
“Cihhhh untuk apa aku memberi taumu bocahh! “ Tiba tiba salah salah satu dr mereka mengeluarkan pedang yg entah dari mana dan langsung menodongnya ke Hana. “Ikut lama dgn kami, tanpa pertayaan”. “ apa mau kalian?” “Sudahku bilang tanpa pertanyaan” dia langsung mengulurkan pedagnya ke tubuh Hana, namun dgn mudah Hana menghindar, tetapi ia juga terkejut dalam waktu yg bersamaan.
“Bagaimana aku bisa melihatnya dgn mudah? itu benar benar cepat” kata Hana dlm hati
org tsb setelah meleset langsung melakukan serangan lgi, namun Hana lagi lagi menghindar. “Lagi, aku melihatnya lagi” Saat ia menyerang lgi, kali ini Hana tidak hanya menghindar namun mampu memukul balik org tsb dengan cepat dan org tsb terpental. “ sialan, aku terlalu meremehkanmu” . “Sudah cukup, kau tidak bisa melawanya” kata salah satu org yg dari tdi hanya diam. “giliranku” tiba tiba muncul lingkaran warna hitam dan dgn cepat langsung menyerang Hana, tpi berbeda dgn sblmnya, ini terlihat seperti laser. “Levero ”
Hana yg melihatnya hanya terdiam dan saat is ingin menghindar, serangan tsb terlalu cepat sehingga mengenai tangan kanan Hana “akhh”. “Saat itu juga tangan kiri Hana terputus dari tubuhnya. Hana hanya bisa terdiam menahan sakit yg luat biasa, ia mencoba untuk tidak menangis. “Giliran berikutnya aku akan memastikan bahwa kepalamu ada di kakiku” ia berucap dgn nada ingin membunuh.
Hana hanya bisa diam dan melihatnya. “Levero” dgn cepat levero mengarah ke kepalanya, dan tiba tiba, seseorang muncul ke hadapan Hana dan dgn mudah menangkis seranganya dgn satu ayunan. “Sial, kita akan mundur “ kata org yg menyerang”. “Kalian tidak akan bisa lari”. Dgn cepat org tsb language berada di dpn mukanya dan langsung mengluarkan semacam belat, namun terbuat dari api, lalu ia menusukanya ke mata kananya, dan langsung melelehkan tubuhnya. Tak berhenti disitu, ia juga melempar belati api itu ke arah org yg disebelahnya dan menghanguskanya.
Setelah itu, ia kembali ke Hana. “Apa, apa yg sebenernya terjadi!???” Ia langsung teriak “kau kehilangan tangan kirimu” lalu ia langsung mengeluarkan plester dari sakunya dan menutup tangan Hana. “Ini kan menngurangi darah yg kluar dari tubuhmu” Hana menatap org tsb, org tsb terlihat mungil, namun Hana bingung kenapa dr mana ia mendapatkan kekuatan tsb. Bukan hanya itu, dari tadi org tsb tampak sangat kelaparan melihat darah, dan nampaknya ia akan menyatapnya kapanpun, namun itu tidak terjadi
__ADS_1
“Sebenarnya, siapa kau? Apa yang kau inginkan dariku?! Siapa mereka?” Tiba tiba ibunya Hana keluar dari rumah sakit. “ Sepertinya kau menyelamatkan anaku, mesti ia harus kehilangan tanganya, Sekro”. “ Aku akan membuat tangan artifisial untuknya, jdi kau tidak perlu khawatir, Cirra”. Hana nampak makin terkejut sangat mengetahui sepertinya mereka mengenali satu sama lain. “Ibu, kau mengenalnya?”. “Ya “. “ Apa yg sebenernya terjadi bu?” “ kau hebat Hana. Meski kau kehilangan tangan kirimu, kau nampak tidak begitu sakit.” Hana pun merasakanya, bahwa itu tidak begitu menyakitkan, meski tangan kirinya terputus
“Ayo ikut denganku, Hana”. “Kemana? Apa yg akan kau lakukan, dan apa yg sebenarnya terjadi? Kenapa, kenapa sepertinya ada yg kau sembunyikan dariku ibu?”. “ akan ku jelaskan begitu kita sampai.” “Sudah, Hana kau ikut saja, aku akan disini menegok temanmu. Hana pun merasa bingung, namun ia tidak bisa menolak perkataan ibunya. “Baiklah”
Sekro langsung membuka semacam portal untuk membawa Hana ke diamanya. “Apa itu?” Tanya Hana. “Ini adalah Dimensiro, salah satu kemampuanku. Kemampuan ini memungkinkanku untuk berpindah tmpt kemanapun yang aku inginkan, tentu saja hanya tempat yang pernahku kunjungi”. “Wah, sangat hebat”. “Kau juga, kau mampu menahan sakit dari levero meski kau harus kehilangan tanganmu, tetapi kau seperti tidak merasakan sakit sedikitpun”. “Bisa saja kau ini, ayo sebelum darahku habis disini. Baiklah bu, aku pergi dulu” Hana dan sekro langsung masuk ke portal, dan portal itu tertutup.
