
Diperjalanan pulang Rania berpura-pura tertidur karena tak enak hati telah menyebut Zein ganteng, ia malu dengan dirinya yang bisa berpikiran seperti itu
"nona kita sudah sampai" kata Zein membangunkan nonanya itu setelah mereka sampai dihalaman rumah
"mmmm sudah sampai ya?" jawab Rania kemudian yang memang tertidur setelah ia berpura-pura tertidur tadi
"ia nona"
Rania langsung turun dari mobil itu dan segera masuk ke dalam rumahnya, Zein yang melihat nona mudanya itupun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya yang menurutnya tidak sopan
"anak muda jaman sekarang" Zein bergumam
Setelah itu Zein memarkirkan mobil Rania, ia yang merasa capek dan gerah seharian mengikuti nonanya segera ke kamarnya yang ada dibelakang rumah Rania. Ya Zein memang tinggal di rumah Rania karena ia harus menjaga Rania selama 24 jam, dan ia tinggal diruang belakang yang memang khusus untuk para pekerja yang ada dirumah Rania.
Zein segera membersihkan diri dan beristirahat
"huft akhirnya bisa beristirahat juga" gumam Zein sebelum ia terlelap
Di lantai dua rumah utama keluarga Aksoro, Rania masih keasyikan saling bertukar pesan dengan sahabatnya Juwita
Pummmm... suara sesuatu yang jatuh di beranda kamar Rania
__ADS_1
Rania yang kaget akhirnya menghentikan aktivitasnya bermain hp
"itu suara apa ya?" Rania bergumam, mempertajam pendengarannya
"mmm kayaknya aku salah dengar de atau itu suara kucing jatuh, sudahlah biarkan saja mending aku tidur" lanjutnya kemudian
Tenggg.......kembali bunyi besi terdengar
Tengggg... kembali bunyi serupa terdengar
"mama, papa aku belum mau mati, Tuhan tolong aku" Rania yang takut hanya bisa berbicara pelan. "apa aku periksa aja yaa" dengan rasa takut yang menghantui, akhirnya Rania memberanikan diri pergi melihat apa yang ada diberandanya sehingga mengeluarkan bunyi seperti itu. Rania yang masih takut-takut akhirnya melihat dari balik jendela
__ADS_1
"hahahahahahahahahahah" terdengar suara tawa seseorang yang tidak terdengar asing ditelinga Rania
"ihhh kak Bennnnnnnn" pekik Rania kemudian. Ternyata yang mengerjai Rania adalah Ben kakaknya sendiri, yang sengaja membuang sesuatu ke beranda adiknya sehingga menimbulkan bunyi
"kak Benn awas yaaa nanti aku aduin sama mama dan papa, tunggu sajaaaa" Rania yang emosi dengan kakaknya yang sudah berani mengerjainya, akhirnya berteriak kearah kamar kakaknya
"hahahaha tidak takut, aduin sajaa" jawab Ben kemudian yang tertawa terbahak-bahak karena sudah berhasil mengerjai adiknya. "Uhh takut" sambungnya kemudian dan langsung masuk keselimutnya sembunyi dan menutup telinga karena tidak ingin mendengar teriakan sang adik
"isssss nyebelin" Rania yang emosi dengan kakaknya akhirnya hanya bisa menggerutu. Rania tahu bahwa pasti kakaknya saat ini sedang tertawa dibalik selimutnya karena itu ia tidak mendengar suara kakaknya itu
"mending aku tidur saja daripada nanti kakak kembali mengerjaiku, kak Ben memang taunya cari masalah terus sama aku, belum tau apa jika pembalasan lebih kejam, tunggu saja pembalasanku" gerutu Rania dikamarnya. Rania yang cukup emosi atas perbuatan kakaknya akhirnya memutuskan untuk tidur dan tidak melanjutkan aktivitas berkirim pesan dengan sahabatnya.
Rania yang memang sudah merasa mengantuk, akhirnya langsung tertidur setelah ia membaringkan tubuhnya di ranjang kesayangannya.
__ADS_1
"uhh selamat tidur Rania" gumamnya pada diri sendiri. Setelah itu Rania langsung tertidur