Bodyguard Pemikat Hati

Bodyguard Pemikat Hati
Mengadukan


__ADS_3

"uhhh akhirnya pulang juga" keluh Rania yang merasa semua badannya pegal duduk seharian belajar. Jadwal kuliah Rania hari ini memang padat hingga jam 4 sore.


"sama ni badanku juga capek seharian duduk dikelas, ayo pulang, aku ingin istirahat" Jiwuta menimpali keluh Rania


"ayo aku juga ingin secepatnya berbaring di ranjang kesayanganku" Rania yang begitu senangnya mengingat bahwa dia akan pulang dan istirahat diranjang kesayangannya. Rania keluar dari kelas dan pergi begitu saja meninggalkan bodyguardnya.


Zein yang melihat Rania keluar langsung mengikutinya dan akhirnya mereka berbarengan pulang kerumah mengendarai kendaraan masing-masing.




Malam harinya Rania menemui orang tuanya untuk mengadukan tentang Zein yang menabraknya kemarin



"Ma, pa aku tidak mau orang itu menjadi bodyguardku" Rania sambil duduk dengan wajah sedihnya menemui orang tuanya



"kenapa sayang?apa Zein buat masalah?" jawab sang mama yang awalnya asyik menonton TV merasa terganggu karena anaknya itu


__ADS_1


"ma ternyata yang menabrakku di mall kemarin itu dia. Aku tidak mau punya bodyguard yang sombong seperti itu" Rania memperlihatkan wajah sedihnya didepan sang mama supaya mama dan papanya merasa kasihan



"Bukannya kamu yang menabraknya?"



Papa Andrian memang menyuruh seseorang untuk selalu menjaga Rania dari jauh selama ini, karena itu dia dengan mudahnya tau apa yang sebenarnya terjadi



"*mmm kenapa papa bisa tau*, *sepertinya papa masih menyuruh orang mengikuti*?" Rania membatin mempertanyakan kenapa papanya tahu kalau dialah yang telah menabrak Zein




"Sama saja Rania, kamu yang salah tidak melihat sekitar karena itu kamu menabraknya" jawab papa Andrian yang suara datarnya



"paa aku tidak ingin dia menjadi bodyguardku" Rania dengan mata berkaca-kaca mengatakan ketidakmauannya menjadikan Zein bodyguardnya

__ADS_1



"lalu siapa yang ingin kamu jadikan bodyguardmu Rania? sudah jangan memperpanjang masalah, papa hanya percaya sama Zein, toh juga hanya dia yang dapat diandalkan untuk menjagamu, dia memiliki kemampuan bela diri yang paling baik, jadi kamu tidak usah merengek untuk meminta papa mencarikan bodyguard lain karena papa tidak akan mengabulkannya" jawab papa Andrian dengan suara yang agak meninggi mendengar sang anak yang terlalu mempermasalahkan hal kecil.



"maaa..., Rania merengek kepada sang mama agar mamanya bisa membantunya berbicara kepada sang papa tapi sang mama hanya bisa diam melihat sang anak seolah-olah ingin berbicara bahwa dia tidak bisa menentang sang suami yang sudah memutuskan suatu hal



"*uhhh batal de semua rencanaku, aku pengennya bebas malahan aku de yang kena marahhh..huftt*" ucap Rania dalam hati



Rania akhirnya kembali kekamarnya dengan kesal karena papanya malah memarahinya



Dikamarnya Rania yang masih kesal mencoba mencari kesibukan agar dirinya tidak terus menerus mengingat apa yang membuatnya kesal. Rania mengambil headsetnya dan mendengarkan lagu agar hatinya bisa kembali tenang.



Rania memang menyukai musik karena itu jika ia merasa sedih, kesal dan marah maka ia akan melampiaskannya dengan mendengarkan sebuah lagu.

__ADS_1



Setelah mendengarkan beberapa lagu kesukaannya, Rania menjadi lebih tenang dan akhirnya ia tertidur karena sudah terlalu capek hari ini, sudah capek belajar dan duduk seharian dikelas sekarang ditambah lagi dengan perdebatan kecilnya bersama sang papa yang tidak setuju dengan permintaannya.


__ADS_2