Budak Takdir

Budak Takdir
7. insting 1


__ADS_3

“Hana, dari mana saja kau?”. “A-aku-“ .”dia baru saja dari UKS bu, aku melihatnya, ia mengatakan jika kau bertanya, tolong bilangkan bahwa aku sedang tak enak badan,bu” kata Raven. “SIALAN KAU” batin Hana, dalam keadaan berbunga.Muka Hana tiba tiba memerah dengarkan ucapanya. “I-iya bu, maafkan aku”. “tidak apa apa Hana, jika kau merasa kurang sehat, silahkan istirahat saja.”. “Tak apa apa bu, aku sudah mendingan, terima kasih banyak bu”. “Baguslah, silahkan duduk.


Sepulang sekolah, Hana menanyakan pada pada Raven mengapa ia mengatakan hal itu. “Aku hanya membantumu Han”. Ujar Raven “I-iya terima kasih banyak, sebagai gantinya, mau kah kau meminum kopi bersamaku? Aku akan membelikanya untuk mu.” Hana sedang menutupi perasaan senangnya, hati yang sangat berdebar, namun sikapnya harus profesional karna ia telah membantunya. “Wahhh asikk ayo”


Lalu mereka berdua berjalan menuju kedai kopi terdekat, saat perjalan mereka tampak sangat akrab satu sama lain, bahkan hingga sampai ke kedai.


Mereka berbincang satu sama lain, mencerita kan masa kecil mereka, riang dan gembira. Hana menceritakan bahwa ibunya merupakan orang yang selalu berada di sisinya sejak kecil, menjadi supporter untuk Hana. Meskipun Hana membuat kesalahan, ia tak pernah mengkritiknya, menjadi tempat curhat baginya, membagi suka maupun duka. Ibunya merupakan segalanya baginya. Namun untuk ayahnya, ia tak pernah bertemu ayahnya semenjak ia berumur 8, karena ayahnya memiliki tugas keluar negeri.


“Wah sepertinya ibumu sangat hebat!” Ujar Raven “iya betul, bagaimana dengan ibumu?” “Ibuku? Ibuku merupakan orang yang tegas, selalu ingin di patuhi. Aku tau itu demi kebaikanku, namun dengan itu ia membuatku melakukanya karna aku menghormatinya, bukan karna hatiku. Ia sangat mudah mengkritikku, dan kami juga sering bertengkar”

__ADS_1


“Begitu rupanya” ujar Hana. “Apa kah kau memiliki sesuatu yang sangat kau sayangi dari ibumu? Maksudku sifat atau semacamnya”. “Ada, ibuku merupakan orang yang sangat penyayang, ia selalu memenuhi tanggung jawabnya sebagi ibu”. “Ibumu juga merupakan orang yang hebat” ujar Hana. “Sudah tak terasa kita cukup lama disini. Aku akan pulang sebentar lagi-“. Namun Hana teringat bahwa ada yang ingin dibicarakan setelah pulang sekolah bersama Tuan Sekro. “Iya aku juga, aku ada latihan basket setelah ini” ujar Raven. “Baiklah mari kita pulang. Saat berada diluar kedai, Tuan sekro sudah menunggunya di depan. “Hana, apa ia pacarmu?” .”t-tidak!” Hana mulai sedikit tersipu. “Hahahaha dasar anak muda” tuan sekro mengejeknya


Hana tak heran mengapa ia mengetahui dimana Hana berada, bahkan itu sesuai yang Hana harapkan. “Maaf tuan, ia temen sekelasku” ujar Raven “b-betul” ujar Hana. “Sudahlah akui saja!”. “Tuan!” Hana menyubit Tuan sekro. “Ahh sakit”. “Hana, siapa dia?”tanya Raven. “Ia merupakan rekan kerja ibuku, ia datang menjemputku” .” Baiklah kalau begitu, aku duluan ya dadah” Raven pergi meninggalkan mereka berdua. “Sekarang, kembali ke topik” ujar Hana “kenapa mereka menyerangku saat di sekola?”


