
2 bulan semenjak insiden satu malam di hotel itu Maria mulai bisa lupa kejadian malam itu di mana dia harus kehilangan sesuatu yang seharusnya di berikan pada pria yang dia cintai malah berakhir pada pria yang tidak ia kenali karna kecerobohan Nya yang meminum alkohol,sampai sekarang pun dirinya tidak tahu siapa nama pria itu dan tidak berharap bisa menemui pria itu
Pria kurang aja!
Perlu kalian tahu pria itu hendak memberikannya uang tip saat dirinya akan meninggalkan kamar itu, pikirnya dirinya seorang pel*cur yang perlu di bayar per malamnya!
Malam itu di rumah Mariaš
"Maria"suara itu menyadarkan Maria yang tengah melamun di depan cermin
"Yaa..."
"Aku bosan di rumah jadi aku datang"
"Hmm masuk mba"mari tersenyum
Nina terlihat membuka pagar dan masuk dengan banyak buah tangan
"Mba bawa apa ni"
"Tiramisu kesukaan kamu"
Maria tersenyum senang,segera mengajak Nina duduk di sofa
"Niih makan"Nina segera membukakan wadah boxnya dan memberikan pada Maria
"Suamiku pulang besok"ujar Nina dengan wajah sangat bahagia
"Akhirnya setelah 4 bulan ya"Maria ikut bahagia mendengarnya
"Heem"
__ADS_1
"Kalau suami mba pulang siap siap di tinggal mba buat bulan madu dong"
"Bulan madu apa,kita cuman liburan temu kangen"
"Sama ajaaa"
Nina hanya terkekeh melihat wajah Maria yang mencibir "kamu belum ada kekasih sepertinya,kapan nikah umur kamu udah matang beberapa bulan lagi 25"tanya Nina dia tidak pernah sekalipun melihat Maria bersama seorang pria,anak ini dari siang sampai malam di habiskan bekerja
"Mba ini nanya terus,kapan Maria makan tiramisunya"pekik Maria Dengan wajah merenggut
Nina hanya tertawa melihat wajah kesal Maria "ya sudah buruan di makan"
Maria segera mengambil sendok menghirup terlebih dahulu aroma coklat kesukaannya
Tapi kali ini bukan kesenangan yang ia dapat setelah menghirup aroma coklat melainkan rasa mual yang tiba tiba menyerang
"Kenapa"tanya Nina saat melihat Maria yang membekap mulutnya
Huekk..
Tapi yang keluar kosong hanya ada cairan bening saja
"Maria kenapa,jangan bikin mba Khawatir"Nina cepat cepat masuk ke dalam kamar mandi
"Gatau"Maria segera membersihkan wajahnya
"Ko bau tiramisu nya nyengat begitu gak enak"
"Masa sih mba belinya di toko langganan kesukaan kamu padahal"
"Maria bingung deh akhir akhir ini jadi suka mual kalo nyium aroma aroma yang dulu Maria suka banget"ucap maria memberi tahu keadaan nya yang sekarang
__ADS_1
Bahkan hari inipun dia tidak datang ke kafe karna akhir akhir ini bau kopi di kafe membuat kepalanya pening dan mual
"Iya juga ya terakhir mba bawa kan tumis lobster kesukaan kamu malah gak di makan"ucap Nina
"Iya tuh seafood favorit Maria, sekarang jadi mual banget kalo liat makanannya"
"Liat tanda tanda kamu kaya yang lagi hamil"Nina terkekeh dengan pemikirannya,hey mana mungkin Maria yang jarang bersama pria Hamill
Nina yang asik terkekeh,maria yang di buat menegang dengan perasaan was was,otaknya kembali memutar kejadian malam di hotel itu
"Hey..Maria malah ngelamun"Sentak nina
Maria menggaruk lehernya yang tidak gatal "e-engga kayanya aku cuman masuk angin"
Nina mengangguk saja "cepat beli obat kalo gitu"saran nina
"mba pulang ya harus packing pakaian kalo besok jadi liburan"
Maria segera mengantarkan Nina keluar dari rumahnya,setelah itu dia kembali masuk dengan perasaan benar benar kacau
"Gak mungkin"gumamnya menenangkan
Kakinya berjalan cepat menuju kalender rumah untuk melihat tanggal datang bulannya
Matanya memindai pada angka angka di kalender itu
"Astaga..."bibirnya bergetar saat sadar bahwa bulan lalu dia tidak datang bulan di tambah bulan ini pun dia sudah terlambat datang bulan
"Ya tuhann"pekiknya nya pelan berusaha mengusir rasa takut yang membelenggu pikirannya
Segera Maria mengambil Cardigan untuk membeli alat tes kehamilan di apotik terdekat
__ADS_1
_______________