Budak Takdir

Budak Takdir
8. Insting 2


__ADS_3

Namun saat mereka hendak mendaratkan pukulan ke Hana, lagi lagi Hana mulai melihat pukulan mereka mengenai dirinya namun hanya dalama pikirannya saja. Itu tampak begitu nyata di pikiranya,mulai dari rasa sakit, bagian tubuh mana yang terkena pukulan. Itu membuat Hana sempat ragu apakah itu nyata atau tidak sehingga ia lagi lagi lengah dan harus menerima pukulan lagi.


“Cihhhh jika berlanjut ini hanya bunuh diri”.”Dia tak terlihat seperti melamun atau lengah, aku yakin dia sedang memikirkan sesuatu” batin Sekro “namun ia sedang mengkonfirmasinya” lanjutnya


“Aku harus mencobanya, seranganya yang barusan tak seperti sebelumnya, ini seperti ia memberikanku waktu”Hana lalu menyadari bahwa jika ia hanya menghindar dan meyerang balik, ia takkan pernah menjadi kuat.


“Aku benar benar tau keberadaan mereka, jadi aku harus bisa melakukanya!” Hana dengan cepat melesat di samping salah satu klonya dan menyerangnya, walaupun berhasil menghindar, Hana mengetahui dimana ia akan menghindar dan menggunakan itu sebagai titik lemah dan langsung menyerangya. Sekro yang melihatnya merasa sangat kagum dan sangat yakin bahwa suatu saat ia akan menjadi vampire yang sangat kuat.


“Kau selanjutnya” ujar Hana, saat itu juga klonya berada di sampingnya dan menyerangnya, namun kali ini Hana tak menghindar melainkan menangkap pedang yang di gunakan klonya tsb.”apa?!”” Klonya pun sangat kaget, Hana langsung menyerang balik dan akhirnya ia mampu menyelesaikan latihanya. “Hebat sekali muridku” ujar sekro sabil memberi tepuk tangan. “Terima kasih tuan” Hana sambil melepaskan penutup matanya.”Tuan, apa aku boleh bertanya?”.” Silahkan”


“Kapan aku akan mendapatkan pedangku sendiri?”.” Aku akan memberinya, tidak, aku ingin kau membuatnya sendiri, aku akan memberikan uangya ,tetapi nanti jika kau sudak layak menggunakanya”


“Mulai hari ini dan seterusnya hingga waktu tertentu, ini akan menjadi latihanmu,hanya saja semakin lama klon klon tersebut akan menjadi lebih kuat”.”Baiklah, aku mengerti aku mengerti”


“Apa lukamu perluku sembuhkan?”. “Hah? Jelas iya! Bagaimana jika ada yang menanyakan? Tangan palsuku ini sudah membuat orang bertanya”. “Hahahaha baiklah kemari “

__ADS_1


Setelah Tuan sekro menyembuhkan lukanya, ia segera mengantarnya pulang. Namun saat dirumah, Hana merasa ada yang aneh.


“Aneh, sepertinya dari tadi ada yang mengawasiku, namun aku tak merasakan keberadaanya. Sepertinya instingku sedikit lebih tajam dibanding sebelumnya” Bahkan saat hendak tidur, Hana tetap merasa ada yang janggal, membuatnya susah tidur. “Kalo begini, aku akan kesiangan. Apa yang harusku lakukan?” Lalu Hana memutuskan untuk keluar rumah dan jalan jalan sedikit. Cirra yang mengetahui ini hanya melihatnya, seakan akan ia tau ada sesuatu yang tidak beres.“Semoga kau tak apa apa anakku”


Hana hanya mutar mutar keliling komplek rumahnya di tengah bulan yang hanya menampakan setengah mukanya. Namun hampir 1 jam, ia tak menemukan apa apa. “Sepertinya aku akan kembali, karna aku tidak merasakan kehadiran siapa siapa”


Saat hendak memasuki rumahnya, langkanya di hentikan oleh bau darah yang sangat sengat, disitu ia menyadari ada sesuatu tak beres dan memutuskan untuk berpatroli lagi. Saat berjalan, ia sempat merasa sedikit takut, namun ia yakin dengan dirinya bahwa ia tidak akan kenapa kenapa.


Dia terus berjalan, sampai akhirnya ia menemukan tetesan darah di jalan. Ia merasa sedikit tergiur, namun ia juga merasa geli karna darah itu ada di tengah jalan. “Ini terlihat sangat lezat, namun aku tak akan tergoda-“ tiba tiba ia dikejutkan dengan munculnya seorang pria yang menggunakan kemeja berwarna putih


“Baik baiklah” lalu ia membuka mulutnya dan menunjukan taringnya yang panjang, dan itu menunujukan bahwa ia seorang vampir. “Kau...”


”ya betul, sama sepertimu” . “Lalu darah siapa ini?” Lalu pria itu menunjuk ke kiri dan disana ada mayat seorang pria berlumuran darah.


Melihatnya Hana merasa sangat tergoda, seperti ia melihat makanan yang sangat lezat, namun Hana hanya diam. “Apa kau tidak ingin menyantapnya?”. “A- apa yang kau lakukan?” .”makan malam” .”apa katamu?!”

__ADS_1


Hana mendengar perkataannya merasa sedikit emosi, namun ia mencoba tetap tenang walaupun ia sedikit tergiur. “Kenapa kau sangat kejam?”. “Hah? Apa maksudmu? Bukanya itu sudah menjadi kebiasaan vampir?”. “Apa maksudmu?!” Hana dengan cepat melesat ke arah pria itu dan hendak menyerangnya, namun langkahnya terhenti tiba tiba.


“Kau memiliki kekuatan yang belum kau ketahui, namun bahkan dengan itu aku bisa mengatakan kau Sudah hebat, Hana”. “Jangan pura pura kau mengenalku!”. “Pura pura?, Ahahahaha, siapa yang tak tau dirumu!” .” Apa maksudmu?”


“Sudahlah, ada pepatah yang mengatakan “kalauwtak kenal maka tak sayang”, kenalkan aku Ainer, aku merupakan rekan sekaligus murid Sekro, dengan kata lain kita memiliki guru yang sama”


“Kau...? Temannya Tuan sekro?”. “Ya betul, aku juga muridnya, namun aku sedang bertugas di tempat lain“. “Apa yang kau katakan dapatku percaya?”


“Jika kau tak percaya, datanglah ke tempatnya besok” ujarnya Ainer. “Sepertinya kau tau apa yang aku akan tanyakan, jika kau memang bertugas.” Ujar Hana


“Ya, aku paham. Aku hanya datang kesini karna aku hanya memantau daerah ini”. “Apakah betul? Lalu mengapa saat sang dewi malam bersinar?”


“Aku benar benar meremehkanmu ya, maaf kan kelancanganku ini, baiklah aku akan pergi “ Lalu ia berubah menjadi kelelawar dan pergi begitu saja. “Pria aneh” awalnya Hana ingin membawa mayat tdi ke tempat yang aman, namun ia putuskan untuk tak melakukanya karna ia merasa sedikit takut dan sudah terlalu larut.


“Kita kira apakah ibu tau aku tak berada di luar jam segini?” Hana bergegas menuju arah rumah dengan jantung yang begitu aktif, ia juga merasa sangat curiga dengan Ainer.

__ADS_1


“Akhirnya di rumah, seharusnya aku bisa tidur dengan tenang dan memikirkan itu besok” akhirnya dia berhasil tenggelam dalam mimpinya dengan nikmat, bagaimanapun ia juga perlu istirahat.


__ADS_2