Bodyguard Pemikat Hati

Bodyguard Pemikat Hati
Awal Pertemuan


__ADS_3

Pagi hari yang terik cahaya matahari menembus jendela hingga mengenai perempuan cantik yang masih terlelap. Perlahan dia bangun membuka mata dan menghirup udara segar sambil merentangkan kedua tangannya. Hari ini hari yang ia tunggu karena terlepas dari semua beban ujian akhir tingkat SMA. Ya bagi semua siswa, ujian akhir adalah hari yang paling membahagiakan, karena bisa mencapai suatu puncak pendidikan.


Rania dengan bahagia turun dari ranjang besar yang ia tempati. Rania mandi dan selesai itu memakai pakaian ala rumahannya dengan memakai celana jeans pendek sepaha dan baju kaos kesukaannya. Ya meskipun dari keluarga kaya Rania lebih menyukai memakai baju sederhana.


Rania yang selesai dengan segala ritualnya dikamar akhirnya keluar dan turun ke lantai satu karena kamarnya berada di lantai dua. Rumah tempat tinggal Rania sangat besar dan mewah dengan cat warna putih yang diluarnya tersusun besi-besi besar membentuk sebuah pagar. Dan jika masuk kedalam rumah akan terlihat jelas desain yang didominasi oleh desain interior kontemporer.


"Bi, mama dan papa udah berangkat kerja?" tanya Rania kepada perempuan tua, yang dipanggil bi Ati, yang sedang membersihkan meja makan.


"Sudah non, tuan dan nyonya sudah pergi dari tadi" jawab bi Ati.


"Kak Ben juga udah berangkat bi?"


"Sudah juga non, tuan Ben sudah berangkat"


Rania melihat jam yang ada di pergelangan tangannya dan ternyata sudah jam 9


"Pantas saja mereka sudah berangkat ternyata sudah agak siang" kata Rania


Rania akhirnya duduk dan makan sendirian, setelah bi Ati mempersiapkan makanan untuknya. Meskipun dirumahnya banyak ART namun Rania tetap kesepian karena para ART sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Setelah makan Rania keruang tengah untuk sekedar menghilangkan rasa bosannya dirumah dengan menonton TV. Namun dia bosan dengan tayangan-tayangan yang disiarkan. Akhirnya ia memilih kembali ke kamar sambil memainkan benda pipih segi empat miliknya.


Rania ingat ternyata hari ini ada sepatu keluaran terbaru yang sangat menarik dan terbatas di sebuah mall, ya Rania suka mengoleksi sepatu, bukan hanya itu dia juga sangat suka mengoleksi tas bermerk.


Rania yang juga tidak ada kesibukan dirumah akhirnya memilih untuk pergi ke mall membeli sepatu yang dia inginkan itu. Rania pergi dengan setelan dress bunga warna pink yang sangat cocok dengan kulit putihnya disandingkan dengan sepatu boots heels dan tas selempang kecil berwarna hitam yang senada dengan sepatu boots heelsnya. Setelah selesai dia segera turun ke mobil mewahnya, yang akan mengantarkannya ke mall.


"Mbak masih ada sepatu model X itu nggak?" tanya Rania kepada penjaga toko sepatu itu


"tunggu sebentar ya mbak saya cek dulu" jawab penjaga. Penjaga itupun pergi dan membawa sepatu yang dicari oleh Rania.

__ADS_1


"Masih ada mbak tapi tinggal satu soalnya barang ini terbatas" jawab penjaga itu sambil menghampiri Rania.


"Ahk tinggal satu mbak, baru juga barangnya keluar kok sudah habis saja?" tanya Rania kaget dan bingung karena sepatunya hanya tinggal satu saja


"Ia mbak soalnya banyak yang suka dengan sepatunya" jawab si penjaga sopan


"Itu sepatunya nomor berapa ya mbak?" tanya Rania lagi


"Nomor 37 mbak" balas penjaga toko


"Huf untung sepatunya cocok sama ukuran kaki aku, yasudah mbak tolong bungkuskan ya" kata Rania sambil mengusap dadanya karena kaget juga senang karena sepatu yang tinggal satu itu ternyata cocok dengan ukuran kakinya.


Rania membayar terlebih dahulu sepatu yang dibelinya dengan menggunakan kartu miliknya, lalu mengambil bungkusan sepatunya itu. Rania keluar dari toko sepatu tersebut dan karena sangat bahagia dan senang Rania yang tidak melihat kedepan karena fokus melihat tas sepatu yang ada ditangannya, tak sengaja menabrak punggung seorang pria yang tengah berhenti didepannya.


