Billionaire Baby'

Billionaire Baby'
who's the father


__ADS_3

Malam itu di -bashil grup


"Apartemen baru"ucap Kendal terlihat heran


"Ya.."jawab Arthur santai melonggarkan dasi di lehernya


"Untuk apa tinggal di tempat seperti itu"Kendal terlihat tidak suka


"Aku tidak mau tinggal di tempat bising dan sempit seperti itu"


"Aku tidak minta kau untuk tinggal di sana"Arthur mengangkat bahu


"Arthur ada apa denganmu sayang,k-kau berubah"Kendal merengkuh rahang tegas pria itu dengan kedua tangannya


"Dulu kau minta agar aku tidak pergi ke luar negeri saat bekerja agar bisa tinggal bersama,tapi sekarang..."


"Entahlah Kendal aku merasa hubungan kita hanya sedang mengulur waktu menuju perpisahan"Arthur berucap pelan dengan suara beratnya


Bukan karena ada Maria-wanita itu baru baru ini muncul sedangkan sifatnya kepada Kendal sudah beruban semenjak wanita itu menggurkan kandungan nya


"Apa maksudmu,aku sudah minta cuti dari dunia modeling ku untuk hubungan kita"


"Ya dan setalah selesai masa cutimu kau akan di sibukkan kembali dengan hal hal itu,seperti sebelumnya"Kendal terdiam tidak bisa menjawab apa yang di katakan Arthur memang benar


"Jangan mengikuti,aku ingin sendiri"pinta Arthur Karna sudah pusing dengan keberadaan Kendal yang selalu membuntutinya dari siang Sampai malam selama wanita itu tidak ada pekerjaan


Kendal mengepalkan lengannya saat tubuh Arthur melangkah pergi


"Maria!!!"pekiknya sedikit berteriak


Langkah Arthur terhenti kembali menoleh ke belakang


"Jal*ng itu yang membuat mu berubah Arthur"ucap Kendal dengan suara tercekat menahan tangis


Arthur menghela nafas panjang


"Siapa yang mengijinkanmu menyentuh dokumen pribadi ku"


"Praset*n dengan izin aku tidak peduli"teriak Kendal dengan nafas memburu


Arthur terdiam,dia sudah tahu betul seperti apa Kendal saat sedang marah


"Yang di kandung jal*ng itu bukan anakmu Arthur, kenapa kau mau terayu dengan bualan busuknya"


"A-aku tahu kau sudah termakan omong kosong nya,wanita itu bekerja di toko Bunga ibu bukan,dia sengaja ingin mendekati mu"


"Bahkan kau mengantarkan nya pulang,kenapa kau begitu polos"


Arthur menautkan alisnya kenapa Kendal menguntitnya seperti itu


"Kenapa kau bilang kalau yang di kandung Maria bukan bayiku,aku bahkan tidak berfikir kalau Maria tengah mengandung anakku"geram Arthur melangkah mendekati tubuh Kendal


Kendal menggigit bibirnya kuat,dia salah bicara sepertinya, pikirnya Karna Arthur sudah menemui Maria- wanita itu akan memberitahu soal kandungannya


"Katakan!"bentak Arthur


"Kenapa memben-"

__ADS_1


"Ku bilang Katakan,apa yang kau sembunyikan"Arthur mencengkram rahang Kendal


Kendal sudah tidak bisa menahan tangisnya, perasaan khawatir di tinggalkan Arthur juga takut bila melihat Arthur seperti ini


"Tidak!!"bentak Kendal menepis kuat tangan Arthur "aku tidak ingin mengatakan apapun"ucapnya tegas dan melangkah pergi dari sana


Arthur mengusap lehernya geram,apa yang di katakan Kendal tadi "yang di kandung jala*g itu bukan anakmu"


________


Hari sudah larut, Arthur memutuskan untuk meninggalkan kantor karena ingin mengistirahatkan pikirannya yang kalut


Dia melajukan mobil nya menuju pada apartemen di mana Maria tinggal,sudah lebih dari satu Minggu dia tidak pulang ke sana karna menuruti keinginan Kendal yang minta agar tinggal di mansion wanita itu


Pintu lift terbuka,kaki jenjangnya melangkah mencari nomor kamarnya


Pikirannya melayang mempertanyakan untuk apa dia membeli sebuah apartemen hanya untuk seorang wanita hamil yang pastinya mempunyai seorang suami...


