
Kini Maria berdiri dengan pakaian cukup mini yang di berikan liliy untuk di kenakan bekerja-Di sebuah klub malam yang berada di dalam sebuah hotel berbintang
Suara musik yang berdentum bising di telinganya cukup mengganggu,bau alkohol sangat kuat menerpa Indra penciuman nya juga lampu tamaram yang berkelap kelip membuat matanya lelah
Di lihatnya ratusan manusia tengah menari dan bergoyang di lantai 1 tepatnya di lantai
Dance dengan liar dan tidak beraturan,Maria menggelengkan kepala mereka datang ke tempat seperti ini dengan senang hati untuk menghamburkan uang sedangkan dirinya berharap tidak menginjakan kaki di tempat seperti ini bila tidak membutuhkan uang
Puluhan pasang mata yang menatap tubuhnya lapar bahkan beberapa dari tangan mereka berhasil menyentuh tubuhnya membuat Maria muak
Ia menatap pada ember stanles yang berisikan es batu dan botol minuman ber alkohol yang harganya tidak murah,mungkin bisa Maria gunakan untuk biaya hidup selama beberapa bulan
"Aku akan pulang setelah mengantarkan botol ini oke"ucap Maria pada bartender Tampan yang menatapnya dengan tatapan tidak terbaca
Dia sudah mendapatkan uang tip lebih dari 3.508 dolar (-+50 juta) hanya dengan bermodalkan kecantikan dan senyumannya saat mengantar kan pesanannya pada pria pria di meja VVIP
"Kau tidak akan minum minum dulu cantik,ku traktir"tawar David dengan tatapan tidak lepas pada belahan dada Maria yang sedikit terlihat karna gaun tanpa lengan yang di kenakannya
Maria menghela nafas,risih berusaha tetap ramah
"Lain kali saja oke,kakiku minta di istirahat kan"ucapnya segera melangkah pergi pada meja yang memesan minuman yang ia bawa
___________
Namanya Arthur L. bashil pria berusia 34 tahun itu adalah keturunan laki-laki satu-satunya di keluarga Bashil sehingga hal tersebut menjadikannya sebagai pewaris tunggal Bashil Group, sebuah perusahaan tambang minyak terbesar di salah satu negara dengan aset kekayaan yang tersebar di setiap sudut dunia,siapa yang tidak mengenalinya?apalagi orang orang penting yang berkecimpung di dunia bisnis mustahil mereka tidak mengetahui sosok pria bernama Arthur itu
Arthur memiliki perjalanan bisnis keluar kota dan itu kebetulan kota di mana sahabatnya berada, bisnisnya berjalan lancar dan rencananya untuk kembali ke kota kelahiran besok pagi
Malam nya dia singgah di salah satu klub malam milik temannya Richard dia adalah putra dari sahabat ayahnya yang terkenal dengan usaha kapal pesiar yang sudah mendunia
"Bagiamana kabarmu dengan Kendal"Richard bertanya dengan menyesap minumnya
"Tolong jangan sebut wanita itu sekarang,dia sudah keterlaluan"terdengar nada kecewa dan marah yang mendominan dari Arthur
"Jangan bilang kalian masih bermarahan atas kejadian 3 bulan yang lalu"
"Kali ini perbuatan Kendal sulit ku maafkan Richard kau tidak akan mengerti"
"Kau masih kuat tinggal membuat lagi"celetuk pria belasteran Eropa itu
"Shut up"geram Arthur melayangkan tatapan menusuknya
"Ya aku diam"Richard melipat bibirnya,pria tampan itu memilih fokus pada wanita malam yang ia sewa di sampingnya
"Yang di bawah sudah sesak sampai jumpa"ucap Richard seraya pergi dari sana dengan merangkul pinggang wanita yang akan menghangatkan ranjang nya
__ADS_1
Kini tinggal Arthur yang duduk di meja tersebut, sialan memang sahabat nya itu dia yang mengajak datang dia juga yang pergi duluan
"Di mana sampanye yang ku pesan,lama sekali"gumam Arthur kembali menghisap rokok yang ada di jarinya
"Mau kutemani Mr Arthur"seorang wanita malam datang dengan tatapan menggoda
"No"balas Arthur dengan datar
Tidak lama dari itu seorang pelayan wanita datang menuju mejanya berada,itu -Maria
Maria datang menyapa ramah dan menuangkan isi dari botol itu pada gelas kaca
Arthur menatap dari atas sampai bawah, Lumayan!
