Bodyguard Pemikat Hati

Bodyguard Pemikat Hati
Kekhawatiran


__ADS_3

"sayang kamu tidak apa-apa?" mama Meira yang dengan rasa khawatirnya datang menghampiri putri satu-satunya. Mama Meira yang tahu anaknya tadi dicegat dan hampir diculik oleh orang yang tidak dikenal itupun memutuskan untuk pulang setelah mendengar laporan dari Zein, sang bodyguard anaknya.


"aku tidak apa-apa maa, aku cuman kaget karena tiba-tiba mereka menghentikan mobilku dan menyuruhku turun" jawab Rania dengan tenang agar sang mama tidak terlalu khawatir terhadapnya


Papa Andrian yang baru masuk kerumah setelah berbicara dengan Zein langsung menghampiri sang istri dan anak


"papakan sudah bilang untuk terus berada di dekat Zein kenapa kamu malah mengerjai bodyguard kamu itu, untung dia yang bertemu dengan salah satu teman kelas mu langsung bergegas pergi setelah temanmu mengatakan kalau kalian sudah kembali" papa Andrian yang memperingatkan anaknya karena sudah mengerjai bodyguardnya


"ia paa aku minta maaf, aku kira aku akan baik-baik saja tapi ternyata ada yang ingin menculikku" Rania yang menyesal dan menundukkan kepalanya karena merasa bersalah


"sudah paa lagian juga Rania sudah aman, jangan terlalu tegas kepadanya" lerai mama Meira karena melihat sang anak dengan mata berkaca-kaca dan menyesali perbuatannya


"yasudah kalau begitu tapi jangan diulangi lagi ya, papa tidak mau kejadian seperti tadi terulang" jawab papa Andrian yang sudah lebih tenang. setelah mengatakan hal itu papa Andrian beranjak dari duduknya dan pergi kekamarnya.


"udah sayang tidak apa-apa kamu masuk kamar yaa, mama mau mandi dulu" mama Meira ikut menyusul sang suami masuk ke kamar



__ADS_1


"huuu siapa sih yang berani menghadang aku tadi, untung aku tidak kenapa-kenapa, mungkin seharusnya aku mengikuti papa dengan membiarkan bodyguard selalu berada di dekatku" kata Rania setelah berbaring dikamarnya dengan tubuh telentang melihat ke langit-langit kamarnya



Ting....bunyi hp Rania yang ia letakkan diatas meja belajarnya yang tak jauh dari tempat tidurnya



"Ran kamu tidak apa-apa? aku dengar tadi kamu dicegat ya sama orang-orang yang tidak diketahui?" Rania yang langsung membuka isi pesannya setelah mengambil hpnya dari meja dan ternyata pesan itu dari sahabat baiknya, Juwita



"Aku tidak apa-apa Juwi tapi aku masih kaget saja, siapa kira-kira yang menghadangku tadi" balas Rania




"mmmm akukan cuman tidak suka aja diikuti terus-terusan sama dia, aku tidak suka dekat-dekat dengannya

__ADS_1



"ciee..jangan sampai benci jadi cinta nih yee, hihihihi" jawab Juwita menggoda Rania



"iss ngomong apa sih kamu, amit-amit deh suka sama cowok sombong seperti itu" jawab Rania mengingat kembali kejadian di mall



"sudah de tidak usah mengada-ada, aku mau tidur dulu, dah Juwita" lanjutnya membalas pesan dari sahabatnya.



setelah mengatakan itu Rania langsung menyimpan hpnya kembali keatas nakas dan mencoba untuk tidur tapi kejadian tadi siang terus mengganggu pikirannya



"siapa sih orang-orang tadi, kenapa mereka menghadangku dan menculikku kemana mereka ingin membawaku? Rania bergumam sendiri mempertanyakan siapa orang-orang yang telah menghadangnya

__ADS_1



"setelah ini aku harus terus berada dalam pengawasan bodyguardku, mungkin papa tidak ingin hal yang buruk terjadi padaku untuk itu ia melakukan semua ini" setelah bergumam demikian akhirnya Rania bisa tertidur karena terlalu capek memikirkan siapa orang yang hendak menculiknya.


__ADS_2