Budak Takdir

Budak Takdir
5. Antar kelas atas


__ADS_3

Jauh di tempat yang cahaya di ragukan ke


eksistensinya, terdapat sebuah wilayah yang


jauh dari pengetahuan manusia normal, hanya


bisa di akses oleh Signa. Ya betul, itu


merupakan tempat para Signa menyederkan


kepala mereka


Tempat itu mereka sebut dengan "Pra


Grivella" atau bisa diartikan Grivella yang


dibuat dengan tangan mereka sendiri. Disitu


merupakan tempat seluruh Signa berada,


mulai dari kelas atas hingga kelas palin


bawah. Ada 4 kelas dalam Signa yaitu Pseda,


Zats, Lydra dan N.


Pseda, merupakan kelas terbawah. Mereka


diatur sebagai tumbal dan budak bagi kelas


yang diatasnya. Mereka menempati kelas


terbawah karna kemampuan mereka yang


sangat minim, dan seis mereka yang begitu


rendah. Mereka yang biasanya menjadi


"pancingan" untuk musuh, dan memang


aturanya mereka harus di korbankan untuk


kepentingan atasan. Mereka meliliki mata


yang mirip dengan manusia dan mereka juga


memiliki ekor.


Zats, merupakan tingkat menengah kebawah,


mereka terdiri dari pasukan berperang yang di


perintahkan untuk menyerang. Mereka


memiliki jumlah yang terbanyak dibanding


seluruh. Zats memilki mata tanpa pupil, dan


berwarna putih.Mereka hanya di tugaskan


untuk berperang dan untuk hal seperti


konstruksi, mencari informasi dll.


Selanjutnya ada kelas Lydra, mereka terdiri


dari 6 Signa. Mereka bertindak sebagai letnan


para kelas N. Mereka merupakan kelas


menengah keatas yang meliliki Seis yang


cukup besar, mereka juga memilki


kemampuan bertarung yang hebat. Mereka


merupakan pemimpin Zats. Mereka umumnya terlihat seperti manusia normal, sama halnya dengan Kelas N.


Dan yang terakhir ada kelas N, kelas paling


yang tinggi dan hanya diduduki 3 Signa,


komandan para Signa.Mereka merupakan


yang terkuat dari seluruh kelas yang ada.


Mereka memerintah seluruh Signa yang


berada. Walaupun kekuatan mereka sangat


besar, mereka tak pernah turun ke medan


tempur. Alasanya adalah karna mereka


memiliki kemampuan yang sangat besar,

__ADS_1


sehingga bisa menyakiti lawan maupun


kawan....


Di suatu hari, 2 Signa berkelas N sedang


berbincang. Seperti biasanya, mereka kurang


akur.


"Heyyy Liva ku dengar bahwa ia sudah mulai


berlatih menggunakan kekuatanya, apa itu


benar?" " sepertinya begitu, Hekko" "Kalau


gitu aku sudah tak sabar untung bertarung


denganya ini akan sangat menyenangkan!"


"'Kau selalu ingin bertaung? tpi untuk saat ini


kemampuanya bukan apa apa bagimu" "


lyakah?!, kalau begitu aku akan menyuruh parah kelas bawah untuk melatihnya!" " Apa


kau gila? Belum ada perintah apa pun" ." Kau


ingin menghentikanku, Liva bodoh?" "Apa


katamu?"


Liva terlihat berdiri dan tatapanya


mulai tajam. "Hehh sepertinya si bodoh


murahan ini mulai marah ya ahahaha" Hekko


bukan meledeknya, namun ia memancing agar


Liva mengajaknya berduel. "Kau pikir aku


takut, Hekko?”


"Ini lah yang kutunggu Livvaaa!!! Mari


selesaikan ini wanita bodoh!!" Mereka berdua


sama sama mengeluarkan Seis yang sangat


dahsyat sehingga seluruh pasukan Zats dan


merasakan Seisnya.


"Komandan L-Liva... " kata Letnan Gurei Liva.


"A-aku tak bisa berdirii sialannn" Letnan Freis


Hekko mengeluh sambil mencoba untuk


berdiri. "A- apa mereka bertengkar, Letnan


Gurei Liva?" Tanya letnan Cressa Liva. "A- aku


tak tau, tpi yang pasti terjadi sesuatu”


Sebelumnya, Hekko memiliki seis petir,


sementara Liva memiliki seis angin. Apa bila


mereka beradu, sudah pasti akan terjadi badai


yang sangat besar.


'Aku akan menghabisimu Hekkooooo!!!" Liva


membuat tornado yang sangat besar, lalu ia


"'menkecilkan" tornado tsb ke tanganya,


alhasil itu berubah menjadi semacam tombak


namun terbuat dari angin.


"'Sialan kau beraninya kau meremehkanku tak


menggunkan seluru kekuatanmu Liva!!" Hekko


mengeluarkan pedang dari sarungnya, karena


memiliki seis petir, ia menggunakan


pedangnya untuk menarik beberapa halilintar


dan memusatkanya ke pedangnya.

__ADS_1


"Hah aku benar benar niat membunuhku


Hekko!"


Dengan cepat mereka menyerang satu sama


lain, mereka begitu kuat bahkan saat beradu


terjadi dentuman yang sangat dasyat.


''Cihh memalukan apa hanya segini


kemampuanmu?" Ujar Hekko. Dengan cepat


Liva berada di belakang Hekko dan ia berniat


memenggal kepala Hekko, namun Hekko


dengan refleksnya yang luar bisa mampu


menangkis seranganya, dan meyerangnya


balik, sehingga Liva tergores sedikit dibagian


lenganya.


"Hmph sepertinya memang aku salah, aku


harus menggunakan sedikit kemampuanku"


ujar Liva.''seharusnya itu memang harus kau


lakukan, gunakan After milikmu" After


merupakan sebuah teknik yang di dapatkan


setelah benar benar menguasai Seis sendiri.


"Baiklah jika itu maumu, sebaiknya kau juga menggunakanya “


Mereka berdua mengumpulkan Seisnya yang


luar biasa sehingga membuat daerah sekitar


sedikit hancur, dengan hanya melepaskan


Seisnya. "Ini dia" ujar Liva. "'majuuu!!!" Hekko


berteriak


Namun, tiba tiba muncul cahaya yang sangat


terang dari langit, dan mereka teralihkan. Tiba


tiba mereka berdua terpental lumayan jauh.


"Apa yang kalian lakukan?"


"Maafkan kami, Atsa" ujar Liva. "Kalian


sangat berharga bagiku. Tanpa kalian, aku tak


bisa melakukan tugasku dengan sempurna.


Kalianlah yang hanya mampu melengkapi


kekuranganku. Tanpa kalian, aku tak mungkin


bisa disini sekarang. Kalian membuatku kuat,


aku sangat berterima kasih untuk itu, namun


aku sangat tidak ingin kehilangan kalian ber 2,


lantas mengapa kalian mencoba membunuh


satu sama lain?"' Ujar Atsa, salah satu Signa


kelas N


"M- maafkan kami Atsa. Kami hanya terbawa


emosi, kami janji tak akan mengulanginya


lagi." "Sudah, tak apa. Kalian sudah dengar ?


Yang mulia sudah memberikan perintah untuk


mulai mengirim Zats ke bocah itu, agar


kemampuannya semakin terlatih dan tujuan


kita bisa semakin cepat tercapai. "Baik Atsa,


kami akan beritahu semua Lydra tentang ini,

__ADS_1


sekarang kami akan pulang ke kediaman


kami"


__ADS_2