
Cahaya dari celah celah tirai yang menyorot wajah Maria membuat wanita itu mengerjapkan mata, menggeliat saat Merakan tubuhnya terasa remuk
"Emmhh"menghela nafas lega dan membuka mata secara perlahan untuk menyesuaikan penerangan
Matanya melirik sekitar,alisnya tertaut sempurna saat melihat interior mewah sebuah hotel di sekelilingnya
'di mana ini'
Nafas nya memburu khawatir saat merasakan nafas panas berderu yang langsung menyapu kulit bahunya
'di mana pakaian ku'pekiknya dalam hati saat sadar tubuhnya tak mengenakan sehelai benangpun hanya ada selimut yang menutup sampai pinggang.
Maria menyingkirkan tangan besar yang melingkar di perutnya dan segera beranjak dari kasur dengan pelan pelan,melirik sebentar pada pria yang terlihat begitu tampan dengan tubuh kekar yang masih tertidur pulas,Maria ingat betul pria itu yang ia temui di klub.
Mata lentik nya berusaha mencari pakaiannya tapi ia tidak menemukan hanya ada pakaian dalamnya yang terlihat sudah mengenaskan karna terkoyak habis.
Maria meringis saat merasakan perih di sela**kangan nya berjalan seperti kepiting ke dalam kamar mandi dan segera menggunakan bathrobe yang ada di sana.
Matanya dengan takut Melirik pada selan***ngan nya yang terlihat di hiasi bercakan darah dan lengket dengan cairan yang terasa merembas dari v*ginanya
Tubuhnya terduduk lemas di atas kloset yang tertutup,mengusap wajah cantiknya dengan kasar
"Bodoh,bodoh"tangannya memukul mukul kepala yang terus saja memutar kejadian semalam tanpa persetujuan nya
Maria ingat betul bagaimana panasnya percintaan tadi malam cara pria itu bergerak kuat menyentak kew*ni*aannya sampai mengundang gelombang yang tidak pernah Maria rasakan sebelumnya
Bagaimana pria itu melepaskan cairan hangat itu banjir di dalam rahim nya,Menembaknya dengan deras di dalam sana, tak putus-putus hingga tumpah ruah ke kasur dan sialnya ia menikmati semua itu
'apakah itu masih bisa di sebut dengan pemerkosaan'
Maria merutuki apapun yang telah terjadi kenapa dia membiarkan pria itu menumpahkan benih di dalam rahimnya
"Bagaimana kalau aku hamil"
__ADS_1
"Tidak,tidak mungkin satu kali langsung jadi"
Di lihatnya dres yang di kenakan semalam tergelatak di lantai segera Maria mengenakan itu dan merapihkan rambutnya
"Kau ada di sini rupanya"
Maria tersentak dengan suara berat itu, Arthur masuk ke kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggang nya
"Bagaimana sela**kangan mu,maaf bila semalam terlalu kasar aku tidak berpengalaman dengan wanita perawan"ucapnya santai dan mencuci wajah di wastafel
Wajah Maria bersemu begitu saja
"Aku pikir kau sudah bersuami Maria"ucap pria itu kembali membuat kontak mata dengan Maria
Maria mengangkat alisnya bingung "apakah saat aku mabuk mengoceh soal pernikahan"
"No,kau bilang muezza itu anakmu"
Maria menggigit bibir gugup "diaaa kucingku"
Arthur terkekeh mendengar itu
"Apa yang terjadi setelah aku muntah di closet"Maria tidak ingat sama sekali bagian itu
"Aku hendak membersihkan diri dan kau dengan teler ikut melepaskan pakaian mu-"
"Ah hentikan"pekik Maria
Arthur hanya tersenyum tipis melihat wajah cantik itu kini merah padam, menggemaskan!
"kau sudah mau pergi"
"ya"jawab Maria pelan dengan tangan yang tidak diam mengikat Rambutnya Cepol,karna bila digeraikan rambutnya sangat berantakan tidak sempat di sisir
__ADS_1
"tidak ingin membersihkan tubuh dulu"
"di sana"tunjuk Maria pada kaca shower
Arthur mengangkat alis seolah menjawab 'iya'
Maria menggeleng ngeri
"lebih baik mandi di rumah saja"
entah kenapa setiap pergerakan kecil dari wanita di depannya itu selalu membuat Arthur tak kuasa menunjukkan wajah datar seperti yang biasa ia tunjukkan pada orang lain, bibirnya selalu tertarik membentuk senyum
Ahh berapa kali Arthur tersenyum tadi malam sepertinya tadi malam memecahkan rekor seorang Arthur tersenyum tidak henti hentinya saat berada di atas tubuh seorang wanita
lihat sekarang saja wajah pria itu kembali tersenyum tipis saat mengingat bagaimana cantiknya wajah Maria dengan mata sayu yang tertutup juga dengan bibir ranum itu yang terbuka sedikit mengeluarkan ******* halus
"hey"suara Maria menyadarkan lamunannya
"kenapa terus melihatku seperti itu"
Arthur berdehem kaku
"ada paper bag di atas meja,itu pakainmu gunakan itu untuk pulang"ucapnya lalu berlalu pergi untuk membersihkan diri
langkah Arthur terhenti lalu kembali berbalik
"jika kau lapar kita bisa sarapan setelah aku membersihkan diri Maria"ucapnya dengan harapan wanita itu mengiyakan agar tidak pulang cepat
"tidak perlu"ujar Maria datar lalu pergi dari kamar mandi
Arthur yang mendapat jawaban se datar itu hanya bisa terdiam,ini kali pertamanya dalam sejarah hidup seorang Arthur di tolak oleh wanita!
________🐳
__ADS_1
like comments Vote