
Hari itu Maria bekerja sendirian di toko seperti kemarin, Lewat pesan handphone atlanna bilang kalau dia sedang malas pergi ke toko dan memilih mengurus taman yang ada di mansion nya saja
Pak Rudi bilang sebagai pengurus toko,nyonya atlanna datang semaunya saja, maklum sudah tua uang juga banyak tidak di haruskan bekerja setiap hari,bekerja hanya sebagai hiburan bila bosan berdiam diri
"Pak Rudi"panggil Maria
"Ya non"
"Ini buket bunganya sudah siap antarkan pada alamat ini yah"Maria memberikan paper bag itu
"Siap non"
"Makasih pak"ucap Maria dengan senyum ramah melihat pak Rudi yang mulai melajukan sepeda motornya
Maria kembali masuk ke dalam toko untuk membereskannya alat dan bahan yang tadi ia gunakan untuk membuat buket
Maria melirik pada mobil mewah berwarna putih yang berhenti di depan toko
Maria tersenyum itu mobil atlanna,karna dia tidak pernah melihat mobil pembeli semewah itu,segera ia melangkah menuju pintu toko untuk menyambut
Tapi melihat siapa yang keluar dari mobil membuat senyumnya memudar-itu Arthur
Ia pikir itu mobil atlanna karna sama sama warna putih
"Tuan,tapi Bu atlanna tidak datang hari ini"Ucap Maria
"Panggil saja Arthur"pinta Arthur berdiri di depan tubuh Maria yang bisa di bilang kecil daripada tubuhnya
"Di mana pak Rudi"tanya Arthur mengedarkan pandangannya ke dalam toko
"Bapak sedang mengantar buket bunga"
Ajaib suara sepeda motor antik pak Rudi terdengar nyaring dan terparkir sempurna di depan toko
"Tuan Arthur tumben datang,sore tuan"sapanya ramah di angguki Arthur
"Maria bukankah ini sudah waktunya kamu pulang,biar ku antar segera bereskan barang barangmu"ujar Arthur
"Masih 2 jam lagi ko"gumam Maria
"Tolong jangan banyak bicara ambil saja barang barangmu"kini suara Arthur terdengar tidak bisa di bantah,Maria menurut saja
__ADS_1
Toko di titipkan pada pak Rudi dan dirinya di paksa masuk ke dalam mobil
Arthur terlihat mulai mengemudikan mobil di tengah cuaca mendung ini, hujan gerimis terlihat turun membasahi kota ini,memang sedang musim hujan juga
Hanya hening,Maria tidak berminat membuka suara pada sosok pria yang seharusnya kini menemani masa kehamilannya
Maria ingin bertanya kenapa tiba tiba datang dan memaksa ingin mengantarkan pulang tapi untuk membuka bibir ranumnya rasanya malas
Arthur melirik sekilas lewat kaca pada wajah yang selalu menghantui pikirannya,tangan putih Maria terlihat tidak henti mengusap halus perut buncitnya
"Hujannya semakin deras"gumam arthur
"Berhenti dulu saja"pinta Maria takut terjadi apa apa bila mengumudi dengan kondisi jalanan buram dan licin
"Kau benar"Arthur segera menepikan mobilnya
"Kau tidak ingin berbicara denganku Maria"tanya Arthur dengan tangan yang sibuk mencari sesuatu
"Tidak ada yang harus di bicarakan"saut Maria ragu
"Makanlah"Arthur memberikan paper bag pada Maria
Maria segera melihat isi paperbag itu "tiramisu stroberi"pekik Maria tersenyum bahagia
Ya makanan favorit Maria-tentu saja ia tahu biodata yang ia dapat tentang Maria begitu lengkap sampai makanan favorit yang kebanyakan makanan manis ada di sana
"Terimakasih"
"Reaksimu berlebihan itu hanya tiramisu"gumam Arthur dengan mata tak lepas pada wajah Maria yang tengah tersenyum begitu manis
"Karna aku menginginkan stroberi dari kemarin"cerita Maria
"Aku tidak akan sebahagia ini bila kau membawakan tiramisu rasa lain"
"Di mana sendok nya arthur"
Arthur kembali tersenyum sendiri mendengar suara lembut itu memanggil namanya
Ohh good sekarang dia seperti orang lain yang terus menerus tersenyum
__ADS_1
"ini"Arthur memberikan kotak stanles yang isinya sendok
"Sendok nya hanya satu"
"Ya memang nya harus berapa"
"Sendok untukmu mana"
"Aku membeli hanya untukmu, habiskan saja sendiri"
Maria mengangguk mulai menyantap box tiramisu itu asik sendiri sampai tidak sadar pasang mata Arthur sedari tadi tidak lepas darinya
Arthur geleng geleng Maria sudah membuka box yang ketiga,Kata cantik tidak hentinya lepas dari pikirannya
"Hey!!"pekik Maria sedikit mengagetkan Arthur
"Ada apa"tanyanya bingung
"Bayikkuu"
"is your baby okay"tanya Arthur khawatir
"Ya"saut Maria memasukan sendok kosong pada mulutnya lalu kedua tangannya menarik tangan Arthur untuk diletakkan pada bagian atas perutnya
Arthur yang mendapat tarikan mendadak tubuhnya ikut tertarik
**** posisi wajah sedekat ini membuat detak jantung Arthur tidak karuan
Lihat wajah cantik wanita itu yang tak hentinya memasang senyum manis
"Rasakan perutku"bisik Maria halus dengan nada bahagia nya
hening sesaat hanya ada suara deras hujan yang terdengar samar di dalam mobil
"Dia bergerak Maria"Arthur terlihat terkejut saat merasakan gelombang di permukaan Perut maria
Ada rasa yang sulit di deskripsikan senang dan kagum saat baru pertama kali tahu soal ini
"Yaa..dia bergerak"Maria terkekeh saat tiba tiba Arthur mencondongkan kepalanya semakin dekat pada perutnya lalu mulai menoel Noel permukaan perut Maria yang menonjol karna posisi bayi yang bergerak aktif
_______
__ADS_1
like