
“Tidak apa apa, mungkin kekuatanku sedang bermasalah. Baiklah kalo begitu, aku akan melatih kemampuan kombatmu, atau pertarungan jarak dekat. Tuan sekro lalu membuat 3 senjata dari api, namun aman untuk dipegang. “Apakah kau memiliki senjata disini?”. “Tidak, jangan kau lupa kita lemah terhadap perak”. “Perasaan, aku tidak apa apa denganya” batin Hana. “Pilih lah salah satu, lalu kalahkan klon api ku.” Ia langsung menggunakan kekuatanya untuk membuat 3 klon. “Baiklah, karena aku pernah ikut memanah, maka aku akan pilih ini.” Setelah Hana memegang panah tsb, klon Sekro langsung menyerang, Hana terpental sekitar 2 meter. “Hey kenapa tidak ada aba aba?”. “Di pertarungan asli, apakah ada?” . Hana mendengar itu langsung mengambil anak panah dan mengkeker ke salah satu klon, namun ia sangat lambar sehingga dia tertendang di muka
Tendangan itu membuat muka Hana terluka di bagian hidung “Sial aku harus lebih cepat “ baru saja dia mengambil anak panah, dia langsung terkena pukulan lagi. Ini terjadi sampai Hana babak belur. “Anak itu hebat, meski ia terkena pukulan, teteapi ia tidak mengelu sedikit pun.” “Tuan! Boleh kah aku menggantu senjata?”. Tanya Hana dalam kesdaan terdesak. “Ya tentu”
Klonya pun behenti menyerang, sementara Hana sedang memilih senjata. “Yang mana? Aku bingung. Sepertinya tembakan ini akan berguna, baiklah akan kucoba” meski begitu, dari awal Hana disuru memilih, ada yang terass ganjil, namun Hana tidak mengubrisnya.
Hana langsung menembak peluru yg keluar api kearah klon Sekro, namun tidak yg kena, bahkan sangat tidak akurat dan cukup membebankan Hana karena ia perlu menyesuaikan posisi terus menerus sehingga dia menjadi lambat dan terus kena serang. “Sial aku masih saja lambat di tambah lgi aku tidak bisa menahan seranganya” namun Hana tetap menggunakan dan ingin menyesuaikanya, namun ia selalu terpental.
Tubuhnya sudah sedikit berlumuran darah, namun Hana masih bisa berdiri. “Sampai kapan kau akan begitu? Aku yakin kau memiliki kemampuan, tapi kau tetap menahanya.” Ujar Sekro. “Aku tidak bisa menggunakan Seisku, bagaimana kau begitu yakin?”. “Kau belum melihatnya”. Hana semakin bingung dengan perkataannya, di tambah dia tidak tau harus melakukan apa.
“Kau lengah” Hana langsung kena tendangan di tubuhnya yg membuat dia terpental.
__ADS_1
“Akhhhh sepertinya dia mematahkan sedikit tulangku, kalau seperti ini aku akan mati disini!senjata ini juga sepertinya tidak begitu efektif bagiku, meskipun begitu , ada satu lagi yg belum kucoba karena aku tak pernah menyentuh bahkan kepikiran menggunakannya dalam hidupku” batin Hana
“Kau selalu melamun, jika begitu aku akan menghabisimu disini.” Dgn cepat klonya menuju Hana dan langsung memukulnya. “Aku harus mencobanya” Hana berlari mengambil senjata terakhir dan menaruh tembakannya.
“Baiklah, ini dia” Saat itu juga klon sekro tiba berada di dpn Hana dan langsung melonjarkan tanganya, namun untuk pertama kali Hana bisa menangis serangnya, bahkan ia langsung menyerang balik dan mampu membuat klonya hilang satu karena serangan yg telak “aku tak paham, tpi seprtinya aku saat menggunakanya aku merasa tak asing.”
