Bodyguard Pemikat Hati

Bodyguard Pemikat Hati
Rencana


__ADS_3

Pagi hari di meja makan, terlihat papa Andrian, mama Meira dan Ben, sedang membicarakan sesuatu yang sangat serius tanpa adanya Rania.


"Demi menjaga keamanan Rania sebagai pewaris seluruh harta keluarga Aksoro, maka papa akan mencarikan seorang bodyguard untuk menjaganya" kata ayah Andrian dengan wajah serius


Ya kemarin ketika Rania berumur 17 tahun ia diangkat menjadi pewaris seluruh harta keluarga Aksoro, namun ada salah satu cabang yang akan diberikan kepada Ben untuk dikembangkan dan itu akan menjadi milik Ben sepenuhnya. Rania akan menjadi CEO diperusahaan ayahnya jika ia sudah berumur 25 tahun.


"Aku setuju paa karena diluar sana ada banyak sekali orang yang ingin membuat keluarga kita hancur". Ben menimpali karena ia memang tahu bahwa kekayaan yang kini diberikan kepada adik perempuan satu-satunya bukanlah sesuatu yang kecil dan ada banyak orang yang ingin mengambil keuntungan dengan mencelakai Rania sebagai pewaris.


"Mama juga setuju paa karena Rania masih terlalu kecil untuk bisa mengandalkan dirinya sendiri" jawab mama Meira


"Selamat pagi mama, papa, dan kak Ben".


"Selamat pagi sayang" jawab kedua orang tua Raina


"Selamat pagi juga dek" jawab Ben


"Kalian bicarakan apa sih, kok serius amat" Rania sambil berjalan ke meja makan untuk bergabung dengan keluarganya


"Tidak ada apa-apa sayang, ayo duduk kita sarapan bersama". Papa Andrian yang menjawab pertanyaan Raina


Rania duduk disamping sang kakak, lalu mereka sarapan bersama tanpa adanya pembicaraan karena dikeluarga Aksoro, sudah menjadi aturan yang harus diikuti bahwa jika makan bersama tidak boleh ada pembicaraan untuk menghargai makanan yang ada di depan mereka dan juga makanan tidak muncrat dari mulut.


Selesai sarapan bersama, papa Andrian, mama Meira dan Ben langsung menuju ke tempat kerja mereka masing-masing.


Setelah seluruh keluarganya pergi, Rania pun bergegas keluar karena dia sudah ada janjian ketemu dengan Juwita sahabatnya dari SMA.


"Bi, Rania keluar sebentar yaa, ada janjian dengan teman diluar" meskipun Rania anak dari orang kaya, dia tetap menghormati dan menghargai orang yang lebih tua darinya, untuk itu dia memberitahu bi Ati jika ia ingin pergi agar nanti bi Ati tidak perlu repot-repot memasak makan siang untuknya.

__ADS_1


"Ia non baik" bi Ati yang sedang mencuci piring bekas sarapan keluarga Aksoro tadi keluar sambil mengelap tangan membalas perkataan majikannya. Bi Ati adalah ART yang sudah sangat lama dengan Rania karena itu mereka terlihat lebih akrab dari para ART lain. Bi Ati yang lebih dekat dengan Rania selain kedua orang tua dan kakak Rania karena bi Ati yang menjaga Rania saat masih kecil, juga mengurus keperluan pribadi keluarga Aksoro. Namun sekarang karena anak-anak dari majikannya sudah besar, bi Ati hanya bekerja untuk mengurus makanan, dan keperluan dapur keluarga Aksoro. Para ART lain bekerja sebagai tukang bersih-bersih seisi rumah, ada yang bekerja sebagai pembersih kolam berenang yang cukup luas, juga sebagai pencuci pakaian dari keluarga Aksoro.


Rania akhirnya pergi dengan mengendarai mobilnya menuju tempat ia dan Juwita janjian.




***Di restoran***



"Mana yaa Juwita" sembil celingak-celinguk mencari keberadaan Juwita yang ternyata ada di bangku paling pojok yang menampilkan keindahan lautan luas yang membentang.




"Ran sini" Juwita yang melambaikan tangannya memanggil Rania



"Kamu udah dari tadi?" Rania duduk didepan sahabatnya itu



"Nggak ini juga barusan sampai"

__ADS_1



"Bagus de kalau begitu, kamu udah pesan?"



"Belum, sekalian tungguin kamu"



"Yasudah sekarang pesan. Mbakkk" Rania yang memanggil pelayan



"Ia dek mau pesan apa?" tanya pelayan



"Pesan cumi satu terus minumnya es kelapa aja mbak. Juwi kamu mau pesan apa?" Rania yang bertanya kepada Juwita



"Aku pesannya udang terus minumnya samain, es kelapa" sambil melihat dan menunjuk kertas menu yang ada ditangannya



Hanya ada makanan seafood di restoran ini karena berdekatan dengan pantai.

__ADS_1


__ADS_2