
Zein menghampiri Rania
"ada apa nona?"
"Belikan aku makanan di kantin, aku lapar dan malas kesana" perintah Rania kepada Zein
"Baik nona" Zein yang tidak ingin membuat nonanya marah, menyetujui permintaan nonanya itu dan langsung pergi ke lantai 2 dimana kantin berada
Sementara itu Rania yang melihat Zein turun dari lantai 3 segera mengajak sahabatnya itu pulang meninggalkan Zein. Sebenarnya Rania masih memiliki 1 mata pelajaran tapi berhubung dosennya berhalangan, maka mereka tidak jadi belajar. Rania yang melihat bodyguardnya berdiri didepan kelas berniat mengerjai sang bodyguard dengan menyuruhnya membelikan makanan. Zein yang tidak tau kalau nonanya itu sudah tidak memiliki mata kuliah menyetujui permintaan nonanya.
"Ran tidakpp kita kasih tinggal bodyguard mu?kasihan loh dia nanti bingung cari kita" tanya Juwita kepada sahabatnya itu, yang terkadang membuatnya tidak enak hati
"udah kamu tenang saja, ayo pulang" Rania dengan wajah tanpa bersalah langsung menarik meninggalkan lantai tiga dan pergi ke tempat parkiran mobil dimana ia memarkir mobilnya
"dahhh" Juwita melambaikan tangan kepada sahabatnya dan begitu pun sebaliknya Rania juga melakukan hal yang sama. Mereka berpisah didepan gerbang karena arah rumah mereka yang berbeda arah.
Ditengah perjalanan mobil Rania dihadang oleh 1 mobil berwarna hitam. Salah satu orang pria dengan tubuh yang besar turun dari mobil menghampiri mobil Rania.
Tok, tok, tok, kaca mobil Rania diketuk, Rania yang sudah sangat takut akhirnya membuka kaca mobilnya
"turun" kata pria berbadan besar itu
__ADS_1
"kalian siapa?aku tidak mau turun" Rania yang mulai panik
"turun atau saya paksa turun" kata pria itu dengan wajah garang
"tid....."belum sempat Rania menyelesaikan perkataannya, orang itu sudah membuka pintu dan memaksa Rania keluar dari mobilnya
"tolong, tolong" teriak Rania meminta tolong berharap ada orang lewat yang akan menolongnya tapi semua sia-sia karena jalan yang dilaluinya saat ini adalah jalan yang sepi dan jarang dilalui orang-orang.
Pum.......bunyi seseorang yang jatuh akibat tendangan
Rania yang melihat hal itu melihat ke belakang siapa yang melakukan hal itu
__ADS_1
"Zein?" Rania terkejut karena Zeinlah yang sudah menendang pria bertubuh gemuk yang tadi memegang Rania, belum sampai disitu dua orang pria yang Rania ketahui teman dari pria gemuk tadi keluar dari mobil melakukan perlawanan karena temannya yang tadi sudah terluka karena terkena tendangan dibagian perutnya. Akhirnya terjadilah perkelahian antara Zein dan 3 pria tersebut
"Zein awas dibelakangmu" teriak Rania melihat pria berbadan gemuk tadi mengambil pisau dari sakunya dan hendak menikam Zein namun Zein dengan cepat menepis tangan orang itu, memukulnya hingga pisau itu terbuang jauh
Rania yang melihat hal itu sangat khawatir tapi setelahnya ia bisa bernafas lega karena Zein bisa mengalahkan ketiga orang itu tanpa luka sedikitpun
"Ternyata papa benar Zein ahli dalam bela diri, dia bisa mengalahkan orang-orang itu tanpa luka sedikitpun" Rania bergumam melihat Zein yang sangat lihai dalam bertarung.
"Nona tidakpp?" Zein menghampiri Rania yang masih syok akibat kejadian barusan
Rania yang masih melamunpun terkejut karena Zein yang sudah ada didepannya
"mmmm ia aku tidak apa-apa"
__ADS_1
"Yasudah ayo kita pulang sebelum mereka kembali dalam jumlah yang banyak, aku akan tetap mengawal nona dari belakang" Zein menyuruh Rania masuk ke mobilnya dan iapun naik ke motor kesayangannya