
nayla terus berjalan tanpa arah hingga tak terasa hari sudah menjelang sore dan dia merasa sangat lapar karna seharian dia belum makan dan dia juga belum minum obat sejak hari penculikan itu.
di tambah lagi setiap hari nya dia terus menerus menerima suntikan obat yang berdosis sangat tinggi oleh pria jahat itu.
kepala nya sangat pusing namun dia tahan dan terus berusaha mencari jalan keluar dari hutan itu.
hingga sesaat kemudian di saat kepala nya sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit yang sangat berat dia di beri cahaya untuk jalan keluar nya.
dia berlari sekuat tenaga walau melayang-layang namun dia berhasil menginjakkan kaki nya di pinggir jalan raya.
hingga saat baru menginjakkan kaki nya di jalan raya dirinya benar-benar sangat lemah.
matanya mulai gelap tubuh nya mulai tidak mampu lagi untuk berdiri hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri di pinggir jalan raya.
...
"kondisi nona ana makin memburuk saya sangat mengharapkan sekali kalian bisa menemukan orang yang dia cari secepatnya karna kalau tidak kemungkinan besar nona ana akan segera di rawat di rumah sakit jiwa saja demi keselamatan orang sekitar nya"
"teman saya tidak gilaa" ucap dewa nanar menatap ana yang tertawa sendiri sambil berbicara dengan boneka beruang yang dia kira itu adalah nayla
"sekuat apapun kalian mengelak dan menutupi kesehatan mental nya, saya bisa jamin setiap hari nya pasti ada yang terluka"
dokter dan psikiater itupun pergi setelah mengatakan itu kepada 3 pria yang selalu setia merawat ana di rumah nya
"dimana sekarang kita bisa menemukan nayla pin, gue udah cape gini terus, pelajaran sekolah kita juga tertinggal jauh sampai kita harus homeschooling disini"
"saya menemukan jejak nona nayla" ucap satria yang mulai mengarahkan pembicaraan nya ke serius
dewa dan kepin yang mendengar itu pun langsung menatap satria dengan tatapan serius
"sejauh ini yang saya lakukan adalah melacak ponsel nona nayla dan saya menemukan nya, tapi yang saya anehkan kenapa titik yang saya lacak berada di ruangan bawah tanah rumah ini" ucap satria ragu-ragu saat menyebutkan titik tempat nya
DEG!
dewa maupun kepin terkejut karna susah payah mereka mencari selama ini kenapa tidak menemukan nya
saat satria yang mencari kenapa malah di temukan di tempat yang tidak mereka duga sebelumnya
__ADS_1
"kenapa bisa saat kita yang mencari tidak menemukan titik nya, dan kenapa saat anda yang mencari malah menemukan nya" ucap kepin penuh selidik
"karna di rumah ini yang bisa mengakses ruangan bawah tanah hanya saya" ucap satria yang menjelaskan dengan jujur
"itu berarti cuma orang yang tinggal di dalam rumah ini yang berani berulah karna ga mungkin orang luar yang melakukan nya" ucap dewa menatap satria tajam
"jangan melihat saya seperti itu tuan muda karna saya tidak pernah mungkin melakukan hal yang dapat melukai nona ana" ucap satria yang merasa tidak terima di tatap seperti itu
"oke kalo gitu ayo kita ke ruang bawah tanah siapa tau Nayla perlu bantuan kita di sana" ucap kepin antusias
"lo disini aja jagain ana biar gue sama bodyguard ini yang ke sana"
...
sementara kepin yang menjaga ana disini dewa dan satria sedang berjalan ke lorong yang gelap untuk menuju ruang bawah tanah.
saat tiba di depan pintu ruangan nya mereka ingin masuk namun terkunci tidak bisa di buka
akan terbuka jika menggunakan kata sandi atau sidik jari dari yang punya ruangan itu
"biar saya yang buka tuan muda" ucap satria memberanikan diri untuk membuka pintu itu walaupun dia tidak tau itu benar atau salah kode nya
saat satria menekan nomor 1910 tiba-tiba pintu terbuka secara otomatis
dewa melirik ke arah satria yang seakan-akan mengetahui sebuah rahasia besar di rumah itu dan selalu diam seakan akan tidak ada apapun
otak dewa di penuhi banyak pertanyaan yang ingin dia ketahui secara langsung dari mulut satria
dia penasaran dari semua yang terjadi belakangan ini hanya satria yang bisa memecahkan misteri nya padahal dia dan kepin juga ikut bergabung untuk memecahkan misteri ini tapi selalu satria yang berhasil
dia mulai mencurigai satria dan berpikir siapa tau saja kan satria dalang dari semua kekacauan ini
....
di dalam ruangan yang gelap dan berbau darah yang sangat anyir memasuki indra penciuman dewa membuat nya penasaran apa saja yang ada di dalam ruangan itu
saat satria membuka saklar lampu di ruangan itu dewa di buat terkejut dengan banyak sekali mayat yang di gantung dengan organ tubuh penting nya sudah hilang dan dia merasa heran kenapa semua mayat itu seperti masih remaja seumuran dirinya dan ana
__ADS_1
"apa anda bisa jelaskan semua ini kepada saya" ucap dewa mulai menatap aneh ke arah satria yang terlihat santai
"saya hanya menunjukan sesuatu yang kalian harus tahu jika kehidupan nona ana tertekan di rumah ini karna mempunyai seorang ayah yang sangat psychopat dan para pengawal nya yang kejam telah merenggut nyawa anak remaja yang tidak berdosa untuk di ambil organ tubuh nya untuk di jual"
"ini penyebab utama kenapa sifat dan sikap nona ana sangat brandal selama ini"
"apa hubungannya dengan semua ini" ucap dewa penasaran
"saya hanya ingin memberi tahu jika kalian terlambat menyelamatkan nona nayla maka kematian yang akan menjemput nya dengan cara mengerikan seperti yang anda lihat"
"saya hanya memberi sedikit bocoran saja jika kalian ingin mencari nona nayla kalian harus bertindak dengan pelan dan senyap jangan sampai ada orang lain yang tahu, jika itu orang rumah yang mengetahui nya maka bersiap lah untuk kehilangan nona nayla"
"karna di sekitar kalian bukan cuma dinding dan pintu tapi kalian harus melihat dan mendengar jika di balik dinding sebesar apapun pasti akan ada yang mengetahui nya jika kalian gegabah"
"saya membawa anda kesini untuk memberi informasi yang saya tau dan bersembunyi dari orang-orang yang ingin tahu"
"mungkin banyak hal yang ingin anda ketahui tapi ini cukup untuk penggalan cerita supaya kalian lebih berhati-hati lagi kalau ingin nona nayla selamat"
"terimakasih dan saya akan berhati-hati lagi untuk kedepannya" ucap dewa tulus karna mendapatkan titik terang untuk menemukan nayla
"saya sangat berharap semoga nona nayla cepat di temukan karna saya sangat merindukanmu nona ana yang sembuh dan ceria seperti dulu" ucap satria lirih saat menatap punggung dewa mulai hilang dari balik pintu
.
.
.
.
.
.
tinggalkan jejak ya setelah membaca🤗
budidayakan hargai karya orang setelah baca beri like, komen ya😁😍
__ADS_1