
"satu-satu dong ma nanya nya" dewa melongo mendengar banyak pertanyaan sekaligus dari mulut sang mama
"udah cepet dong jawab nya lama banget deh kamu"
dewa mulai berpikir apa ini waktu yang tepat untuk menceritakan semua yang terjadi belakangan ini di hidup nya dan juga nayla.
dewa bingung dia ingin jujur namun tidak ingin sampai kondisi mama nya drop.
dia tau seberapa sayang mama nya ke nayla bahkan melebihi sayang nya ke dirinya yang anak kandung dari mama Astrid.
mama Astrid adalah orang yang paling berkorban di saat nayla ada di posisi terpuruk karna penyakit fisik dan mental nya dulu saat di hina habis-habisan oleh papa kepin.
dia juga tau mama nya pernah beberapa kali drop saat nayla ada di posisi parah berjuang untuk penyakit nya.
dulu saat mendengar nayla sakit saja mama nya drop apalagi sekarang saat di tinggal nayla untuk selamanya.
"gue jujur ga ya sama mama, gue takut mama kenapa-napa kalo tau semuanya" dewa terus berpikir sampai membuat mama nya jengah melihat anak nya yang seperti patung di dekat pintu
"dewa" panggilan itu mengagetkan dewa yang sedang berpikir
"jadi? nayla mana?" pertanyaan yang keluar dari mulut mama Astrid di jawab dewa dengan setengah sadar dari melamun nya membuat mama Astrid terkejut bukan main mendengar jawaban anak nya
"nayla udah meninggal ma" ucap dewa berbicara namun otak nya berpikir ke arah lain membuat nya tidak pokus
"APA!!!" teriakan itu akhirnya membuat dewa sadar apa yang baru saja dia bicarakan
"kamu serius wa? meninggal? kenapa?" mama Astrid mulai menitikkan air mata nya setelah mendengar jawaban anak nya
dewa terdiam bingung harus menjawab apa karna terlanjur keceplosan akhirnya dewa memilih jujur saja.
mungkin jujur lebih baik daripada harus terus di sembunyikan yang akhirnya akan terungkap juga nanti nya.
"maaf ma aku gagal tepatin janji aku ke mama untuk selalu jaga nayla karna sekarang nayla udah jadi bintang ma" dewa tertunduk setelah mengucapkan itu dia berusaha menyembunyikan rasa sedih di hati nya setelah kehilangan sosok nayla di hidup nya
PRANGGGG!
mama Astrid maupun dewa terkejut mendengar bunyi pecahan gelas di ambang pintu dapur.
mama Astrid terkejut bukan karna pecahan gelas mahal itu melainkan di kejutkan dengan bi ami pembantu nya yang dia tau cukup dekat dengan nayla jika nayla berkunjung ke rumah.
bi ami langsung terduduk setelah mendengar potongan kalimat yang dia dengar jika teman majikan nya yang dia sayang seperti putri nya itu telah pergi ke surga secepat ini di umur yang terbilang masih sangat muda.
"kenapa secepat ini wa nayla ninggalin kita semua" mama Astrid terisak di ruang tamu setelah mendengar semua lengan dewa bercerita tentang semua yang terjadi pada diri nya dan juga nayla maupun kepin
"nayla anak baik ma jika dia di panggil tuhan secepat ini itu berarti tuhan sayang dia ma tuhan ga mau dia ngerasain sakit lagi di dunia, udah cukup selama ini dia menderita secara psikis dan fisik nya ma" dewa memeluk mama nya yang terisak mencoba menenangkan mama nya yang sangat terpukul sekarang setelah mendengar berita kepergian nayla
"mama tau dia anak yang baik bahkan lebih baik dari kamu sama kepin tapi mama ga rela wa dia pergi ninggalin mama setelah selama ini mama udah berharap tinggi punya anak perempuan sebaik nayla wa"
__ADS_1
"selama dia di samping mama, mama selalu ngerasa kalo punya anak perempuan"
"plis ma ikhlasin nayla, biarin dia tenang, sekarang dia ga akan ngerasain sakit lagi" dewa menitikkan air mata nya melihat kondisi mama nya yang terus menangis bahkan sekarang rumah nya dalam kondisi berduka saat melihat semua ART dan para bodyguard di rumah nya merasakan betapa sedih nya kehilangan nayla
nayla bagaikan malaikat kecil yang memberikan kebahagiaan di rumah dewa karna setiap kedatangan nya ke rumah dewa selalu menghadirkan canda tawa di rumah besar itu.
nayla bukan hanya dekat dengan dewa dan juga orang tua nya tapi kepada semua penghuni rumah itu.
dia dekat dengan semua nya karna nayla yang mempunyai sifat yang aktif dan menggemaskan membuat semua orang menyayangi nya dengan tulus layaknya nona kecil di rumah itu.
......
jika di rumah dewa sedang dalam kondisi berduka lain pula di rumah kepin yang sedang mengadakan acara arisan untuk istri dari papa nya kepin.
semua yang ada di rumah itu di penuhi canda tawa karna sebentar lagi kehadiran bayi yang akan lahir dari istri papa kepin.
semua bersenang senang seperti tidak mengetahui jika ada seorang anak yang butuh support orang tua nya untuk sembuh.
papa kepin sangat acuh kepada anak remaja nya padahal dia tau dari asisten pribadi nya jika anak lelaki nya sedang koma sekarang dan butuh support dari orang terdekat nya.
namun sepertinya mata papa kepin tertutup akibat hasutan buruk dari istri nya sehingga tidak bisa membuka mata untuk melihat betapa menderitanya anak nya yang sedang berjuang di rumah sakit sekarang.
....
sementara itu di RSJ para suster kewalahan saat menghadapi ana yang kembali mengamuk setelah sadar dari obat penenang nya.
"DEWA MANA DEWA!!" ana terus berteriak mencari dewa padahal biasanya dia mengamuk mencari nayla
dewa yang selalu ada setiap saat bersama ana dan pergi setelah ana tidur atau di beri obat penenang ternyata di pikiran ana adalah dewa yang setiap saat menemani nya untuk melalui semua peristiwa ini.
berupaya menenangkan ana tanpa obat penenang ternyata sangat sulit bagi suster yang menjaga akhirnya dengan bersusah payah ana bisa tenang setelah di beri obat penenang.
......
"kondisi nya mulai membaik mungkin beberapa hari lagi dia akan sadar" dokter pribadi yang memeriksa kondisi gadis yang tidak dia kenali karna untuk pertama kali tuan nyaa itu membawa gadis dan merawat nya dengan pengobatan medis padahal biasanya jika ada gadis yang di bawa ke rumah besar itu pasti akan berakhir dengan mati tanpa organ tubuh yang untuk di perjualkan
"baik terima kasih dok, anda boleh pergi" sang penjaga dengan angkuh nya berbicara seperti itu kepada seorang dokter tapi tidak di permasalahkan bagi dokter itu karna sudah terbiasa datang ke rumah itu dengan jemputan di depan pintu dan pulang tanpa di antar ke depan pintu
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TERIMA KASIH UNTUK YANG SUDAH MEMBACA π₯°π
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
SAMPAI JUMPA DI NEXT EPISODE πππ€