Budak Takdir

Budak Takdir
1. Gejala awal


__ADS_3

Di Bumi kita ini, masih banyak hal yg menjadi sebuah misteri. Bahkan, anda mungkin menngetahuinya, bahwa hanya sekitar 5 persen yg kita ketahui tentang lautan selama ratusan tahun di jelajah. Di sini lain, ada banyak “dunia” selain lautan di bumi kita ini yg bahkan blm tersentuh oleh penjelajah tsb. Dunia ini terkadang di ragukan eksistensinya, banyak yg tidak percaya karna mereka belum melihatnya...


“Sekarang giliran kalian! Lakukan ujian praktik ini dgn baik supaya kalian bisa mendapatkan nilai maksimal untuk kelulusan ya !”


Guru olahraga berkata. “ Baik pak!!”kata murid murid Namun ada 1 murid yg cukup menjadi perhatian murid lain, murid tsb adalah Hana. Guru olahraga ini merupakan guru olahraga baru yg blm mengetahui bahwa Hana memiliki penyakit, yaitu ia tidak alergi atau tidak tahan akan sinar matahari. Pada saat itu,hari cukup berawan. Hana pun sangat semangat untuk melakukan ujianya, yaitu mengelilingi lapangan selama 20 menit bersamaan dgn 12 murid lainya, karena ini merupakan kesempatan untuk mendapatkan nilai maksimal. Ujian pun di mulai. Selama 10 menit awal, semua tampak aman aman saja.


Sehingga, tiba tiba cuaca menjadi sangat cerah. Hana yg tdnya sangat bersemangat langsung menunjukan raut wajah yg lemas. Baru sekitar 30 detik setelah matahari muncul, Hana tiba tiba pingsan dan langsung di gegaskan ke uks. Hana terbaring selama hampir 3 jam, sblm di bawa pulang oleh guru lainya pulang dalam keadaan pingsan. Tak lama sampai rmh, Hana akhirnya menyadarkan diri.


Hana pun bertanya, “ kenapa aku tiba tiba di rumah? apa yang terjadi?!” Mendengar ucapanya, ibunya langsung memasuki kamarnya dan berkata “ kau pingsan saat melakakukan ujian praktik”. “Oiya, kau benar” Namun ekspresi wajah Hana berubah. “Ada apa?” ibunya bertanya. “ Maafkan aku, ibu. Mungkin aku tdk akan mendapatkan nilai maksimal.” “Tidak perlu cemas, nak. Kau tidak bersalah, kau sudah melakukan yg terbaik. Aku mengapresiasimu untuk itu.” “ Baik bu!” Hana memeluk ibunya.

__ADS_1


Tibalah saat makan malam, Hana bertanya “mengapa ayah belum pulang juga? Sudah berapa tahun ini bu” “ Ayahmu sedang kerja di luar negeri, itu memerlukan waktu yg lama” “ Ayah kerja apa bu?” Hana kembali bertanya


“Ayahmu bekerja sebagai salah satu petinggi di sebuah lembaga” ibu menjawab. “Aku ingin bertanya, bu.” “Silahkan nak.” “Apakah penyakit ini sebuah keturunan? Karena ayah juga tidal bisa kena sinar matahari.” “Iya, benar” “ Koreksi aku jika aku salah, tp yg aku ketahui dari internet, penyakit ini tidak bisa diturunkan” Ibunya spontan kaget dan berkata”itu tandanya bahwa kau benar benar anaknya”


Hana kebingunan dgn jawaban ibunya.Hana dikenal sebagai perempuan yg sangat manis, rambut warna cokelat, dan mata yang berawarna biru .Namun ia tidak sepopuler perempuan cantik lain di sekolahnya, karna ia sengaja tidak ingin terlalu terkenal


Beberapa hari setelah itu, Hana merayakan ulang tahunya yg ke 18. Dia mengundang teman temanya di sebuah kafe terdekat.


Ia pun langsung ke kamar mandi. Setelah menengok ke kaca, betapa terkejutya ia tidak melihat pantulan dirinya sendiri di kaca. Hana semakin pusing dan merasa ketakutan, Dan tiba tiba saja rasa pusingnya menghilang. “Apa yg terjadi?” Hana merasa bingung. Saat ia menengok ke kaca, semua tampak seperti semula, dan ia melanjutkan acara hingga selesai. Selesai sudah acara ulang tahun Hana, semua pulang ke rumah masing, Hana pun juga, baru saja ia ingin mengganti baju, ia tiba tiba mendapat sebuah telepon dari Diva, saat Hana menangkat telfonya, betapa terkejut ia mendengar Diva sudah menangis ditelepon

__ADS_1


.“Diva?! Ada apa?!” “Hana baru saja Jenny mengalami kecelakaan!!” Diva sambil menangis”. Hana tiba tiba saja terdiam dan mengeluarkan air mata. “Dimana kamu sekarang?!!” Hana bertanya. “ aku di ambulans, menuju rumah sakit” Diva berkata sambil menangis karena Jenny tidak menyadarkan diri. “ aku akan kesana, tunggu ya” Hana sambil menangis langsung mengganti menggunakan sweater dan meminta izin kepada ibunya, dan ibunya pun memutuskan untuk mengantat Hana.


Ibunya mengantar menggunakan mobil. Saat di tengah perjalanan, Hana merasakan pusing yg sama beberapa saat lalu. Sama dengan sblmnya, saat ia menatap kaca mobil, ia tak bisa menglihat refleksi dirinya. Ibunya menyadarinya, tetapi tidak terlalu menghiraulanya. “Ibu kepalaku rasanya ingin pecah”. “Tahan nak, sebentar lgi kita akan sampai”. “ibu aku sudah tidak tahan lagi....”


Tiba tiba rasa pusing itu menghilang. “ apa, apa yg terjadi....?” Tanya Hana. “Bagaimana, kau masih pusing?” .” Sepertinya tidak bu”. Dan mereka melanjutkan per jalan menuju rumah sakit.


Sesampainya mereka di rumah sakit, Hana menglihat kondisi Jenny yg tidak berdaya. Is menetaskan air matanya lgi. Ibunya Hana, yg menyaksikan hal itu langsung menelpon suaminya. Ia menyuru suaminya pulang. Di tengah tengah tangiaan Hana, ia merasakan pusing yg luar biasa lgi, bahkan lebih parah. “Apa, apa yg sebenarnya terjadi padaku?” Diva yg melihat itu, langsung panik. “Hana Hana, kau tidak apa apa?” Hana hanya berteriak dan langsung keluar dari ruang perawatan. Ia langsung berlari ke kamar mandi, teteapi di jalan ia tidak tahan dgn rasa pusing yg ia rasakan. Dia terdampar di tembok sambil menyentuhnya, betapa kagetnya saat is menyentuh tembok, ia meretakan tembok tersebut. “A-apa apaan ini “


Pusingnya menghilang , tetapi ia masih terkejut dan sangat panik. “Aduh gimana ni, kalo rusak gini bisa ganti rugi” lalu ia bergegas keluar rumah sakit. Namun, ia terkejut saat ia keluar, sudah ada 3 penunggu.

__ADS_1


“Jadi kau orangnya” kata salah satu penunggu tsb terlihat dgn jubah hitam yg panjang, dgn mata yg berwarna putih tanpa pupil. “Siapa kalian?!”


__ADS_2