
Diperjalanan Rania melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia mengira Zein tidak akan mampu mengejar dirinya dan dengan begitu ia akan meninggalkan bodyguardnya itu, ia akan bebas, tapi semua usahanya sia-sia karena Zein melajukan motornya juga dengan kecepatan yang tinggi juga. Rania tidak tau kalau Zein adalah mantan pembalap handal yang tidak pernah terkalahkan di sirkuit balap.
Sesampainya di kampus, Rania segera memarkirkan mobilnya ditempat parkir yang disana sudah ada sahabatnya Juwita. Ya Juwita memang satu kampus dengan Rania karena mereka sudah berjanjian untuk tetap satu kampus setelah lulus dari bangku SMA. Rania menarik tangan sahabatnya itu dan pergi begitu saja meninggalkan bodyguardnya yang masih sementara memarkirkan motornya.
Kampus yang sangat besar dan luas ini memiliki 5 lantai yang mana lantai satu adalah tempat memarkir kendaraan
Lantai dua terdapat kantin, ruang dosen dan ruang penelitian.
Lantai tiga adalah ruang kelas bagi mahasiswa fakultas ekonomi dan fakultas pertanian.
Lantai empat adalah ruang kelas bagi mahasiswa fakultas Teknik
dan paling atas yaitu lantai lima adalah ruang kelas bagi mahasiswa kedokteran dan hukum.
Tibalah Rania dan Juwita di lantai tiga yang mana mereka adalah mahasiswa fakultas ekonomi jurusan Manajemen Bisnis. Ya Rania memang dipersiapkan untuk menjadi seorang pengusaha oleh orang tuanya karena Rania yang akan memimpin perusahaan ayahnya.
__ADS_1
"Huft" Rania mengembuskan nafasnya karena ia begitu capek melewati tangga menuju ruang kelasnya.
"Capek ya Ran harus naik turun dari lantai ini, bisa-bisa encok nih badan" Juwita yang merasakan badannya begitu capek menaiki tangga
"Mungkin karena belum terbiasa saja" Rania tertawa melihat sahabatnya itu memegang pahanya yang memang terasa sakit menaiki tangga
"ia mungkin saja begitu" menunjukkan muka garangnya karena Rania menertawai dirinya
"Yasudah ayo masuk cari kelas" kata Rania yang memang belum tahu dimana letak kelasnya karena yang hanya mereka tau letak fakultas mereka belajar ada dilantai 3.
"Aduh kok dia sudah ada disini sih?"
"siapa maksudmu Rania?"Tanya Juwita melihat kearah Rania melihat. Zein ada di ujung tangga lain yang menghubungkan lantai dua dan tiga karena untuk mencapai setiap lantai, ada beberapa tangga yang menghubungkan.
"ehh itu bodyguard kamu, ternyata ganteng juga ya" Juwita memang sudah tahu kalau Rania memiliki seorang bodyguard tapi tadi belum sempat ia mengucapkan sepatah kata, Rania sudah menariknya lebih dulu.
__ADS_1
"issss ganteng apanya coba? eh tapi tunggu sepertinya aku tidak asing dengan wajahnya" Rania sambil memikirkan dimana dia pernah bertemu dengan lelaki itu
"haa diakan yang kemarin menabrakku! ingat Rania, ternyata pria yang menabraknya di mall kemarin adalah Zein bodyguardnya
"apa benar dia orangnya Ran?dunia sempit juga ya, kok dia malah jadi bodyguardmu" timpal Juwita menggoda sahabatnya itu
"nanti setelah pulang dari kampus aku akan memberinya pelajaran" tambah Rania dengan raut wajah marahnya.
"sabar hati, sabar" Juwita menenangkan Rania, namun Rania malah semakin emosi karena Juwita yang sepertinya mengejek dirinya
"Sudah ayo masuk kelas" sebelum dia melihat kita, aku malas melihat dirinya.
Rania dan Juwita masuk kekelas namun sebelum mereka masuk Zein sudah melihat mereka dan berjalan kearah mereka.
"Saya akan menunggu nona disini" Zein melapor kepada Rania namun Rania mengabaikannya dan langsung masuk ke kelasnya. Zein yang melihat itu hanya diam saja, dia berjaga diluar kelas karena memang papa Andrian menyuruh Zein menjaga Rania dari dekat.
__ADS_1