
Namanya Maria damelio gadis cantik berusia 21 tahun yang berasal dari keluarga kecil yang harmonis dia memiliki adik laki laki yang masih berusia 14 tahun,dan keluarganya baru saja mendapatkan kabar bahagia bahwasanya ibu mereka tengah mengandung lagi
Ayahnya memiliki usaha kuliner dan bisa membiayai dengan baik keluarga, sekarang Maria tengah fokus dengan kuliahnya dan berencana untuk melanjutkan S2 setelah lulus tapi rencana hanya rencana semua itu tidak berjalan mulus saat seorang wanita muda datang bertamu kerumah dan tiba tiba meminta pertanggung jawaban untuk bayi kecil yang ada di gendongannya
Ibu yang mendengar itu terlihat begitu terkejut bahkan menangis memukuli sang ayah yang hanya terdiam kaku,itu membuat ku yakin bahwa bayi tersebut adalah anak ayah,tanpa pikir panjang ibu langsung membereskan semua pakaian nya termasuk pakaian ku dan adikku lalu membawa pergi kami tanpa ayah cegah karna saat itu wanita pelakor itu terlihat membicarakan sesuatu mencengkeram tangan ayah.
Beberapa bulan berlalu...
Aku masih tidak percaya bahwa ayah membiarkan kami begitu saja setelah kejadian tempo hari bahkan ayah tidak pernah datang menemui kami saat ibu hamil besar anaknya di kos kosan kecil yang di sewa
lupakan tentang kuliah Maria memutuskan berhenti karna tidak ada uang kalaupun ada itu untuk biaya manu adiknya yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, Maria sibuk bekerja dari pagi sampai sore
__ADS_1
Iyah Aku kini bekerja untuk membayar kos kosan dan membeli makan karna tidak tega melihat ibu yang sedang hamil besar harus kecapean
Aku bekerja di sebuah kedai kaki lima bagian Mencuci piring terkadang gajinya tidak cukup untuk kebutuhan kami,tapi mau bagaimana lagi dengan ijazah sekolah menengah atas sulit mencari pekerjaan bergaji tinggi
dan suatu hari aku pergi ke toko kuliner ayah berniat meminta belas kasih sedikit saja tapi ternyata toko tersebut sudah di tempati orang lain.aku bertanya di mana pemilik toko sebelumnya dan di jawab 'sudah membuka toko kuliner baru di luar kota' mendengar itu membuat ku tidak kuasa menahan tangis saat perjalanan pulang ke kosan,kecewa.
kondisi ibu terlihat tidak baik baik saja tubuhnya sangat kurus sekali,aku melihat itu sangat khawatir karna dulu seingatku saat mengandung manu ibu malah terlihat sangat berisi tidak seperti sekarang ini
Setiap ku ajak untuk menemui dokter selalu menolak dengan berkata 'sayang uangnya lebih baik di tambung saja ya ibu baik baik aja'
"Tenang kak ibu kuat pasti bisa"manu berbicar lirih menggenggam tanganku yang terkepal kaku
__ADS_1
"Kaka khawatir banget"aku menjawab dengan sangat pelan karna perasaanku tidak tenang dari pagi tadi,sambil melihat pintu ruangan di mana ibunya sedang bersalin terdengar suara rintihan lemah ibunya di dalam sana
Entah kenapa bidan tadi tidak meminta seseorang masuk untuk menemani ibu melahirkan padahal Maria berharap bisa menemani ibunya saat sedang berjuang mengganti sosok ayahnya
"Hikss...."tangisku pecah saat mendengar suara kesakitan ibu terasa sangat menyayat hatinya membayangkan perasaan ibu yang harus melahirkan tanpa ada sosok ayah yang biasa selalu ada
"Kaka..."manu memeluku dengan erat saat bahuku bergetar hebat
"A-ayah jahat yaa.."ucapku terisak dan di angguki manu di bahuku
Tidak lama dari itu bidan yang membantu ibu bersalin pun keluar dari kamar tadi dengan raut wajah tidak menunjukan kesenangan yang biasa di tunjukan saat menyambut manusia baru yang datang ke dunia
__ADS_1
Ibu tidak selamat.....
_____