
Jauh di tempat yang cahaya di ragukan ke
eksistensinya, terdapat sebuah wilayah yang
jauh dari pengetahuan manusia normal, hanya
bisa di akses oleh Signa. Ya betul, itu
merupakan tempat para Signa menyederkan
kepala mereka
Tempat itu mereka sebut dengan "Pra
Grivella" atau bisa diartikan Grivella yang
dibuat dengan tangan mereka sendiri. Disitu
merupakan tempat seluruh Signa berada,
mulai dari kelas atas hingga kelas palin
bawah. Ada 4 kelas dalam Signa yaitu Pseda,
Zats, Lydra dan N.
Pseda, merupakan kelas terbawah. Mereka
diatur sebagai tumbal dan budak bagi kelas
yang diatasnya. Mereka menempati kelas
terbawah karna kemampuan mereka yang
sangat minim, dan seis mereka yang begitu
rendah. Mereka yang biasanya menjadi
"pancingan" untuk musuh, dan memang
aturanya mereka harus di korbankan untuk
kepentingan atasan. Mereka meliliki mata
yang mirip dengan manusia dan mereka juga
memiliki ekor.
Zats, merupakan tingkat menengah kebawah,
mereka terdiri dari pasukan berperang yang di
perintahkan untuk menyerang. Mereka
memiliki jumlah yang terbanyak dibanding
seluruh. Zats memilki mata tanpa pupil, dan
berwarna putih.Mereka hanya di tugaskan
untuk berperang dan untuk hal seperti
konstruksi, mencari informasi dll.
Selanjutnya ada kelas Lydra, mereka terdiri
dari 6 Signa. Mereka bertindak sebagai letnan
para kelas N. Mereka merupakan kelas
menengah keatas yang meliliki Seis yang
cukup besar, mereka juga memilki
kemampuan bertarung yang hebat. Mereka
merupakan pemimpin Zats. Mereka umumnya terlihat seperti manusia normal, sama halnya dengan Kelas N.
Dan yang terakhir ada kelas N, kelas paling
yang tinggi dan hanya diduduki 3 Signa,
komandan para Signa.Mereka merupakan
yang terkuat dari seluruh kelas yang ada.
Mereka memerintah seluruh Signa yang
berada. Walaupun kekuatan mereka sangat
besar, mereka tak pernah turun ke medan
tempur. Alasanya adalah karna mereka
memiliki kemampuan yang sangat besar,
__ADS_1
sehingga bisa menyakiti lawan maupun
kawan....
Di suatu hari, 2 Signa berkelas N sedang
berbincang. Seperti biasanya, mereka kurang
akur.
"Heyyy Liva ku dengar bahwa ia sudah mulai
berlatih menggunakan kekuatanya, apa itu
benar?" " sepertinya begitu, Hekko" "Kalau
gitu aku sudah tak sabar untung bertarung
denganya ini akan sangat menyenangkan!"
"'Kau selalu ingin bertaung? tpi untuk saat ini
kemampuanya bukan apa apa bagimu" "
lyakah?!, kalau begitu aku akan menyuruh parah kelas bawah untuk melatihnya!" " Apa
kau gila? Belum ada perintah apa pun" ." Kau
ingin menghentikanku, Liva bodoh?" "Apa
katamu?"
Liva terlihat berdiri dan tatapanya
mulai tajam. "Hehh sepertinya si bodoh
murahan ini mulai marah ya ahahaha" Hekko
bukan meledeknya, namun ia memancing agar
Liva mengajaknya berduel. "Kau pikir aku
takut, Hekko?”
"Ini lah yang kutunggu Livvaaa!!! Mari
selesaikan ini wanita bodoh!!" Mereka berdua
sama sama mengeluarkan Seis yang sangat
dahsyat sehingga seluruh pasukan Zats dan
merasakan Seisnya.
"Komandan L-Liva... " kata Letnan Gurei Liva.
"A-aku tak bisa berdirii sialannn" Letnan Freis
Hekko mengeluh sambil mencoba untuk
berdiri. "A- apa mereka bertengkar, Letnan
Gurei Liva?" Tanya letnan Cressa Liva. "A- aku
tak tau, tpi yang pasti terjadi sesuatu”
Sebelumnya, Hekko memiliki seis petir,
sementara Liva memiliki seis angin. Apa bila
mereka beradu, sudah pasti akan terjadi badai
yang sangat besar.
'Aku akan menghabisimu Hekkooooo!!!" Liva
membuat tornado yang sangat besar, lalu ia
"'menkecilkan" tornado tsb ke tanganya,
alhasil itu berubah menjadi semacam tombak
namun terbuat dari angin.
"'Sialan kau beraninya kau meremehkanku tak
menggunkan seluru kekuatanmu Liva!!" Hekko
mengeluarkan pedang dari sarungnya, karena
memiliki seis petir, ia menggunakan
pedangnya untuk menarik beberapa halilintar
dan memusatkanya ke pedangnya.
__ADS_1
"Hah aku benar benar niat membunuhku
Hekko!"
Dengan cepat mereka menyerang satu sama
lain, mereka begitu kuat bahkan saat beradu
terjadi dentuman yang sangat dasyat.
''Cihh memalukan apa hanya segini
kemampuanmu?" Ujar Hekko. Dengan cepat
Liva berada di belakang Hekko dan ia berniat
memenggal kepala Hekko, namun Hekko
dengan refleksnya yang luar bisa mampu
menangkis seranganya, dan meyerangnya
balik, sehingga Liva tergores sedikit dibagian
lenganya.
"Hmph sepertinya memang aku salah, aku
harus menggunakan sedikit kemampuanku"
ujar Liva.''seharusnya itu memang harus kau
lakukan, gunakan After milikmu" After
merupakan sebuah teknik yang di dapatkan
setelah benar benar menguasai Seis sendiri.
"Baiklah jika itu maumu, sebaiknya kau juga menggunakanya “
Mereka berdua mengumpulkan Seisnya yang
luar biasa sehingga membuat daerah sekitar
sedikit hancur, dengan hanya melepaskan
Seisnya. "Ini dia" ujar Liva. "'majuuu!!!" Hekko
berteriak
Namun, tiba tiba muncul cahaya yang sangat
terang dari langit, dan mereka teralihkan. Tiba
tiba mereka berdua terpental lumayan jauh.
"Apa yang kalian lakukan?"
"Maafkan kami, Atsa" ujar Liva. "Kalian
sangat berharga bagiku. Tanpa kalian, aku tak
bisa melakukan tugasku dengan sempurna.
Kalianlah yang hanya mampu melengkapi
kekuranganku. Tanpa kalian, aku tak mungkin
bisa disini sekarang. Kalian membuatku kuat,
aku sangat berterima kasih untuk itu, namun
aku sangat tidak ingin kehilangan kalian ber 2,
lantas mengapa kalian mencoba membunuh
satu sama lain?"' Ujar Atsa, salah satu Signa
kelas N
"M- maafkan kami Atsa. Kami hanya terbawa
emosi, kami janji tak akan mengulanginya
lagi." "Sudah, tak apa. Kalian sudah dengar ?
Yang mulia sudah memberikan perintah untuk
mulai mengirim Zats ke bocah itu, agar
kemampuannya semakin terlatih dan tujuan
kita bisa semakin cepat tercapai. "Baik Atsa,
kami akan beritahu semua Lydra tentang ini,
__ADS_1
sekarang kami akan pulang ke kediaman
kami"