BETRAYAL

BETRAYAL
ELEVEN


__ADS_3

setelah membaca pesan yang dikirim dari farel, kepin langsung pergi ke rumah sakit kembali tidak lupa dia membawa uang hasil dia menang balapan tadi


sesampainya di rumah sakit kepin langsung mencari dewa yang seharusnya ada di depan ruangan Nayla


"dewa mana sih"


"nyari gue?" ucap dewa tiba-tiba muncul seperti hantu


"horor banget sih Lo tengah malam gini main hilang aja"


"tadi gue habis angkat telpon dari bokap"


"apa kata papi? mami sehat aja kan"


"sehat dan mami bilang kita mulai besok sekolah kembali dan urusan Nayla biar mami sama bodyguard mami yang jaga disini"


"kok gitu?"


"kata papi mami kita pokus sama sekolah aja dulu karena kita mendekati ujian nasional takutnya kita ketinggalan banyak materi"


"Lo lupa? kita udah mantan pembuat onar itu berarti kita ga bisa bolos lagi dong" kesal kepin


"siapa suruh Lo kalah" jawab dewa mengejek


"itu berarti kita kembali ke sekolah dengan perubahan sikap kita menjadi baik bukan nakal lagi" ucap kepin


"gue sih biasa aja ya kalau ga buat onar tapi kalo sehari tanpa bikin ribut sama OSIS alay itu rasa ada yang beda aja gitu" ucap dewa mengingat masa dimana mereka selalu membuat para anggota OSIS pusing dengan kelakuan mereka bertiga yang sangat menyebalkan


"berarti kita ga bisa jaga nayla disini lagi dong kalau mami yang jaga"


"kata papi kita bisa aja ke sini tapi jangan nginep karna kita harus pokus belajar"


itulah kepin dan dewa jika sedang mengobrol sangat santay tidak dingin atau cuek berbeda dengan orang lain pasti mereka seperti orang bisu yang malas menjawab omongan orang


.....

__ADS_1


kini malam berganti dengan pagi yang berarti semua orang akan melakukan aktivitas nya masing-masing, namun berbeda dengan gadis pemalas yang seperti nya Enggan untuk membuka mata nya untuk bersiap ke sekolah


seperti tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas nya ana malah dengan santay nya menutup wajah nya dengan bantal karna seperti sengaja ayah nya membuka gorden kamar nya membuat sinar mentari masuk ke dalam kamar nya


"papa apaan sih ga usah sok peduli sama aku" ketus ana dengan mata masih tertutup


"bangun anak gadis ga boleh bangun siang" ucap papa ana lembut


"ga dengar dan ga peduli" ucap ana Lang pergi menuju kamar mandi


"sampai kapan kamu menganggap papa musuh kamu sendiri nak, papa merindukan sikap kamu yang dulu" ucap papa ana lirih yang sangat sedih melihat perubahan sikap anak nya makin buruk dari hari ke hari


papa ana selalu berdoa semoga ada seseorang yang akan menyadarkan ana dan membawa ana ke jalan yang lurus suatu saat nanti


ana yang di kamar mandi hanya menatap diri nya sendiri merasa marah terlahir di keluarga kaya namun kurang kasih sayang dan selalu di tuntut untuk menjadi sempurna tidak seperti anak muda biasa nya yang akan bebas menikmati hidup nya


"andai papa ga selalu nuntut aku buat jadi pewaris yang sempurna pasti aku ga bakal se buruk ini pah" lirih ana menatap bayangan diri nya di cermin


dia merasa sedih kenapa harus dia yang selalu di tuntut ini itu hanya karna sesuatu yang tidak dia inginkan


"papa yang suka nuntut aku untuk jadi sempurna tapi berbeda dengan mama yang menganggap aku hidup namun seperti tidak terlihat" senyum miris terbit dari sudut bibir gadis bar-bar itu


berbeda hal nya kepin dan dewa yang kembali ke sekolah dengan penampilan baru yaitu lebih rapi dan taat aturan tidak seperti biasa nya yang berpakaian seperti preman


