Billionaire Baby'

Billionaire Baby'
mabuk :'


__ADS_3

Pria itu sudah ******* bibir Maria dengan dalam mengulumnya gemas seolah ingin memakan bibir kenyal itu


Pertukaran slifa itu terhenti saat Maria mendorong tubuh Arthur dengan kuat


"Muezza pasti menungguku,aku harus pulang"ucapnay dengan nada kahawatir dan teler


"Siapa muezza"tanya Arthur dengan suara menggeram kesal karna aktivitas nya terganggu


"Aku mamanya"Maria tiba tiba tersenyum


Mama! dia sudah memiliki anak dalam artian berkeluarga


Pantas saja sikapnya sangat cuek tadi


Niatnya untuk membanting wanita itu ke atas ranjang harus di urungkan, Arthur tidak sebejad itu meniduri perempuan bersuami


"Kau tidak bisa pulang dengan kondisi seperti itu, telepon suami untuk menjemput mu"Arthur bangkit dari duduknya dan melangkahkan kaki untuk meninggalkan klub


"Suami! Hey kapan aku menikah"Maria berlari kecil mengekor di punggung besar Arthur


"Efek mabuk itu membuatmu lupa dengan hari pernikahan nona"cibir Arthur


Ia sudah keluar dari klub dan tiba di lobi hotel untuk mengantarkan wanita teler itu keluar dari sana dan pulang


"Telepon suamimu kau tidak boleh pulang sendiri saat sedang mabuk,sampai jumpa"ujar Arthur melangkah untuk masuk ke dalam hotel karena sudah memesan kamar di sana


"Ku bilang aku tidak punya suami!!"Maria nyaris berteriak membuat beberapa orang di sana menoleh


Arthur mengangkat alis sebelah mungkinkah wanita di depannya itu single parents-terlalu muda

__ADS_1


"T-tuan kepalaku rasanya pusing"rengek Maria dengan berjalan sempoyongan menghampiri Arthur


"Kau mabuk"jawab Arthur datar


Kini Maria berjalan sempoyongan menuju resepsionis di sana


"Nina di mana muezza"tanya Maria dengan mata tertutup


Resepsionis itu terlihat bingung


"Nina muezza di mana dia,ayo berikan padaku"


Arthur yang melihat itu hanya menghela nafas panjang,otaknya berkata untuk pergi saja dan membiarkan wanita mabuk itu tapi hatinya berkata untuk tetap tinggal dan membantunya


Tidak biasanya Arthur mengikuti perasaan apalagi dalam dunia bisnis


"Maria hentikan"pintanya menggenggam pergelangan tangan Maria yang terasa lembut


"Kenapa mengikutiku terus"


"Haha tuan wajahmu ada 5"Maria terkekeh


"Aku mau muntah"


Huekk...


"OHH ****"Arthur tersentak -maria muntah begitu banyak di pakaiannya


Arthur menggeram marah dia tanpa banyak bicara segera pergi dari sana untuk menuju lift,masa bodoh dengan wanita bernama Maria itu sangat menyusahkan

__ADS_1


"T-tuan maaf kan aku"Maria ikut menerobos masuk ke dalam lift berdiri dengan wajah merenggut di belakang Arthur


Arthur tidak menjawab tidak lama dari itu pintu lift terbuka arthur segera membuka pintu kamarnya


"apa yang kau lakukan di sana pergilah"Arthur berucap dingin pada Maria yang terlihat begitu berantakan dengan kaki yang hanya memakai heels sebelah di mana sebelahnya lagi kaki bersih itu terlihat telanjang


"aku m-mual"ucap Maria terbata


"lagi"Arthur menautkan alisnya


"y-ya kamar mandi"Maria sudah membekap mulutnya


dengan malas Arthur menggiring tubuh Maria menuju kamar mandi kamarnya dan bener saja wanita itu langsung terjongkok dan memuntahkan isi perutnya di Kloset


"kenapa lemah sekali dengan alkohol"gumam Arthur melihat Maria yang tak henti henti muntah di sana


Arthur yang sudah tidak nyaman dengan bekas muntahan Maria di kamejanya segera melepaskan kemaja itu dari tubuhnya untuk membersihkan diri


masuk ke tempat shower yang di batasi kaca bening yang sebagian bawahnya di buremkan, Arthur segera menyalakan shower dan membasuh tubuhnya


matanya ia pejamkan untuk menikmati air yang membasahi tubuhnya namun suara gebrakan di sampingnya membuat dia segera membuka matanya


tampak Maria di sana dengan wajah yang menempel pada kaca pembatas


"airr..."cicitnya


"aku jugaa mau mandi"ucapnya dengan teler


"hey you crazy "Arthur sedikit membentak saat melihat wanita itu mulai melucuti pakaian yang melekat di tubuhnya.

__ADS_1


<🐳>


like comments guys


__ADS_2