya pada misa yang masih berdiri didepan pagar rumahnya


"siapa yang barusan buk, pacar ibuk ya?" tanya zeno ragu-ragu


"bukan..." kata misa


membuat zeno sedikit lega


"masih pdkt, belum jadi pacar" sambung misa


misa lalu masuk ke rumahnya, dia tidak melihat zeno yang berdiri mematung karna shock.

__ADS_1


^^^bersambung.....^^^


__ADS_2