"gini banget rasa nya berpakaian rapi ga bisa bebas gue bergerak" kesal kepin sambil berjalan di koridor


mereka yang ingin menuju kelas tanpa sengaja bertemu farel yang akan patroli keliling sekolah


"nah gini enak kan dilihat nya kalo kalian rapi kaya gini" ucap farel tersenyum bangga kepada mantan pembuat onar di depan nya itu


"enak apanya risih gue takut baju nya Kumal" kesal kepin


"enak sih tapi ga bisa bebas kaya dulu lagi" ucap dewa


"selamat datang dengan penampilan dan sifat yang baru mantan pembuat onar" ucap farel mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan sebagai tanda pertemanan

__ADS_1


"dan gue harap ga ada permusuhan lagi di antara kita" sambung farel setelah berjabat tangan dengan dewa dan kepin


"kita temen sekarang tapi ga ada peraturan apapun untuk gue diem ga jahilin kalian kaya biasa nya" ucap dewa


"udah jadi mantan ga usah main jahil sama orang"


"kita mau ke kelas karna bentar lagi mau bell dan Lo pasti mau patroli mau cari anak pembuat onar yang baru" ucap kepin mengejek


"tetap aja kalian yang paling nakal di sekolah ini" ucap farel setelah melihat kepin dan dewa berlalu pergi


....


"nona tidak sekolah?" ucap satria saat melihat anak majikan nya turun dengan baju santai yang hanya memakai hotpants dan kaos kebesaran nya


"ga!! males gue sekolah di situ bosan gue" ucap ana santay


"mau yang ke berapa kali lagi kamu pindah sekolah" ucap papa ana tiba-tiba datang


"sampai tujuan aku tercapai" ucap ana santay lagi


"stop bikin orang tua kamu malu dengan sikap kamu yang suka membuat onar dan pindah-pindah sekolah" nasehat sang papa kepada sang anak tidak di dengar bahkan di abaikan oleh ana


"aku bakal berhenti kalau tujuan dan pencarian aku selama ini berhasil"


"mau sampai kapan kamu pindah sekolah terus kalo kamu kaya gini terus Yang ada nanti ga akan ada sekolah yang Nerima kamu walau dengan sogokan uang" nasehat sang papa lagi


"pindahkan aku ke sekolah yang sama dengan farel, karna aku yakin tujuan dan pencarian aku bakal membuahkan hasil dengan sekolah disitu" ucap ana santay tanpa beban minta di pindahkan sekolah


"berhenti mencari nya dia sudah mati dan dia bukan siapa-siapa kamu ingat itu" teriak sang ayah


"STOP SELALU MENGANGGAP DIA UDAH MATI!!! DAN JIKA PAPA LUPA DIA ADIK AKU DAN AKU AKAN TERUS MENCARI NYA WALAU KEMATIAN DATANG MENGHAMPIRI AKU!!" teriak ana tak kalah sengit


"DIA BUKAN ADIK KAMU!! DIA ANAK HARAM YANG LAHIR DARI RAHIM MAMA KAMU!!" bentak papa ana kepada ana


"dia bukan anak haram dia adik aku, mama yang lahirin dia itu berarti dia adik aku" lirih ana menitikkan air mata nya sambil menatap dalam mata papa nya

__ADS_1


"dia memang lahir dari rahim mama kamu tapi dia bukan adik kamu karna dia bukan darah daging papa" ucap papa ana yang ingin menghapus air mata anak nya namun langsung di tepis ana dengan kasar dan Langsung berlari menuju kamar nya melupakan niat awal nya yang ingin sarapan


"DARAH DAGING PAPA ATAU BUKAN DIA TETAP ADIK AKU DAN AKU BERHAK MENCARI KEBERADAAN NYA" teriak ana sambil berlari menuju kamar nya dan membanting pintu kamar nya dengan keras hingga membuat bodyguard tampan dan sang ayah yang masih berada di ambang pintu dapur sampai terkejut


__ADS_2