Melihat itu, Cirra hanya bisa berkata dalam hati “tolong bimbing lah dia, dia hanya satu satunya kunci kita”
Setiba di kediaman Sekro, Hana langsung bertanya. “Sebenernya, apa yg terjadi, Tuan Sekro ?” Sekro, sambil merancang tangan baru untuk Hana dengan teknologi yg ia punya, meski sedikit kuno, ia seharusnya bisa mengembalikan tangan Hana.
Hana pun makin ketakutan dan sedikit tenang mendengar itu. “Istimewa? apa maksudmu?”
__ADS_1
“Kau tidak bisa terkena sinar matahari bukan? Dan kau juga menyadari, bahwa kau memiliki kemampuan fisik yg berbeda dari manusia biasa.” Hana terkejut saat ia mendengarnya
“ dan kau pasti baru merasakanya hari ini”
Hana semangkin membisu mendengarnya. “Kau bukan manusia biasa Hana, melainkan kau juga merupakan vampir”
Hana benar benar tak bisa mengatakan apa apa. “Namun itu bukan maksud dari “istimewa” yang tadi kusebut”. “Lalu apa?”
“Bukan saatnya kau tau” Hana membisu lagi, tpi kali dia agak lega dan merasa tercengang mendengarnya. “Vampir katamu? Ku kira itu hanya ada di dongeng”. “Mungkin itu hanya dongeng, tapi jika kau melihatnya dari sisi si penulis dongeng, kau pasti pernah berpikir bagaiman sang penulis bisa mendapatkan ide untuk menulis. Benar, sang penulis pasti sempat mencari inspirasi, atau mungkin melihatnya langsung, tapi apakah sang penulis bisa langsung mendapatkan ide tanpa mencari ide tsb? Kau menyebutnya dongeng , tidak, orang menyebutnya dongeng karena mereka belum pernah melihatnya. Namun, apa kah kau tahu apa yg di pikirkan atau di lihat oleh sang penulis? Jika kau membaca banyak buku, tidak ada penulis yang mengakui karnyanya sendiri ‘dongeng’”
Hana membisu lagi “tapi, bagaiman aku bisa menjadi vampir?” Hana bertanya, namun Sekro hanya diam dan melanjutkan membuat tangan untuknya. “Hey, aku bertanya”. “Maaf, tpi aku tidak bisa mengatakanya”. “Apa?!” Hana semakin penasaran. “Jadi, apa yang kau inginkan dariku, Tuan?”. “Aku ingin kau mengenal dirimu lebih dalam.” “Apa maksudmu?”. “Mulai besok , aku akan melatihmu, omomg omong, tanganmu artfisialmu sudah jadi, kemari lah.” “Tunggu tunggu, kau mengatakan diriku vampir, namun apa kau juga sama? Jika iya, buktikan”. “Baiklah”. Tiba tiba, sekro langsung menghilang dari tempatnya, dan muncul di belakang Hana. Hana terkejut, namun blm merasa puas. “Bagaimana? Apa kau ingin bukti lgi?” “Ya tentu “
__ADS_1
Dengan senyuman yg sinis, dia membuka mulutnya dan menunjukan taringnya yg panjang. Hana terkejut seperti orang yg sedang menonton film horor. “Jangan kau lakukan hal itu dengan tiba tiba” .”Hahahaha kau yang memintaku”. “Jadi, apa alasan kau menyelamatkanku tdi? apakah aku se penting itu bagimu?”. “ Sudah jelas, iya”. “Apa yang akan kau lakukan sekarang?”. “ pertama, aku akan memasang tanganmu, kemari” tuan sekro sudah berada di bangkunya, lalu Hana hanya menurut saja. “Tahan sedikit” kata Tuan Sekro. “Baik”. Tuan sekro membaca sedikit mantra, dan langsung membuka plesternya. Darahnya sudah berhenti, ia langsung menyatukan tangan palsunya dgn tangan Hana.
“Wah kau hebat, tuan. Tidak ada kata yg cukup untuk ku katakan sebagai tanda terima kasih”. “Sudah lah, ini bukan apa apa. Sekarang aku kan mengantarmu ke rumah sakit tdi.” Ia langsung membuka portal, dan mereka memasuki portal tsb.