
sepulangnya dari sekolah dewa pergi ke rumah ana yang kebetulan hanya berjarak 300meter dari rumah nya.
tidak lupa juga dia mengabari kepin bahwa kondisi ana semakin memburuk beberapa hari ini.
kepin yang tidak tau rumah ana pun pergi menggunakan Sherlock yang di kirim oleh dewa.
"gila rame banget warga didepan rumah ana" ucap dewa yang susah sekali menyerobot para ibu-ibu dan bapak-bapak komplek itu
"permisi pak" ucap dewa menghampiri security yang berusaha membuat mengusir kerumunan orang-orang
"iya ada apa?" tanya security itu saat melihat dewa yang merupakan anak rekan bisnis tuan nya
"apa boleh saya bertemu ana pak?" ujar dewa
"silahkan dek masuk lewat pagar samping sana" ucap security itu menunjuk ke arah pagar yang di jaga oleh satpam disitu
"terimakasih" ucap dewa berlalu pergi
....
"pak saya ingin ketemu ana" ucap kepin menghampiri satpam yang ada di samping tanpa bertemu security di depan
"maaf dek kamu siapa nya nona ana ya?" ucap satpam itu bingung karna baru pertama kali melihat kepin
"saya teman nya ana pak"
"maaf kamu tidak bisa masuk karna tidak membuat janji kepada pak satria" ucap satpam itu kembali menutup pagar
"anjirrr si dewa ga bilang kalo masuk harus buat janji dulu" ucap kepin kesal karna dewa tidak memberi informasi yang lengkap
...
"gila lo wa kenapa gue ga bisa masuk dan lo bisa masuk hah" kesal kepin lewat sambungan telepon
"lo juga sih kenapa ga nelpon gue kalo dah sampai"
"kan kan gue lagi yang salah kan"
"yaudah sekarang lo masuk aja bilang ke satpam nya lo temen gue kalo dia ga percaya tunjukin aja foto kita"
"oke sip" ucap kepin yang langsung mengakhiri telepon nya
setelah mengikuti apa yang dewa suruh akhirnya kepin bisa masuk
saat ingin mengetuk pintu kepin terkejut melihat gucci yang seharga fantastis terjatuh di halaman rumah ana dari ketinggian yang tidaj dia ketahui berasal dari lantai mana
__ADS_1
namun dia yakin itu berasal dari salah satu kamar yang ada balkon menghadap ke halaman rumah
makin terkejut dia saat mendengar suara yang sangat dia kenal yaitu suara dewa yang berusaha menahan ana untuk tidak loncat dari balkon kamar nya
kepin langsung menerobos masuk dan meminta bantuan kepada pembantu untuk bisa menuju kamar ana yang ada di lantai 3
saat sampai di depan kamar dia langsung membuka kamar ana dan melihat kondisi kamar yang sangat berantakan, darah yang berceceran di mana mana
bau amis darah yang sangat menyengat di kamar itu hingga tidak terasa lagi bau wangi yang sering dia temui di setiap kamar perempuan
"ana plis sadar lo ga sendiri kita disini ada buat lo na" ucap dewa yang sedari tadi berusaha menenangkan ana yang mengamuk
"kita bakal sama-sama cari nayla na ga harus gini cara nya na, jangan nyakitin diri lo kaya gini itu malah makin ga akan selesai na masalah nya" ujar dewa yang sudah sedari tadi lelah menghadapi ana yang selalu berusaha ingin menyakiti diri nya sendiri
"papa dia mana sih kok anak nya lagi dalam keadaan kacau banget gini malah ga ada" ucap kepin yang menghampiri mereka yang ada di balkon
"tuan besar lagi di luar negeri karna ada masalah perusahaan yang harus dia handle" ucap satria buka satria menjawab pertanyaan kepin
"ckckck anak nya lagi kena musibah malah lebih mentingin harta nya yang hampir hancur itu" ucap kepin miris mengetahui kisah hidup ana hampir mirip dengan diri nya
"ga bisa apa dia beri sedikit waktu untuk masalah anak nya yang lagi depresi ini" ucap dewa yang sambil menenangkan ana di dalam pelukan nya
"tuan memang dari dulu begini dia selalu memenuhi tanggung jawab nya menafkahi anak nya tapi tidak pernah ada di saat susah senang anak nya sendiri" ucap satria
"mengetahui apa yang anak nya sukai dan yang tidak di sukai saja dia tidak pernah ingin tau itu semua padahal itu bersangkutan dengan kehidupan anak nya sendiri"
"miris banget hidup lo na, sekarang gue bersyukur masih punya orang tua yang lengkap dan sayang sama gue" ucap dewa lirih sambil menepuk bahu ana yang sudah mulai tenang di pelukan nya bahkan hingga tertidur
....
"LO SIAPA SIH ANJJJJ!!" ucap nayla saat dia di suapi makan tanpa harus membuka ikatan di mata nya
"ga bisa diem banget sih lo!!" ucap pria itu menyudahi suapan terakhir nya untuk nayla
"gue ga akan diem kalo lo ga ngasih tau motif lo ngelakuin semua ini untuk apa"
"lo yakin mau tau semua nya?"
"gue yakin dan sangat yakin"
"gue mau nerawang sih kalo seandainya lo tau pasti lo bakal syok berat bahkan lo ga akan tau siapa sebenarnya penjahat di dalam hidup lo"
"maksud lo?"
"yang sebenarnya lo anggap sahabat lo itu adalah orang yang seharusnya jadi saudara lo sekarang"
__ADS_1
"dan orang yang selalu lo anggap kaya pelindung bagi lo adalah orang yang sebenarnya dalang dari semua kekacauan yang ada dalam hidup lo"
"maksud lo kepin?"
"tepat sekali dan anak baru yang jadi teman lo itu adalah orang yang ambil semua apa yang harus nya jadi milik lo sekarang"
"ana?"
"benar sekali semua dugaan lo"
"mereka ga mungkin ngelakuin itu sama gue! mereka sayang sama gue!"
"sayang hanya sebatas kasihan buat lo bukan sayang yang tulus buat lo"
"mereka tulus sama gue, gue yakin itu gue liat dari mata mereka kalo mereka tulus sama gue" ucap nayla mulai menangis dari balik kain yang menutupi mata nya
"itu semua bullshitt karna mereka pengen mengelabui lo buat percaya seakan akan ga ada apapun yang terjadi padahal banyak masalah yang harusnya mereka buka suara ke lo" ucap pria itu mengompori nayla supaya masuk ke perangkap nya
...
"nay nay nay" ucap ana dengan mata terpejam
hari sudah malam satria ber ucap syukur karna kedatangan kedua teman nona muda nya itu bisa membantu menenangkan nona muda nya
"na bangun na kalo lo perlu apapun bilang ke kita na" ucap dewa saat merasakan tangan nya di genggam dengan kuat padahal tangan ana masih setia terpejam
kepin dan satria yang ada di sofa pun hanya menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya jika itu berbahaya maka mereka akan setia membantu.
.
.
.
.
.
hallo ketemu lagi kan di episode ini semoga nanti next episode aku bakal bisa update banyak yaa
kalo mau info tentang seputar update bisa DM ig aku ya
UG: @nuriannzhsftri_
SEE YOU NEXT EPISODE 🥰😍😁
__ADS_1