"Duduklah sebentar"pinta Arthur saat Maria hendak pergi
Pikirnya wanita itu akan berbicara "bolehkan aku duduk menemanimu tuan" seperti barista barista umumnya ternyata tidak dia yang harus meminta di temani sekarang
Maria diam sesaat ini sudah jam 11 malam ia sudah lelah,tapi pekerjaannya harus di tuntaskan lebih dahulu
"Baiklah hanya sebentar"senyum Maria mendudukan tubuh di samping pria yang terlihat mengenakan kameja dengan bagian lengan yang di lipat sampai siku memamerkan tangannya yang besar dan berurat,ah wajahnya terpahat sempurna Maria merasa tidak asing dengan wajah itu
Tidak sadar Arthur ikut tersenyum tipis saat melihat senyum manis dari Maria
Arthur menyesap minumnya sambil menunggu wanita di sampingnya itu memperkenalkan diri atau mungkin akan merayu,menggodanya seperti para wanita yang haus akan uang dan **** pada umumnya yang di jumpai di klub malam
"Siapa namamu"menurunkan ego Arthur berdehem memecah keheningan di antara mereka
"Maria"singkat dan jelas
Arthur mengangkat alis sebelah apakah wanita di sampingnya tidak akan balik bertanya siapa dia atau sudah tahu dirinya ini siapa
Maria kembali mengisi gelas Arthur yang kosong dan pria itu terlihat kembali menyesapnya
"Minuman itu sangat mahal"gumam Maria dapat terdengar Arthur
"Sudah pernah mencobanya"tanya Arthur
"Tidak"Maria menggeleng,dia pernah mencoba minuman ber alkohol yang di berikan liliy rasanya aneh pahit dan Maria tidak berniat untuk mencobanya lagi sampai sekarang
Arthur segera mengambil gelas baru dan mengisi gelas tersebut dengan sampanye nya
"Cobalah"
Diam sebentar ia penasaran,pasalnya sampanye itu salah satu minuman terbatas yang di sediakan klub
'hanya menyicipi sedikit tidak papa kan'batinnya
__ADS_1
Tangannya terulur untuk mengambil gelas itu lalu meneguknya dengan hati hati
'rasanya tidak buruk'
Uang gak bohong si
Otaknya berkata untuk tidak melanjutkan meminum sampanye yang tersisa di gelas tersebut
Tapi tangan nya Bergerak menempelkan gelas itu pada bibirnya dan meneguknya sampai habis
Bodoh!
Bodoh!
"Kau menyukai nya"mata Arthur tidak lepas dari Maria sejak tadi,melihat bagaimana bibir ranum tanpa lipstik itu menyesap sampanye
Ini aneh baru kali ini Arthur melihat pelayan di klub tanpa polesan make up tebal,bahkan Maria terlihat tidak memakai semua itu
"Lagi"Arthur menuangkan kembali sampanye itu di gelas Maria
Maria malah terlihat tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya dan kembali meneguk minuman itu
"Lagi"oh good siapa yang mengucapkan kata itu,itu Maria dia yang lemah dengan alkohol sudah terpengaruh dengan alkohol,dengan polos meminta nambah
Arthur terkekeh dan kembali mengisi gelas wanita itu
Itu terjadi berulang kali Sampai..
"Ahh rasanya enak"Maria hendak kembali mengisi gelasnya dengan sampanye yang sudah hampir habis olehnya tapi di hentikan oleh tangan Arthur
"Kau sudah terlalu banyak minum"ucapnya dengan nada berat
"Benarkah"Maria bertanya bego dengan mata sayunya yang menatap manik mata tajam Arthur
Arthur terpaku sesaat melihat wajah wanita tengah mabuk itu dengan jarak yang begitu dekat,efek alkohol membuat pipi nya bersemu merah
Hawa panas terasa menjalar di tubuhnya,ah yang di bawah sana terasa mengeras hanya dengan melihat bibir ranum itu mengoceh tidak jelas
Apa ini,tidak biasanya yang di bawah sana terangsang dengan begitu cepat,apa karna sudah tidak celup beberapa bulan jadi Baperan!
Entah siapa yang memulai tapi dua bibir itu sudah menyatu tentunya Arthur yang memulai!
Pria itu sudah mel**at bibir ranum Maria dengan dalam mengulumnya gemas seolah ingin memakan bibir kenyal itu;
_______
maen nyosor ajeee!!!
__ADS_1
like comments biar semangat up nya