“Aku akan menjawabnya saat kita berlatih” Lalu Sekro menggunakan dimensiro dan membuka portal menuju kediamanya. “Sejujurnya, aku tak tau apa apa. Aku bisa merasakan seis berada di sekitar sekolahmu lalu aku bergegas kesana. Namun saat aku tiba, aku sedang kejar kejaran. Lalu aku melihatmu bertarung, aku terkejut saat kau mampu merunah dirimu menjadi kelelawar padahal aku belum mengajarimu”. “Aku juga tak tau bagaimana aku melakukannya, itu hanya timbul di benaku tiba tiba.”


“Baiklah, aku akan mengajarimu caranya. Itu sebenarnya cukup mudah, karena itu merupakan hal yang biasa bagi kami vampir. Aku ingin kau melakukannya di depanku.” . “Baiklah” Hana berubah menjadi kelelawar , dan mulai terbang sana sini. “Baiklah cukup aku sudah bisa dan tak perluku ajari lagi. Sekarang kau sudah tau dimana talentamu berada, gunakan itu lagi untuk mengalahkan klonku lagi, namun kali ini aku takkan menahan lagi”. “Baiklah” sekro membuat pedang dari seis apinya dan memberikan ke Hana. “Kali ini kau akan melawan lima” .”lima?! Apa kau serius?” Sekro membuat lima klon dirinya, tanpa menjawab pertanyaan Hana mereka langsung menyerang Hana.


“Akkhhhhhh! Jika aku tak berbuat apa apa, habislah sudah!”. “Gunakan seluruh indramu saat bertarung, bukan hanya mata”. Ujar Sekro. “Aku tau itu, tapi aku tak pernah menggunakannya selain mata-“ lalu klonya mendaratkan tendangan dari samping. Lagi lagi Hana terpental. “Aku hanya bisa mengdengarnya, mungkin harus kucoba. Setidaknya aku bisa menghindarinya.” Batin Hana. Hana bangkit lalu hanya berdiri. “Apa yang kau lakukan?” Hana hanya membisu, lalu salah satu klon mulai menyerangnya lagi, namun kali ini mampu menghindar. “Aku berha-“ Bruuuuuk!! Hana terkena serangan dari klon ke 2 dan terjatuh. “Berapa klon yang kau gunaka?!”. Sekro hanya diam. “Sepertinya lebih dari satu” batih Hana. “Aku tak bisa diam saja, apa yang harusku lakukan?” Hana langsung terpikit kejadian tdi siang, was dimana ia mampu melihat serangan meski itu belum terjadi

__ADS_1


“Ahhh iya betul itu, aku harus menggunakan itu, tapi gimana cara mengaktifkannya?” Hana terlihat lengah lgi dan alhasil menerima pukulan lagi.


“Bodohnya aku, ia menyuruhku untuk menggunakan instingku, bukan kemampuan lain. Tenang Hana tenang. Rasakan. Dengar.” Batinya. “Apa kau sudah menyerah?” Ujar Sekro, namun Hana lgi lagi hanya membisu.


Salah klonya muncul di hadapan Hana dan menyerangnya “ini dia! Aku merasakannya!”namun Hana langsung menghilang dari tempatnya dan berada dibelakangnya dan menendang klonya dengan keras sehingga klon itu berhasil dikalahkan.


“1” kata Hana dan Tuan sekro tersenyum. “Akhirnya, itu kemampuan sesungguhnya darimu, meski hanya sebagian kecil. Aku sudah melihat caramu bertarung, walau hanya sedikit dan kau memiliki insting yang sangat luar biasa, Hana!” Batin sekro


“Aku merasakannya kehadirannya, tidak aku bisa merasakan seisnya, meski mataku tertutup. Aku blm bisa membangkitkan seisku untuk kali ini, tapi aku memilikya. setidaknya aku bisa merasakan punya orang!”

__ADS_1


Hana yang tdinya hanya diam dan lengah, terlihat seperti petarung yang sesungguhya. “Aku tau mereka ada 3, sisa 2” Klonya pun menghampirinya untuk menyerangnya, namun Hana dengan mudah menghindar dan langsung menyerang balik, meski tak begitu kelak.


Kali ini kedua klonya saling menyerang Hana sekaligus yang tidak bisa melihat, namun.....


__ADS_2