Budak Takdir

Budak Takdir
13. Menuju Ferryen


__ADS_3

Mereka yang tadinya di depan Hana langsung menghilang dari tempat, mereka memisahkan jarak antara mereka. “Baiklah aku sudah sangat lama aku tak bertarung melawanmu Cebol sialan!” Ujar Royy dengan sangat semangat. “Kau!!” Sekro dengan cepat menyerang dengan belatinya yg terbuat dari api kearah Royy, Royy juga melesat kearah Sekro dengan celuritnya yang ia buat dari api. Adu ujung tombak tak bisa dihindarkan. Saat senjata mereka menyentuh, daerah sekitarnya mengalami kebakaran.


“Bodoh! Kau bisa saja membunuh kami!” ujar Werd. “Tak hanya cepat, kemampuan mereka benar benar melebihiku!”. Sekro lalu menyerangnya dari samping kanan, namun Royy dengan mudah menghundarinya dengan menyerang balik di titik buta Sekro, namun Sekro menyadariya dan langsung melompat keatas.


Saat berada di atas, Sekro membuat beberapa tombak dari api, dan tombak tsb cepat melesat ke Royy. Namun Royy menghilang dari tempatnya, Sekro dengan pengalaman bertarungnya mengetahui dimana Royy akan menghindar dan langsung menunujuk jarinya ke Royy. Saat itu juga muncul tombak api dari bawah dengan cepat. Nyaris saja terkena Royy.


Sekro terus menerus melakukanya begitu Royy menghindar. Akhirnya Royy melesat kea rah Sekro dengan mencoba menebasnya dari belakang, serangan tersebut mengenai punggungnya. “Hah kena kau cebol!”. “Liat lah dengan sesaksama”ujar Sekro. “Apa!?”. Tiba tiba Sekro hangus, ternyata itu merupakan klonya saja. “Kau gegabah, Royy”. “Katakan itu lagi” Celurit Royy sudah berada di leher Sekro tanpa ia sadari.


“Ahahahaha kau memang cepat, namun aku tak bodoh!”. Sekro mengeluarkan tombak api dari tanah dengan tiba tiba untuk menyerang Royy dari bawah, Royy nyaris terkena seranganya lagi.


“Cihh kau memang licik, cebol!”ujar  Royy. “aku tak boleh menggunakan kekuatanku dengan penuh, karna aku akan pergi abis ini!” batin Royy. “Baiklah, aku hanya bisa menghindar, kali ini aku beri ini padamu karna aku harus menemani Hana ke Ferryen”ujar Royy “Aku tau, kau sejak awal hanya bertahan, tidak seru ah” ujar Sekro.


“Lain kali aku akan mengalahkanmu cebol!”. “Buktikan!” Ujar sekro. “Sudah mau jam 12, kita harus bersiap, Royy” ujar Werd. “Iya betul. Hana apa kau siap?” Tanya Royy. “Aku sudah menanti ini sejak tdi” Ujar Hana.


10 menit kemudian


“ aku akan membuka portalnya, bergegas lah masuk” ujar Royy. Lalu Royy menggunakan Dimensiro untuk membuka portal menuju Ferryen. “Masuklah!” Lalu werd dan Hana masuk ke portal, meskipun Hana merasa sedikit gugup setelah masuk, ia tetap mencoba terlihat tenang.


“Hana, saat kau tiba jangan lengah, karna sebelum sampai ke Ferryen, kita harus melewati lembah Vei” ujar Werd “Lembah Vei? Apa itu-“ sebelum Hana menyelesaikan pertanyaanya, portal terbuka dan mereka sampai ke hutan yang sangat gelap dan tenang, Lembah Vei.

__ADS_1


“Ini lembah Vei? Tanya Hana. “Betul” jawab Werd. “Jangan lengah, kau bisa saja berhadapan dengan makhluk penghuni tempat ini” ujar Werd. “Makhluk? Seperti apa mereka?”. Mereka merupakan semacam monster yang tinggal disini. Namun mereka masi memiliki akal, oleh karna itu jangan meremehkan mereka” jawab Werd.


“Baiklah kita akan bergegas dari sini!” Ujar Royy. Lalu mereka bertiga berlari menujur ke utara, ke arah Ferryen. Pada awalnya mereka hanya berlari bebas. Tiba tiba Royy berhenti berlari karna ia merasakan sesuatu.