"Awww sakit, mas kenapa berhenti tiba-tiba sih" Rania mengusap keningnya yang sakit karena mengenai punggung pria tersebut sambil mendongak melihat pria yang ditabraknya.


Pria tersebut hanya berbalik melihat sekilas wajah Rania lalu pergi begitu saja. Dia tidak menghiraukan Rania yang kesakitan akibat menabrak punggungnya dan tidak menghiraukan Rania.


Pria itu berhenti sebentar dan melanjutkan langkahnya tanpa berbalik ke Rania. Pria itu pergi dengan langkah cepat.


"Isss dasar orang gila, tidak bisa bicara apa? bilang maaf saja dia tidak bisa?dasar muka tembok" sungut Rania yang sempat melihat wajah pria itu yang terlihat datar dan dingin, tapi tidak di dengar oleh pria tersebut karena sudah berlalu pergi.


Rania yang tadinya merasa senang karena telah mendapatkan apa yang dia inginkan kini menjadi emosi karena pria yang dia tabrak barusan. Rania ingin mencairkan suasana hatinya yang begitu emosi dengan membeli es cream yang dia lihat berada diseberang toko. Namun karena suasana hatinya yang tetap tidak enak akhirnya Rania memilih pulang ke rumahnya. Lagian juga sudah sore.


Tiba dirumah Rania langsung masuk kekamarnya tanpa mengatakan apapun kepada kedua orang tuanya yang sedang menikmati teh hangat diruang tengah.


"Ma, kenapa tuh Rania terlihat marah?" tanya ayah Rania atau pak Andarian kepada istrinya, Meira.


"Tidak tau pah, kenapa ya kira-kira Rania begitu, tidak biasanya dia pulang marah begitu" Jawab mama Meira

__ADS_1


"Coba mama tanyakan ke Raina saja" suruh Andarian kepada sang istri untuk menyusul putrinya ke kamar.


"Yaudah paa, mama ke kamarnya Rania dulu ya" jawab mama Meira sambil berdiri dan berlalu pergi ke kamar putri satu-satunya yang ada dilantai dua


"Rania sayang, mama bisa masuk?" kata mama Meira sambil mengetuk pintu kamar anaknya.


"Ia ma, masuk saja pintunya tidak kekunci kok" balas Rania dari dalam kamarnya


Pintu terbuka dan memperlihatkan Rania yang sedang cemberut. Meira duduk dipinggir tempat tidur putrinya sambil memegang tangan putrinya


"Ada apa sayang, kenapa mukamu cemberut begitu?" tanya mama Meira


"Ma tadi aku ketabrak" jawab Rania


"Ahk ketabrak apa sayang? mana yang sakit? ada yang luka"? mama meira sambil memegang dan mencoba membalikkan tubuh sang anak untuk mencari luka dibadannya


"Bukan itu ma, tadi aku ketabrak sama orang pas di mall, terus jidat aku nih yang sakit" Rania yang melihat mamanya sedikit khawatir langsung mengatakan yang sejujurnya sambil memegang jidatnya namun bukan dia yang ditabrak karena sebenarnya dia yang menabrak pria itu karena jalan tidak melihat kedepan


"Aduh sayang kamu bikin mama khawatir saja, mana tuh orang yang nabrak kamu supaya mama kasih pelajaran" kata sang mama sambil menenangkan Rania


"Tau tuh ma dia pergi begitu saja, ucapin kata maafpun tidak" Rania mengadu ke mamanya dengan manja


"Udah sayang yang penting kamu tidak kenapa-kenapa kan?" sang mama sambil mengelus-elus tangan anaknya


"Ia maa tidak kenapa-kenapa" jawab Rania karena memang dia sudah tidak merasakan sakit lagi di jidatnya, sebentar saja tadi sakitnya kerasa


"Yasudah kalau begitu kamu istirahat ya, Selamat Tidur sayang" mama Meira sambil berjalan keluar dari kamar anaknya


"Selamat tidur juga ma" jawab Rania

__ADS_1


Setelah mamanya keluar, Rania langsung beristirahat.


Jangan lupa baca sampai selesai teman-teman.. terimakasih sudah membaca 😇😇😇🙏🙏🙏


__ADS_2