Tapi di mana suami Maria, Arthur sudah sering menyuruh anak buahnya mencari segala informasi tentang Maria tapi tidak ada pria satupun yang dekat dengan wanita itu ....


Kini dirinya mulai mempertanyakan siapa ayah dari bayi yang di kandung oleh Maria jika tidak memiliki kekasih ataupun suami


Kini Arthur teringat kembali dengan perkataan Kendal "yang di kandung ****** itu bukan anakmu"


"Arthur hey"suara lembut itu membuyarkan lamunannya


"Kau melamun,ku panggil panggil tidak di saut,kau juga melewati pintu kamarmu"Maria menunjuk pada arah belakang


"Benarkah"tanya Arthur melihat pada arah belakang,benar saja pintu kamarnya sudah terlewat


"Kau baru selesai dari luar, sendirian?"tanya Arthur melihat kantung plastik di tangan Maria


Arthur tersenyum


"Kalau begitu cepatlah makan bayimu pasti lapar juga"


"Benar dia menendang nendang mungkin juga meraung di dalam sana karna masih sempat mengobrol denganmu daripada mengisi perut"


Keduanya terkekeh berjalan menuju pintu kamar masing masing


"Lain kali jangan keluar malam malam sendiri seperti tadi,kau sedang hamil berbahaya"


"Di luar ramai orang"saut Maria


"Tetap saja Jangan,pesan saja lewat online antarkan ke sini"


"Iyaaa ...."


"Kau sudah makan malam"tanya Maria


"Belum"


"Kalau begitu nanti ku antarkan lauk setelah selesai masak"ucapnya


"Makan malam bersama saja di apartmu"pinta Arthur


"Tidak,nanti bosan menunggu ku masak"tolak Maria tidak enak juga mengundang pria masuk ke apart nya

__ADS_1


"Aku tidak akan macam macam, apakah wajahku terlihat seperti pria brengs*k"ujar Arthur seolah membaca pikiran Maria


"Haha"


_______


"Jangan terus melihat ku Seperti itu"ujar Maria meletakkan mangkuk kecil berisikan nasi hangat di depan arthur


Arthur berdehem saat sadar dirinya keasikan melihat wanita itu dengan alat masak nya



"Salmon dengan asparagus,semoga kau menyukai ini"Maria meletakkan piring Arthur, dirinya juga ikut duduk di samping Arthur untuk segera makan


"Baunya sangat lezat"gumam Arthur segera menyantap makan malamnya bersama Maria


"Kau pernah sekolah kejuruan masak,tidak heran masakanmu sangat lezat"


Maria menautkan alisnya


"Bagaimana kau bisa tahu aku pernah sekolah kejuruan masak"


"Itu..."Arthur terlihat bingung sendiri dia tahu dari Informasi tentang Maria


"Itu apa"


Arthur terlihat melihat sekeliling"di ruang tamu ada Beberapa fotomu saat lomba memasak"elaknya


"Ah benar,ada fotoku di sana"


Arthur menghela nafas panjang


"Di mana aku bisa menambah nasinya"


Maria membulatkan mata"hey mangkuk nasiku saja belum berkurang setengah"Maria terkekeh segera mengisi mangkuk Arthur


"Dimana ayah bayi ini"tanya Arthur refleks mengusap perut Maria


"Ayahnya..."Maria berucap lirih menatap bola mata yang terukir tajam milik Arthur


Begitu pula Arthur yang ikut menatap bola mata sayu miliki Maria


"Dia tidak bersamaku,Aku belum memberitahu dia kalau aku sedang mengandung anaknya"Ucap Maria pelan


"Kenapa tidak di beritahukan"tanya Arthur


"Dia sudah memiliki tunangan dan aku takut dia akan melukai bayiku jika ku beritahukan"


"Ya lebih baik jangan di beritahukan,dia akan merasa terancam dengan keberadaan bayimu,dia bisa melakukan hal jahat kepada bayimu karna muncul di tengah hubungannya bersama tunangannya itu"jelas Arthur


- Arthur merasa tidak terima bila Maria bersama pria lain,kenapa dia melakukan itu?


Sedangkan Maria yang mendengar itu air wajahnya terlihat murung


____


like comment and vote

__ADS_1



__ADS_2