
"Ahk udah jam berapa nihh?" Rania bergumam melihat jam di dinding ternyata menunjukkan 15 menit lagi dia akan masuk pelajaran pertama. Rania yang panikpun melompat dari tempat tidurnya dan langsung mandi dengan terburu-buru lalu mempersiapkan diri untuk langsung kekampus
"pa, ma aku berangkat dulu ya aku udah telat" Rania terburu-buru berjalan dari tangga menghapiri orang tuanya dan menyalami mereka untuk berpamitan
"tidak sarapan dulu sayang?"
"nanti saja dikantin maa, aku buru-buru, dah mah dah pahh"
"ia sayang hati" jawab keduanya
"dek kok buru-buru amat?tidak salami kakak gantengmu ini?" Ben yang tiba-tiba muncul dari pintu samping
"ihh kepedean, aku sudah telat kak jangan cerewet, dah aku pergi" Rania yang buru-buru tanpa melihat ke kakak laki-lakinya itu
"oii dek salamin dulu kek kakakmu ini, dasar adik durhaka" omel Ben kepada adiknya yang pergi tanpa menyalaminya
"selamat pagi nino" sapa Zein kepada Rania namun Rania tidak sedikitpun membalas sapaannya bahkan melihatnya pun Rania malas mengingat bahwa yang menabraknya kemarin adalah Zein.
Rania langsung memasuki mobil kesayangannya setelah tiba digarasi dan langsung meninggalkan Zein begitu saja tapi bukan Zein namanya kalau tidak langsung menjangkau kecepatan mobil dari nonanya itu.
"cepat juga tuh orang ngejar aku, aku kerjain ahhh" Rania berbicara dengan dirinya
Rania yang melihat lampu jalan akan segera berubah menjadi merah langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga ia bisa lewat sebelum lampu jalan berubah
"Yes berhasil" sorak Rania melihat Zein yang berhenti karena lampu merah telah berganti sebelum ia melewati lampu itu
"hahahah rasain kamu, kamu pikir kamu siapa sok-sokan sama aku" Rania berbicara dengan dirinya, dia kesal mengingat peristiwa di mall beberapa minggu lalu.
__ADS_1
Sementara itu Zein yang mendapatkan lampu merah, langsung mengumpat kesal,
"Sial, pasti dia sengaja mengerjaiku" umpatnya dalam hati
Beberapa menit lampu hijau kembali menyala, Zein langsung mengegas motornya dan mengejar mobil dari nonanya
Rania yang telah tiba di kampus langsung memarkirkan mobil dan segera turun hendak masuk ke pintu kampus namun sebelum itu ia mengedarkan penglihatannya mencari seseorang
"Tunggu nona" Zein memanggil Rania agar berhenti namun Rania tidak menghiraukan Zein
Zein yang ditinggal nonanya segera berlari dan memegang pergelangan tangan dari nonanya itu
__ADS_1
"Nona, tuan menyuruh saya untuk selalu menjaga nona karena itu nona tidak boleh pergi sendiri tanpa adanya saya apa lagi seperti tadi nona meninggalkan saya saat lampu merah, nona sengajakan?" Zein yang sedikit tidak suka dengan sikap Rania yang terlalu seenaknya itu menunjukkan wajahnya yang sedikit memerah menahan kesal
"Lepas, aku tidak peduli karena aku bisa menjaga diriku sendiri, berhenti mengikuti" bentak Rania kepada Zein
"Tapi nona tuan menyuruh saya untuk selalu berada didekat nona" tegas Zein yang tidak mau mengalah
"Tapi aku tidak suka dan berhenti mengikutiku"
Zein diam saja mendengarkan kemarahan nonanya itu. Rania yang melihat itu akhirnya pergi dan meninggalkan bodyguardnya
Zein yang memang ditugaskan menjaga Rania tidak menghiraukan kata Rania dan terus mengikutinya sampai di depan kelas dan menunggunya disana.
Beberapa jam berlalu, akhirnya Rania keluar dari kelas bersama sang sahabat dan dia mempunyai ide untuk bisa terbebas dari bodyguardnya itu.
__ADS_1
"Oii sini" panggil Rania kepada Zein melambaikan tangannya