“Ada apa, Tuan Royy?” Tanya Hana. “Diam dulu” ujar Royy. Lalu Royy menutup matanya, dan tiba tiba menghilang dari tempat. “Kemana dia?!” Batin Hana. “Kena kau!”. Tiba tiba Royy berada di atas mereka memenggal kepala makhluk yang merupakan kelelawar setengah manusia, kepalanya jatuh di dekat Hana dengan darah warna hijau.


“Aaa menjijikan!” Lalu Hana menendang kepalanya karna ia merasa terganggu dengan wujudnya. “Sepertinya ia mengetahui kedatangan kita” ujar Werd. “Sebaiknya kita membereskan mayatnya agar tak terdeteksi” ujar Royy. “Terdeteksi? Oleh makhluk lain maksudmu?”. “Iya, khususnya bangsa serigala” jawab Royy.


“Bangsa serigala ya? Benar benar seperti cerita yang ku dengar saat aku masi kecil! Tapi aku akan menanyakan lebih begitu kita sampai” batin Hana. “Baiklah kita akan melanjutkan perjalan kita” ujar Werd


2 jam berlalu, Hana merasa sedikit lega karna tak ada gangguan lagi semenjak kelelawar tadi, namun beda dengan Royy dan Werd


“Tuan Royy, mengapa tuan tampak sedikit gugup?” Tanya Hana. “Tidak, aku hanya berjaga jaga”. “Dari sorot itu, sudah jelas ada-“ belum saja Hana selesai bicara, ia merasakan sesuatu dari samping kananya.


“Aku merasakannya! Aku yakin ada sesuatu disana, apa ini Seisnya? Aku beluk bisa menggunakannya, tpi aku yakin ada sesuatu disana!”. Lalu Hana mengeluarkan pedangnya dari sarung pedangnya, membuat Royy dan Werd sedikit terkejut.


“Ada apa Hana?” Tanya Werd. “Tuan Werd tak merasakannya?”. “Merasakan apa?” Jawab Werd. “Apa maksudmu?” Tanya Royy. “Ada sesuatu disana, aku dapat merasakannya bahwa dia mengamati kita!” Jawab Hana sambil menunujuk ke kanan.


“Aku tak merasakan sesuatu, tapi aku juga tak akan lengah” ujar Werd. “Bagaimana dia tau ada sesuatu disana? Bahkan aku dan Werd tak merasakan apapun, di tambah dia juga membangkitkan Seisnya!” Batin Royy.

__ADS_1


“Keluarlah, sebelum aku yang mendatangimu!” Ujar Hana. Namun tak ada jawaban. Hana mengulangi pernyataanya 2 kali, lagi lagi nihil. “Jika kau memang tak berniat menunjukan dirimu kepada kita, aku akan menunjukan dirimu kepada mereka berdua!” Kata Hana sambil menunjuk Royy dan Werd.


Namun lagi lagi hampa. “Baiklah, aku muak denganmu” ujar Hana yang langsung lari ke arah tersebut sambil mengayunkan pedang. Saat pedang itu hendak mengenai kegelapan, tiba tiba dari kegelapan itu muncul tangan mirip dengan manusia, namun memiliki kuku yang tajam dan lebar.


Tangan itu mencoba menghentikan pedang Hana, namun Hana memutuskan untuk mundur, karna ia tau posisi tubuhnya terlalu terbuka dan sangat mudah diserang balik. Hana juga mengetahui bahwa mungkin saja musuh yang ia akan hadapi lebih cepat darinya.


“Intuisimu memang seperti ujung pedang ya!” Ujar Royy sambil membuat pedang dari Seis apinya. “Siapa kau?” Tanya Werd. “Apa yang kau inginkan dari kami?” Lanjutnya.


Ternyata dari kegelapan itu muncul sosok perempuan berambut panjang sehingga menutupi muka,membawa tongkat, dan menggunakan baju yang panjang,ya pemilik tangan itu. “Apa kau bisa bicara, Nyonya?” Tanya Royy.


Namun ia hanya terlihat mengumam, tanpa kata yang jelas terdengar. “Apa yg ia katakan?” Tanya Hana. “Aku tak mendengar-“ belum selesai muncuk besi panjang dan tajam dari kanan dan kiri seperti mengapit mereka, dan langsung menyerang mereka.


“Nampaknya itu bukan bergumam, melainkan sebuah mantra!” Ujar Royy sambil melompat keatas bersama Hana dan Werd. “Sepertinya!” Jawab Hana.


“Benar, itu adalah mantra sihirku” jawab perempuan tsb. “Kalian akan jadi tumbal, matilah!!”


 


 

__ADS_1


__ADS_2