Tuan sekro memberikan senyuman kepadanya “akhirnya, sudah kutunggu dari tadi.” Batinya
Senjata itu merupakan pedang. Meski Hana tak pernah menyentuhnya, tampaknya ia sangat tak asing. “Lanjutkan Hana.” “Baik tuan” dengan cepat Hana langsung berada di hadapan salah satulo klonya Sekro dan langsung menyerangnya dgn cepat. “Entah kenapa, aku menjadi tak terbebani lagi.” Namun klonya mampu menghindarinya
Klonya yg satu lagi mengeluarkan tombak yg terbuat dari api, dengan cpt ia menyerang Hana namun Hana dengan mudah menangkisnya, dan mereka beradu senjata. Namun, kelincahan Hana dan refleknya yg cepat mampu menandingi bahkan membuat klonya kewalahan. “Saatya mengakhiri.” Hana langsung menyerang klonya dari samping kanan, saat klonya ingin menangkisnya, Hana tiba tiba berada di sebelah kiri dan langsung menebas kepalanya dan membuat Hana meraih kemenangan.
__ADS_1
“Aku berhasil, aku benar berhasil akhirnyaa!!”
Hana bersorak. “Aku yakin, dia tdi ada di sebalah kanan. Tpi kenapa dia ada di sebelah kiri? Dengan luka seperti itu, kau masi bisa bergerak dengan cepat.Kau memang hebat, kau benar benar....” batin sekro. “Aku berhasil tuan sekro” Tuan sekro bertepuk tangan. “Baiklah, itu cukup untuk hari ini, sepertinya itu terlalu mudah bagimu, selanjutnya akan aku baikan tingkatnya. Sekarang aku akan menyembuhkan lukamu dan aku akan meneraktir makanan untukmu.” “Benarkah? Aku sangat beruntung hari ini. Terima kasih tuan sekro!” Hana sangat gembira mesti tuhbuhnya berlumuran darah.
Setelah menyembuhkan lukanya, Hana diajak tuan Sekro untuk makan di restoran terdekat, setelah itu Hana menelpon ibunya untuk meminta jemput dan beristirahat dirumah. “Anakmu memang berbakat, meski belum bisa membangkitkan Seis , dia sangat terampil menggunakan pedang ,tak diragukan lgi ia memang.....”. “Wah sepertinya kau melakukan sesuatu yang hebat.” Cirra memotong obrolannya dan Sekro langsung terdiam. “Baiklah Istirahatlah kau besok sekolah Hana.” Sekro sekaligus berpamitan
Setibanya Hana dirumah,ia menanyakan pada ibunya dari mana ia mengetahui semua hal itu, mulai dari vampir dan signa. “Itu semua kuketahui dari buku, dan juga sedikit dari Sekro. Mereka sudah ribuan tahun melakukan hal yang sama. , Jika kau ingin lebih tau, kau bisa ambil buku yg ada di kamarku.”
“Bu, bukanya vampir makhluk jahat? Mereka menghisap darah manusia, dan juga membunuhnya.” “Ya memang begitu lah mereka, tpi sepertinya itu tidak berlaku untukmu “. “Darimana kau tau? “. “Kau anaku. Aku yakin kau tidak akan melakukanya.” Hana pun merasa sangat lega dan ia memeluk ibunya, meski dirinya sekarang sedikit kevampiran, tapi ia merasa bersyukur dan sangat menyayangi ibunya, karna itu satu satunya yang ia punya.
Sejak kecil, ia selalu bersama ibunya. Entah kemana ayahnya. Cirra selalu mendukung Hana. Saat Hana melakukan kesalahan, ia tak pernah mengkritiknya, ia selalu berpikir bahwa jika ia ada di dalam posisi Hana, mungkin ia juga akan membuat kesalahan. Akibatnya, ia sangat terbuka dengan ibunya.
__ADS_1
“jika kau ingin bangun pagi, lebih baik kau tidur lebih cepat, Hana”. “Iya bu, aku akan tidur secepatnyaa.” Meski begitu, Hana tidak merasa capek sedikitpun, bahkan setelah latihan keras tdi. Jiwa vampirnya semakin mengental, meski itu perlahan. Umumnya, vampir tidak beristirahat di malam hari, melainkan melakukan aktivitas lainya.
“Sial, aku tak bisa tidur.” Saat itu ia menegok ke kacanya dan ia kaget saat ia mampu melihat dirinya di cermin. “Ini aneh, seharusnya aku tidak bisa melihat diriku di cermin. Apa aku belum menjadi vampir sesunggugnya? Kalo begitu” ia langsung melompat dari kasur dan senyum depan kaca dan ia senang saat melihat taringnya membesar. “Imut juga diriku, rasanya seperti memakai aksesoris haloween ya ahahaha”